Kau Tetap Gemintang di Antara Kemelut Berapi-Api …

Meninjau bara bekas prahara, kulihat marahmu terlebih merah dari matahari yang tenggelam … dan kau tak meninggalkan apa pun di sini, kecuali aku. Suaraku terjatuh di belakang langkahmu yang menjauh. Takkan terdengar … bahkan takkan lagi ingin kau dengarkan …

 

Mungkin kau mencari teduh, mencari tempat di lingkung suara-suara alam. Padahal kicau burung telah mati di gumpalan hitam, terkulai di antara cerobong-cerobong asap … sedang hawanya terasa sampai di jantung dan menghitamkan perbuatan …

 

Atau mungkin kau mencari hijau, mencari warna di lambai tetumbuhan. Padahal tanah yang retak tak lagi memeluk akar. Kau terjebak dalam tandus dan kekeringan … sedang teriknya terasa sampai di darah dan menghitamkan isi hati …

 

Ah, telah jadi sunyi jiwamu yang tak selaras. Tersudutlah seutas angkuhnya … rapuh dan berdebu. Kau kehilangan banyak sentuhan dan kedekatan. Lilit temali pun pada terlepas dari kebijaksanaan palsu. Padahal dulu katamu, belajar kepada si bodoh seperti mengeluhkan dahaga kepada api, sedang guru tanpa kecintaan kepada ilmu tiada beda dengan lelaki tanpa kecemburuan …

 

Kekasih, kau terlalu sering menyajikan sajak-sajak angin, sedang kata-katamu tiada yang memijak bumi. Perilakumu pun senyap membungkus hasrat yang gaduh … mungkin matamu terhalang awan yang membelantara di langit …

 

Tetapi, kekasih … kau tetap putih di antara koyak moyak kota, di antara seloroh yang menggelar nafsu-nafsu. Kau tetap gemintang di antara kemelut yang berapi-api …

 

 

Bandung, 22 Juni 2010

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—
Advertisements

12 comments on “Kau Tetap Gemintang di Antara Kemelut Berapi-Api …

  1. jaraway says:

    hwwibntato said: Padahal dulu katamu, belajar kepada si bodoh seperti mengeluhkan dahaga kepada api, sedang guru tanpa kecintaan kepada ilmu tiada beda dengan lelaki tanpa kecemburuan …

    analogi yang unikiya juga yah

  2. hwwibntato says:

    jaraway said: analogi yang unikiya juga yah

    he he he …makanya kalau mau cendol jangan minta sama sapi, tapi minta sama oncomko … qeqeqe …kalau pengen cicak jangan minta sama fitrah, tapi minta sama ucix … he he he …

  3. nikinput says:

    hwwibntato said: Kekasih, kau terlalu sering menyajikan sajak-sajak angin, sedang kata-katamu tiada yang memijak bumi. Perilakumu pun senyap membungkus hasrat yang gaduh

    siapakah ini? 😀 *ga boleh dijawab siapa saja bisa.

  4. hwwibntato says:

    nikinput said: *ga boleh dijawab siapa saja bisa.

    berarti jawabannya enggak bisa siapa saja … he he he …

  5. nikinput says:

    hihihi. pintar berkelit, ya.

  6. hwwibntato says:

    nikinput said: hihihi. pintar berkelit, ya.

    untung dulu jarang bolos sekolah …meskipun enggak mencatat pelajaran, tapi suka pinjem catatan teman … he he he …

  7. jaraway says:

    lah.. dia marahnya kenapa?

  8. hwwibntato says:

    jaraway said: lah.. dia marahnya kenapa?

    biasa …ssssttt … hwh qwjh jqjheq *bisik-bisik takut kedenger … he he he …

  9. jaraway says:

    hahahahaa… gitu toh.. baiklah.. wikikiki

  10. hwwibntato says:

    jaraway said: hahahahaa…gitu toh.. baiklah.. wikikiki

    iya, begitu …jangan sampai ketahuan sama wartawan gosip … he he he …

  11. iTa says:

    om hend lagi galau…
    galaunya keren beud dah bahasanya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s