Peran, Babak Demi Babaknya …

Al-Muhakah, bermain peran … mereka berpura-pura menjadi seseorang di atas panggung atau di layar-layar cahaya. Drama-drama pun dipentaskan babak demi babaknya, fragmen-fragmen yang dinukil dari kehidupan nyata atau pun karya-karya khayalan …

Di belakang panggung di belakang kamera, lelaki tak berjanggut menempelkan hiasan janggut pada dagunya … dia melingkarkan ‘imamah di kepalanya, sedang wajahnya dibedaki oleh lelaki-lelaki yang gemulai …

Babatun ba’da babatin … orang-orang pun tampil silih berganti, berjalan dengan gaya berjalan orang lain dan berbicara dengan gaya bicara orang lain …

Aku termenung membaca sabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا أُحِبّ أَنّي حَكَيْتُ إِنْسَاناً وَإِنّ لِي كَذَا وكَذَا – صحيح الترمذي ( ۲ / ٣٠٦ ) الألباني

 “Sungguh aku tak suka berbuat muhakah (menirukan), bahwa bagiku menirukan seperti ini dan seperti itu.” (Shahih at-Tirmidzi 2/306; al-Albani)

 

Bandung, 14 Juni 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—


110 comments on “Peran, Babak Demi Babaknya …

  1. tarkhiena says:

    Kalo untuk dakwah..*pecinta film,teater,dan lain2..(a.k.a. Tukang Nonton)^_^

  2. hwwibntato says:

    tarkhiena said: Kalo untuk dakwah..*pecinta film,teater,dan lain2..(a.k.a. Tukang Nonton)^_^

    setahu Mamang sih film, teater, drama, sandiwara, dll itu bukan sarana dakwah … wallahu a’lamu …*jangan-jangan kita sama-sama pecinta film, teater, dan lain2..(a.k.a Tukang Nonton) … hi hi hi …

  3. jaraway says:

    koq aku ketinggalan ya… wohoho

  4. jaraway says:

    kali ini aku bener2 ga mudheng……..=(

  5. hwwibntato says:

    jaraway said: koq aku ketinggalan ya… wohoho

    ayo, lariiiii …!*teriak dari kereta … he he he …

  6. hwwibntato says:

    jaraway said: kali ini aku bener2 ga mudheng……..=(

    “Pasti ini anak ketiduran,” gumam ibu guru …*geleng-geleng kepala … he he he …

  7. jaraway says:

    hwwibntato said: ayo, lariiiii …!*teriak dari kereta … he he he …

    wekekeke.. jadi inget tragedi ngejar kereta.. =))))kek sinetron gtu… ahahahahaha

  8. jaraway says:

    hwwibntato said: “Pasti ini anak ketiduran,” gumam ibu guru …*geleng-geleng kepala … he he he …

    pantes pendiem.. wekekekek…….

  9. jaraway says:

    ini bang nanya… lha kalo bermain peran.. kek teater gitu..tapi itu ga niruin tokoh yang ada di kehidupan nyata…ga boleh ya?*padahal fajar sering kalo ada haflah dauroh akhwat nampilin drama…..

  10. hwwibntato says:

    jaraway said: wekekeke.. jadi inget tragedi ngejar kereta.. =))))kek sinetron gtu… ahahahahaha

    sinetron yang sampai episode ratusan itu … he he he …

  11. hwwibntato says:

    jaraway said: pantes pendiem.. wekekekek…….

    menurut kabar yang saya dengar, Fajar itu memang pendiem … -kalau lagi tidur- … ha ha ha …

  12. hwwibntato says:

    jaraway said: ini bang nanya… lha kalo bermain peran..kek teater gitu..tapi itu ga niruin tokoh yang ada di kehidupan nyata…ga boleh ya?*padahal fajar sering kalo ada haflah dauroh akhwat nampilin drama…..

    Kalau menurut yang saya pahami, bermain teater itu pastilah bermain peran meskipun kita memerankan tokoh-tokoh khayalan dan berdasarkan kisah fiksi (khayalan) …bermain peran dalam drama, pastilah memerankah karakter-karakter tertentu; ada antagonis maupun protagonis … -antagonis mungkin memerankan tukang gosip, pelaku maksiat, dan lain-lain … protagonis, mungkin kita memerankan (berpura-pura) menjadi perempuan atau laki-laki shalih, menjadi da’i, dan atau menjadi mad’u yang mendengarkan da’i yang sedang berceramah, dan lain sebagainya …terkadang, dalam suatu scene (babak), kita melakukan adegan bersama lawan jenis yang bukan mahram … dulu, para ulama sangat membenci para tukang dongeng …setahu saya, drama dan sandiwara itu tidak boleh … wallahu a’lamu …

  13. jaraway says:

    hwwibntato said: Menurut Imam Nawawi, muhakah itu termasuk ghibah, yaitu ghibah dengan cara berpura-pura pincang atau tingkah laku lainnya dengan tujuan merendahkan orang yang ditirunya. Menurut Imam al-Munawi, muhakah itu menirukan gerakan seseorang dan menirukan cara bicara seseorang …

    kalimatnya Imam Nawawi gimana Bang?*fajar masih ngganjel untuk hal ini Bang.. asli deh

  14. hwwibntato says:

    jaraway said: kalimatnya Imam Nawawi gimana Bang?*fajar masih ngganjel untuk hal ini Bang.. asli deh

