Janji …

Aku menyulutkan nyala ke kayu arang, membakar dingin yang menyumsum di perapian batu hingga sulang-sulang asap mengirimkan jelaga ke wajahku. Aku melelas cangkir bercendawan saat temaram merambakkan nirasa yang merimpuhkanku … kata hati dipaksa bisu oleh suara hujan dan gemuruh langit, sedang bintang-bintang bersembunyi bersama arah dan mata angin yang kucari …

 

Ah, alam yang rawan tak kunjung ramah … prahara berkelebat kalap sebelum merebat jalan-jalan persuaan …

 

Aku membubuh gula pada kopiku sambil mengingat ucapanmu tentang hiasan langit. Katamu, gemintang itu ada di atas hujan, di petala langit yang terdekat … dan hujan takkan mampu memadamkan pijar-pijarnya. Aku lantas menyeka wajah mengurai lelah, meniscayakan semesta diri tentang air matamu … berharap tetes-tetesnya tak memadamkan pijar bintang di matamu …

 

Namun, Dis … waktu terus mengukir usia di jalan-jalan yang kulalui bersama matahari yang timbul tenggelam. Aku pun terhenti di berandamu yang berdebu, lalu merapuh mendapati kosong di balik pintumu yang terkunci …

 

Bandung, 25 November 2010
–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—
Advertisements

10 comments on “Janji …

  1. hwwibntato says:

    firdausza said: ^^

    he he he …

  2. jaraway says:

    matahari ga timbul tenggelam ah..*tetep protes..wkwk

  3. hwwibntato says:

    jaraway said: matahari ga timbul tenggelam ah..*tetep protes..wkwk

    sudah kubilang saya anak A3 sosial … gak diterima di A1 fisika … qeqeqe …*kayak komidi puter -halah-

  4. akupoetri says:

    Suka yang ini meski masih harus menerka-nerka apa maksudnya

  5. hwwibntato says:

    akupoetri said: Suka yang ini meski masih harus menerka-nerka apa maksudnya

    wah, terima kasih, ya … he he he …

  6. Siapa yg berjanji mas Hendra? tentang apa?Sdh baca 3 kali, maaf alfaqir ini belum mudeng juga …hehe

  7. hwwibntato says:

    pendekarkalungsurban said: Dis tuh siapa mas?

    oh, itu … bukan siapa-siapa, Mas … he he he …

  8. hwwibntato says:

    pendekarkalungsurban said: maaf alfaqir ini belum mudeng juga …hehe

    iya benar, Pendekar … he he he …kau memang al-faqir ilallah … sebagaimana kita semua memang sangat membutuhkan kemurahan-Nya …terima kasih, Pendekar … senang sekali saya dengan kehadiranmu …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s