Kau lembut seperti lumut, merintis lengas di keringnya pemikiranku, melapukkan kerasnya perangai dan aksaraku …

Kau lembut seperti lumut, merintis lengas di keringnya pemikiranku, melapukkan kerasnya perangai dan aksaraku …

 

Bandung, 30 September 2011

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

Meniriskan Kuyup …

Pasang bulan sesal itu di bulat matamu. Kuyakin beningnya merembah seperti getah kayu damar yang kau toreh. Aku mengatup bibir di bawah candra yang purnama, memenjara serapahku yang ditiup marah, lalu memilih duduk bertongkat lutut sambil meniriskan kuyup dari patahan hati yang kau rencah …

 

Dis, seruah jarak aku melaungmu, namun kau abai dari lukaku …

Bandung, 28 september 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Ringkai …

Kau bersambang dengan hati bersuluk tasawuf. Tak ada yang kudengar darimu selain mersik khayalmu yang melafalkan rajah-rajah orang yang mabuk. Tahafut-lah makrifatmu sebagaimana akal para pengusung falasifah. Kelam dan menyesatkan …

 

Aku berkata, “Kau dan cinta, wahai Sufi! Tiada beda ibarat gagak dan bangkai! Berapa lama kau meringkaikan jantungmu dari basahnya ilmu? Begitu kabur arah mata angin di kegelapan manhaj-mu, sementara dahaga itu nyaris membinasakan akalmu!”

 

Bandung, 25 september 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—