Aku membakar pepohonan di sepanjang malam yang menjadikanku begitu terasing … dan kau mencelaku di antara asap yang memayahkan nafasmu, “Air yang jauh takkan mungkin memadamkan apimu … sungguh bukan begitu cara menyalakan terang di malam hari!”

Aku membakar pepohonan di sepanjang malam yang menjadikanku begitu terasing … dan kau mencelaku di antara asap yang memayahkan nafasmu, “Air yang jauh takkan mungkin memadamkan apimu … sungguh bukan begitu cara menyalakan terang di malam hari!”

Bandung, 19 Oktober 2010

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

6 comments on “Aku membakar pepohonan di sepanjang malam yang menjadikanku begitu terasing … dan kau mencelaku di antara asap yang memayahkan nafasmu, “Air yang jauh takkan mungkin memadamkan apimu … sungguh bukan begitu cara menyalakan terang di malam hari!”

  1. firdausza says:

    ngambil bintang dan bulan untuk menyalakan terang pada malam

  2. hwwibntato says:

    firdausza said: ngambil bintang dan bulanuntuk menyalakan terang pada malam

    lebih terang dari lampu cempor … he he he …

  3. untung dirumahku udah ada listrik, hem…

  4. hwwibntato says:

    melukissejarah said: untung dirumahku udah ada listrik, hem…

    wah, beruntung sekali …Aiko harus mensyukurinya … he he he …

  5. hwwibntato said: Aiko harus mensyukurinya … he he he

    alhamdulillah ya Allah………………………………………..

  6. hwwibntato says:

    melukissejarah said: alhamdulillah ya Allah………………………………………..

    alhamdulillah …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s