Seperti berteduh di ruang tanpa atap, aku kuyup oleh rindu yang menggusarkan. Rindu benar-benar menjadi hujan di sebagian malam … –sepertinya kau memang menyejarah di benak zaman—

Seperti berteduh di ruang tanpa atap, aku kuyup oleh rindu yang menggusarkan. Rindu benar-benar menjadi hujan di sebagian malam … –sepertinya kau memang menyejarah di benak zaman—

Bandung, 13 September 2010

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

6 comments on “Seperti berteduh di ruang tanpa atap, aku kuyup oleh rindu yang menggusarkan. Rindu benar-benar menjadi hujan di sebagian malam … –sepertinya kau memang menyejarah di benak zaman—

  1. hwwibntato says:

    jaraway said: rindu rosul saw

    semoga Fajar termasuk yang bisa meminum air telaga beliau shalallahu ‘alaihi wassalam … amin …

  2. jaraway says:

    aamiin semoga bang hend juga..

  3. hwwibntato says:

    jaraway said: aamiinsemoga bang hend juga..

    amin, amin, amin … tak cukup hanya dengan satu kali amin …biar saya tambahkan hingga seribu amin …

  4. romantis keren abis…

  5. hwwibntato says:

    melukissejarah said: romantis keren abis…

    wah, terima kasih, Aiko …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s