Dan segumpal kabut belum pupus kala kau hampakan aku … seakan matamu menuai ruh dari jasadku yang terpana …

Dan segumpal kabut belum pupus kala kau hampakan aku … seakan matamu menuai ruh dari jasadku yang terpana …

Bandung, 4 Oktober 2010

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

10 comments on “Dan segumpal kabut belum pupus kala kau hampakan aku … seakan matamu menuai ruh dari jasadku yang terpana …

  1. hwwibntato says:

    firdausza said: hu’um:P

    hu’um hu’um … he he he …

  2. beeeeeeeeeeeeehhhhhhh

  3. hwwibntato says:

    melukissejarah said: beeeeeeeeeeeeehhhhhhh

    seperti ada suara … suara apa, ya?*he he he …

  4. hwwibntato said: seperti ada suara … suara apa, ya?*he he he …

    tetangga lewat.. biasa….

  5. hwwibntato says:

    melukissejarah said: tetangga lewat.. biasa….

    oh, tetangga lewat …*pasti sepatunya baru … he he he …

  6. hwwibntato said: oh, tetangga lewat …*pasti sepatunya baru … he he he …

    biasa.. pamer.. jhehehe..

  7. hwwibntato says:

    melukissejarah said: biasa.. pamer.. jhehehe..

    ha ha ha … bagus, bagus … he he he …

  8. nikinput says:

    terperangkap dalam sepasang mata ni ya 🙂 kapan itu? ‘ain memang berbahaya ternyata.

  9. hwwibntato says:

    nikinput said: ‘ain memang berbahaya ternyata.

    ya, ‘ain itu memang benar-benar ada …semoga Allah melindungi kita dari pandangan mata yang dengki … amin …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s