Aku sambangi kau pada malam tanpa bulan … dan teh yang kau seduh itu menenggelamkan renjanaku ke dasar cangkir …

Aku sambangi kau pada malam tanpa bulan … dan teh yang kau seduh itu menenggelamkan renjanaku ke dasar cangkir …

Bandung, 30 September 2010

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

6 comments on “Aku sambangi kau pada malam tanpa bulan … dan teh yang kau seduh itu menenggelamkan renjanaku ke dasar cangkir …

  1. firdausza says:

    secangkir teh melati untukkusecangkir kopi tubruk kuseduh untukmu^^

  2. hwwibntato says:

    firdausza said: secangkir kopi tubruk kuseduh untukmu^^

    wah, terima kasih, Elaine …

  3. jaraway says:

    walah, teh cuma secangkir.. mana cukup..es teh musti segelas guedheeeee..hahahaha

  4. hwwibntato says:

    jaraway said: walah, teh cuma secangkir.. mana cukup..es teh musti segelas guedheeeee..hahahaha

    itu cangkirnya segede ember buat nimba sumur, kok … he he he …

  5. hwwibntato says:

    melukissejarah said: keren…

    terima kasih, Aiko … he he he …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s