Aku membaca riwayat tangis para khalifah yang berjalan di atas dunia. Pedang-pedang mereka serupa kunci yang membuka pintu-pintu dunia di bawah mata hati yang tak henti mencandrakan akhirat. Kini kutahu, masa depan bukanlah dunia yang kubangun, melainkan akhirat selepas kematianku …

Aku membaca riwayat tangis para khalifah yang berjalan di atas dunia. Pedang-pedang mereka serupa kunci yang membuka pintu-pintu dunia di bawah mata hati yang tak henti mencandrakan akhirat. Kini kutahu, masa depan bukanlah dunia yang kubangun, melainkan akhirat selepas kematianku …

Bandung, 11 Oktober 2011

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

98 comments on “Aku membaca riwayat tangis para khalifah yang berjalan di atas dunia. Pedang-pedang mereka serupa kunci yang membuka pintu-pintu dunia di bawah mata hati yang tak henti mencandrakan akhirat. Kini kutahu, masa depan bukanlah dunia yang kubangun, melainkan akhirat selepas kematianku …

  1. Waktu membayangkan masa depan, beda rasanya antara menganggap itu sebagai masa depan dunia dan masa depan akhirat.

  2. hwwibntato said: ada-ada saja

    emang ada apa sih k hendra?? qeqeqe..

  3. hwwibntato says:

    aftinanurulhusna said: Waktu membayangkan masa depan, beda rasanya antara menganggap itu sebagai masa depan dunia dan masa depan akhirat.

    ya, beda sekali … he he he …masa depan dunia adalah kehancuran, sedangkan masa depan akhirat adalah keabadian …

  4. hwwibntato says:

    melukissejarah said: emang ada apa sih k hendra?? qeqeqe..

    qeqeqe …ada Aiko … he he he …

  5. ninasekai says:

    soooooooo good…sooooooo bermaknaaaaa……Maksa mataku ngeliat n mbaca berkali-kali dulu sampe puas sebelum tangan ini berhasil bergerak buat nulis komen, hehe…

  6. hwwibntato says:

    ninasekai said: soooooooo good…sooooooo bermaknaaaaa……Maksa mataku ngeliat n mbaca berkali-kali dulu sampe puas sebelum tangan ini berhasil bergerak buat nulis komen, hehe…

    wah, so happy dengan kunjunganmu ini … terima kasih terima kasih, Nina … he he he …

  7. albruniy says:

    Bismillah…Pada suatu hari Rasululloh Shollallahu “alaihi wassallaam., lewat di pasar melalui bagian atas. Orang banyak mengikuti beliau di kiri dan di kanan. Beliau bertemu dengan bangkai seekor anak kambing yang kecil kedua telinganya (cacat) Lalu dihampiri dan diambilnya anak kambing pada telinganya. Kata beliau, “Siapakah diantara kamu yang suka membeli ini dengan satu dirham?” Jawab mereka, “Kami tidak suka sedikitpun juga. Untuk apa bagi kami”. Tanya beliau, “Sukakah kamu diberi dengan cuma-cuma?” Jawab mereka, “Sekalipun dia hidup kami tidak akan mau, karena anak kambing itu bercacat. Kedua telinganya kecil. Apalagi dia sudah menjadi bangkai”. Sabda Rasululloh Shollallahu alaihi wassallaam., “Demi Alloh, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Alloh Ta’ala dari pada anggapanmu terhadap bangkai ini”. (HR.Muslim 4:386)… wahai sobatku…sedangkan setiap yang bernyawa akan didatangi kematian…kematian adalah penghancur kenikmatan dunia…pembungkam kemaksiatan yang tak bisa ditawar…bukankah masa depan bukanlah dunia yang kita bangun, melainkan akhirat selepas kematian kita ya sobat..sementara kematian itu datang pd saat kita tak berbekal? ….kullu nafsiin dzaa ‘iqotul mauti tsumma ilaynaa turja”uun, setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan (QS.Al-‘Ankabut 57) WaAllahu a’lam

  8. hwwibntato says:

    albruniy said: Bismillah…Pada suatu hari Rasululloh Shollallahu “alaihi wassallaam., lewat di pasar melalui bagian atas. Orang banyak mengikuti beliau di kiri dan di kanan. Beliau bertemu dengan bangkai seekor anak kambing yang kecil kedua telinganya (cacat) Lalu dihampiri dan diambilnya anak kambing pada telinganya. Kata beliau, “Siapakah diantara kamu yang suka membeli ini dengan satu dirham?” Jawab mereka, “Kami tidak suka sedikitpun juga. Untuk apa bagi kami”. Tanya beliau, “Sukakah kamu diberi dengan cuma-cuma?” Jawab mereka, “Sekalipun dia hidup kami tidak akan mau, karena anak kambing itu bercacat. Kedua telinganya kecil. Apalagi dia sudah menjadi bangkai”. Sabda Rasululloh Shollallahu alaihi wassallaam., “Demi Alloh, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Alloh Ta’ala dari pada anggapanmu terhadap bangkai ini”. (HR.Muslim 4:386)… wahai sobatku…sedangkan setiap yang bernyawa akan didatangi kematian…kematian adalah penghancur kenikmatan dunia…pembungkam kemaksiatan yang tak bisa ditawar…bukankah masa depan bukanlah dunia yang kita bangun, melainkan akhirat selepas kematian kita ya sobat..sementara kematian itu datang pd saat kita tak berbekal? ….kullu nafsiin dzaa ‘iqotul mauti tsumma ilaynaa turja”uun, setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan (QS.Al-‘Ankabut 57) WaAllahu a’lam

    betul sekali, sobat …sungguh pengingat yang sangat dalam …jazakallahu khairan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s