Harus Punya Kamus …

–  Kamu mau ke mana?
+  Aku juga tidak tahu mau ke mana.
–  Kalau begitu temani saja aku.
+  Ke mana?
–  Tidak tahu juga, sih …
+  Ha ha ha …
–  He he he …
+  Pelatihan ini benar-benar membosankan.
–  Menurutku sih membingungkan.
+  Kenapa membingungkan?
–  Kamu sendiri kenapa bilang membosankan?
+  Oh, aku dulu yang jawab, ya?
–  Iya, dong. Setelah itu baru aku.
+  Aku bosan. Orang-orang di sini pada senang bicara, kata si ini kata si itu, buku ini buku itu …
–  Nah, itu juga yang membuatku bingung.
+  Wah, kok sama, ya? Tapi kok akibatnya beda, ya? Atau jangan-jangan bosan dan bingung itu sama?
–  Seharusnya kalau penyebabnya sama, akibatnya juga harus sama. Iya benar! Berarti bosan dan bingung itu pasti sama artinya … tapi biar yakin harus lihat kamus, sih …
+  Begitu, ya? Ah, pokoknya selama disuruh ikut pelatihan ini, aku benar-benar bingung.
–  Lho? Katanya bosan barusan?
+  Lho? Bukankah artinya sama barusan?
–  Wah … aku jadi bosan ngobrol denganmu.
+  Memangnya aku tidak bingung ngobrol denganmu?
–  Eh, ada tempat buat selonjoran di balik pagar kawat ini. Bagaimana kalau kita merokok saja di sana?
+  Sambil minum kopi, ya …
–  Spuuuuuuuuuhhhhhh …! Slluuurrrrrrpp …!
Spuuuuuuuuuhhhhhh …! Slluuurrrrrrpp …!

Teng …! Teng …! Teng …!

–  Wah, belnya sudah bunyi lagi! Ayo kita bingung lagi … he he he …
+  Bel? Kok, suaranya seperti lonceng?
–  Mungkin bel dan lonceng itu sama saja bendanya.
+  Oh, sama juga, ya? Sepertinya aku memang harus punya kamus seperti peserta lain …
–  Ah, tidak perlu! Aku yakin dia punya dua nama … kadang disebut lonceng, kadang disebut bel …
+  Iya, kamu benar! Banyak kok yang punya dua nama …
–  Contohnya?
+ Ya itu tadi contohnya! Nama lain bel, lonceng … nama lain bingung, bosan … nama lain Zahra, Rara … nama lain Melisa, Imel …
–  ?!?!  @# *! !!
+ Lho? Kenapa wajahmu jadi seperti dedak kopi?
– Kamu pikir nama lain dari sepatuku itu asbak!
+ Aku tidak berpikir sepatumu punya nama lain, kok …
– Lalu kenapa kamu buang abu rokokmu di sepatuku?
+ Kupikir sama saja …
– Sama bagaimana? Bentuknya saja beda …
+ Sama-sama bau …

Bandung, 16 Juli 2010

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

 

Advertisements

22 comments on “Harus Punya Kamus …

  1. hwwibntato says:

    daicymahia said: Nama lain daicy, ayi. Nama lain mahia, maya. Haha, nama saya. *narsisdilarang merokok, mas hendra. bandel amat sih, haha.*lariii…

    baiklah Ayimaya … lho?!?!*menunduk dan membisu … he he he …

  2. hwwibntato says:

    daicymahia said: Menunduk? haha.

    *semakin menunduk saja …

  3. hha…..asyik dan menyentuh romantis skali si plus dan minus ^_^” aku bosan kata si anu, kata si anu ( klo jaman skarang ) hai ghulam janganlah begini begitu ( klo jaman para Wali ) si fulan begini, sifulan begitu ( klo jaman Nabi ).hhe….maafkan kesotoy an saya bang abis asyik bacanya ^_^”

  4. hwwibntato says:

    hatikuyangtertinggal said: hha…..asyik dan menyentuh romantis skali si plus dan minus ^_^”aku bosan kata si anu, kata si anu ( klo jaman skarang ) hai ghulam janganlah begini begitu ( klo jaman para Wali ) si fulan begini, sifulan begitu ( klo jaman Nabi ).hhe….maafkan kesotoy an saya bang abis asyik bacanya ^_^”

    iya, tidak apa-apa, Pandu … karena saya juga sedang kesotoyan … he he he …

  5. hwwibntato says:

    hatikuyangtertinggal said: wkkwwk….

    he he he …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s