    *maaf lama jawabnya … berguru dulu … ha ha ha …قَالَ النَّوَوِيُّ : وَمِنَ الْغِيبَةِ الْمُحَرَّمَةِ الْمُحَاكَاةُ بِأَنْ يَمْشِيَ مُتَعَارِجًا أَوْ مُطَأْطِئَ رَأْسِهِ أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْهَيْئَاتِImam an-Nawawi berkata, “Dan termasuk ghibah yang diharamkan adalah al-muhakah (meniru-nirukan) tingkah laku seseorang dengan cara menirukan cara berjalannya yang pincang atau dengan membungkuk-bungkukkan badan, atau tingkah laku lainnya dengan tujuan merendahkan orang lain dengan perbuatan itu.” (al-Adzkar an-Nawawiyah; http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&TOCID=1747&BookID=37&PID=4791)Di halaman lain beliau berkata:ومن ذلك المحاكاة بأن يمشي متعارجاً أو مُطَأْطِئاً … فكلُّ ذلك حرام بلا خلاف Dan termasuk dari al-muhakah itu berjalan dengan berpura-pura pincang atau membungkukkan badan … semua itu haram hukumnya tanpa ada khilaf … (al-Adzkar an-Nawawiyah).Beliau juga berkata dalam halaman lainnya:فأما الغيبة‏:‏ فهي ذكرُك الإِنسانَ بما فيه مما يكره، سواء كان في بدنه أو دينه أو دنياه، أو نفسه أو خَلقه أو خُلقه، أو ماله أو ولده أو والده، أو زوجه أو خادمه أو مملوكه، أو عمامته أو ثوبه، أو مشيته وحركته وبشاشته، وخلاعته وعبوسه وطلاقته، أو غير ذلك مما يتعلق به، سواء ذكرته بلفظك أو كتابك، أو رمزتَ أو أشرتَ إليه بعينك أو يدك أو رأسك أو نحو ذلك‏.‏ أما البدن فكقولك‏:‏ أعمى أعرج أعمش أقرع، قصير طويل أسود أصفر‏.‏ وأما الدِّيْنُ فكقولك‏:‏ فاسق سارق خائن، ظالم متهاون بالصلاة، متساهل في النجاسات، ليس بارّاً بوالده، لا يضعُ الزكاة مواضعَها، لا يجتنبُ الغيبة‏.‏ وأما الدنيا‏:‏ فقليلُ الأدب، يتهاونُ بالناس، لا يرى لأحد عليه حقاً، كثيرُ الكلام، كثيرُ الأكل أو النوم، ينامُ في غير وقته، يجلسُ في غير موضعه، وأما المتعلِّق بوالده فكقوله‏:‏ أبوه فاسق، أو هندي أو نبطي أو زنجي، إسكاف بزاز نخاس نجار حداد حائك‏.‏ وأما الخُلُق فكقوله‏:‏ سيء الخلق، متكبّر مُرَاء، عجول جبَّار، عاجز ضعيفُ القلب، مُتهوِّر عبوس، خليع، ونحوه‏.‏ وأما الثوب‏:‏ فواسع الكمّ، طويل الذيل، وَسِخُ الثوب ونحو ذلك، ويُقاس الباقي بما ذكرناه‏.‏ وضابطُه‏:‏ ذكرُه بما يكره‏”Adapun ghibah, yaitu apabila kamu menyebut seseorang dengan apa yang tidak disukainya. Sama saja bagimu apakah (hal itu menyangkut) tubuhnya, agamanya, dunianya, jiwanya, fisiknya, akhlaknya, hartanya, anaknya, orang tuanya, istrinya, pembantunya, budaknya, sorbannya, pakaiannya, cara berjalannya, gerakannya, senyumnya, mukanya yang masam, atau yang selainnya dari perkara-perkara yang menyangkut diri orang tersebut. Sama juga jika kamu menyebut tentang orang tersebut dengan ucapan bibirmu (lisanmu) ataupun dengan tulisanmu, atau juga melalui tanda dan isyarat matamu, atau juga dengan tanganmu, atau juga kepalamu dan yang semisalnya. Adapun ghibah yang menyangkut badan seseorang misalnya engkau mengatakan bahwa si Fulan buta, atau pincang, picak, botak, pendek, tinggi, hitam, dan lain-lainnya.Ghibah yang berkaitan dengan agama, misalnya kamu mengatakan bahwa si Fulan itu fasik, atau pencuri, pengkhianat, zalim, meremehkan shalat, bermudah-mudah dalam perkara najis, tidak berbuat baik pada orang tuanya, tidak memberikan zakat pada tempatnya, tidak menjauhi ghibah, dan lain-lain.Ghibah yang menyangkut urusan dunia seseorang, misalnya kamu mengatakan bahwa si Fulan kurang adabnya, meremehkan manusia, tidak memandang ada orang yang punya hak terhadapnya, banyak bicara, banyak makan dan tidur, tidur bukan pada waktunya, duduk tidak pada tempatnya, dan lain-lain.Ghibah yang bersangkutan dengan orang tuanya, misalnya kamu mengatakan bahwa si Fulan itu ayahnya fasik. Atau mengatakan dengan nada merendahkan bahwa si Fulan anaknya tukang sepatu, anaknya penjual kain, anaknya tukang kayu, anaknya pandai besi, anaknya orang sombong, dan lain-lainnya.Ghibah yang menyangkut akhlak, misalnya engkau mengatakan bahwa si Fulan jelek akhlaknya, sombong, ingin dilihat bila beramal (riya), sifatnya tergesa-gesa, lemah hatinya, dan lain-lain.Ghibah yang berkaitan dengan pakaian seseorang, misalnya engkau mengatakan bahwa si Fulan lebar kerah bajunya, bajunya kepanjangan, dan lain-lain. (al-Adzkar an-Nawawiyah)**Namun, dalam hal ini, tentu saja Imam an-Nawawi tidaklah sedang membicarakan masalah sandiwara atau drama atau teater … wallahu a’lamu …

  15. nikinput says:

    wah, banyak banget yang termasuk ghibah, ya. berarti acara parodi di teve juga ghibah, ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s