Menyimak Nasihat Tentang Ilmu …

Hari ini, aku menyimak sebuah nasihat klasik yang tertulis di dalam buku tua dengan halaman-halaman berwarna kuning kecokelatan. Sebuah nasihat dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiayallahu ‘anhu kepada Kumail bin Ziyyad, muridnya. Menurutku, nasihat beliau itu sangatlah sederhana, tetapi begitu agung dan sulit untuk dilakukan …

Dalam tulisan itu, Kumail bin Ziyyad berkata:

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menggenggam tanganku, lalu mengajakku ke luar menuju dataran tinggi. Ketika kami telah berada di tempat yang tinggi, Ali bin Abi Thalib pun duduk seraya menarik nafas panjang, kemudian berkata, “Wahai Kumail, sesungguhnya hati itu adalah wadah, dan sebaik-baiknya hati adalah yang paling memiliki kesadaran. Resapilah apa yang kukatakan kepadamu ini. Manusia itu terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu ulama rabbani, penuntut ilmu di atas jalan keselamatan, dan rakyat jelata yang mengikuti semua penyeru. (kelompok terakhir) akan miring bersama hembusan angin, tidak bersinar dengan cahaya ilmu, dan tidak bersandar pada pilar yang kokoh. Wahai Kumail, ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu itu menjagamu sedang kamu menjaga harta. Ilmu semakin berkembang jika diamalkan sedang harta semakin berkurang jika dikeluarkan. Wahai Kumail, mencintai ilmu adalah agama. Ilmu membuat ulama ditaati sepanjang hidupnya dan tetap dikenang sepeninggal hidupnya. Adapun kebaikan karena harta, dia akan hilang bersama hilangnya harta itu. Ilmu merupakan hakim sementara harta dibebani hukum. Wahai Kumail, para penyimpan harta itu telah mati meskipun mereka masih hidup. Adapun para ulama, mereka seakan abadi sepanjang masa. Diri mereka telah sirna, namun suri teladan mereka tetap melekat di sanubari. Sesungguhnya di sini —Ali menunjuk ke dadanya— terdapat ilmu jika aku menerimanya dengan benar.” (Kanzul ‘Umal, nomor: 29391).

 

Bandung, 21 Juni 2010
–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—
Advertisements

33 comments on “Menyimak Nasihat Tentang Ilmu …

  1. hwwibntato says:

    aftinanurulhusna said: nasihatnya, aku izin copas 😀 terima kasih

    iya, silakan Aftina …terima kasih kembali, ya …

  2. jaraway says:

    asli jadi pengen liat penerbit diponegoro *loh… hahaha

  3. hwwibntato says:

    jaraway said: asli jadi pengen liat penerbit diponegoro *loh… hahaha

    wah … ha ha ha …itu penerbit yang terbilang tua di Bandung … he he he …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s