Tentang Pintu Menuju Api …

Aku mendapati buku berisi tulisan tanganmu di salah satu sudut ruang yang sebelumnya tak terjamah oleh pencarianku. Ada banyak majas yang kau tuliskan di situ, majas-majas yang sebagiannya telah kau ajarkan kepadaku, juga tamsil-tamsil tentang harapan dan rasa takut. Adapun cinta, kau menuliskannya sebanyak kebencian yang kau terima … bahkan lebih banyak lagi …

 

Betapa ingin menambahkan catatan kaki untuk setiap aksen pada tulisanmu, namun air mataku telah lebih dulu memenuhi bagian bawah helai-helai bukumu sebelum tinta dari mata penaku menempatinya. Setidaknya, aku telah menandai penjelasanmu tentang dua pintu kebinasaan, yakni dua pintu menuju api yang membinasakan dan menistakan setiap kesombongan …

 

Kau menuliskan kata syubhat untuk pintu pertama, pintu kesamaran yang mengaburkan pandangan hati dan menjadikan mata hati memandang  bid’ah sebagai sunnah. Ada ungkapan yang kau coretkan tentangnya:

 

Cacat itu pada kerucut mata jika ahmar terlihat buram, mata hati yang sakit menghadiahkan bunga kepada orang yang mati …

 

Adapun pintu kedua, telah kau garis bawahi kata syahwat untuknya, yakni pintu nafsu dan kecenderungan, juga pintu hasrat dan perilaku cinta yang tak absah …

 

Aku tahu dengan pengetahuan yang yakin bahwa kau tak mungkin lagi hadir di sini setelah kedua tanganku ikut menimbunkan tanah kuburmu hingga membukit seperti punuk unta setinggi jengkal tanganku. Akan tetapi, apa yang dulu kau sampaikan kepadaku lewat lisan dan tulisanmu seakan-akan tetap berlalu-lalang dalam benak sadarku …

 

*semoga Allah merahmati ayahku …

Bandung, 7 Juli 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements

115 comments on “Tentang Pintu Menuju Api …

  1. nurfirman40 says:

    weee……salam yaa mas hendra………asyik banget…buka aja MP lalu membaca coretan ini kageeennnnn banget sama masukan nya mas…………hee hee heeee

  2. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: weee……salam yaa mas hendra………asyik banget…buka aja MP lalu membaca coretan ini kageeennnnn banget sama masukan nya mas…………hee hee heeee

    wah, Firman ke mana saja?dunia mp menjadi sepi tanpa kehadiran gerombolan semut … he he he …

  3. nurfirman40 says:

    hwwibntato said: wah, Firman ke mana saja?dunia mp menjadi sepi tanpa kehadiran gerombolan semut … he he he …

    weiiiiiiiiii…Mas Hendra bisa aja……semut lagi ke gunung mencari api…..hee heee heee

  4. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: weiiiiiiiiii…Mas Hendra bisa aja……semut lagi ke gunung mencari api…..hee heee heee

    wah, benar-benar semut pemberani …biasanya semut takut api … he he he …

  5. nurfirman40 says:

    hwwibntato said: wah, benar-benar semut pemberani …biasanya semut takut api … he he he …

    jiahhhhhhhh…mas masa ah….kan ada yg namanya semut api……nah semut nya gak takut api dong………..

  6. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: jiahhhhhhhh…mas masa ah….kan ada yg namanya semut api……nah semut nya gak takut api dong………..

    oh iya betul …semut api itu mencari gula api juga … he he he …

  7. nurfirman40 says:

    ha ha ha……ada ada aja sih mas……….lucu deh…….

  8. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: ha ha ha……ada ada aja sih mas……….lucu deh…….

    ha ha ha …*tersenyum kepada semut api … he he he …

  9. yasirbuhani says:

    syubhat dan syahwat…emm..persis ungkapan Ibnul Qayyim sang ahli jiwa berabad-abad silam.

  10. hwwibntato says:

    yasirbuhani said: syubhat dan syahwat…emm..persis ungkapan Ibnul Qayyim sang ahli jiwa berabad-abad silam.

    semoga Allah merahmati Ibnul Qayyim …dan semoga Allah memberkahimu, teman …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s