Ayah Lupa Sehingga Kita pun Lupa …

Seribu tahun usia ayah kita ditetapkan, namun cahaya di wajah Dawud yang menakjubkan telah membuat ayah merelakan empat puluh tahun dari usianya untuk keturunan Israil yang mulia itu. Kemudian ayah turun ke bumi, ia menjalani kehidupan sambil menghitung sendiri usia yang dilewatinya. Seribu tahun perjalanan, itulah kurun waktu yang selalu tertera dalam ingatan ayah …

Suatu hari, Maut datang menemui ayah di tahun kehidupan yang ke sembilan-ratus-enam-puluh. Penuai ruh itu mengatakan bahwa waktu kepulangan ayah telah tiba. Tentu saja ayah mengingkari ucapan Maut. Menurut ayah, seribu tahun perjalanan untuknya itu belum lagi tergenapkan. Ah, ayah telah lupa tentang empat puluh tahun yang diberikannya kepada Dawud. Sungguh ayah telah lupa sehingga kita pun lupa, ayah mengingkari sehingga kita pun mengingkari …

***

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

فَجَحَدَ ذَلِكَ فَجَحَدَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَنَسِيَ فَنَسِيَتْ ذُرِّيَّتُهُ

 “Adam mengingkari sehingga keturunannya pun mengingkari, dan Adam lupa sehingga keturunannya pun lupa.” (H.R al-Hakim dan at-Tirmidzi; Shahih al-Jami’ no. 5209, al-Albani)

Bandung, 17 Oktober 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

80 comments on “Ayah Lupa Sehingga Kita pun Lupa …

  1. hwwibntato says:

    jaraway said: dah sadar belum Bang?*kabuuuuuuuuuurrrrrrr

    itu, yang pingsan kan si M0m0n … he he he …*ikut kabuuuurrrr …

  2. aisya211 says:

    hwwibntato said: ayo segera Aisya temukan kata-kata itu … he he he …

    LOL!!! Aduh, Hendra …

  3. hwwibntato says:

    aisya211 said: LOL!!! Aduh, Hendra …

    wah, kenapa tertawa? ayo segera dipostingkan kata-kata yang Aisya temukan itu … he he he …

  4. aisya211 says:

    hwwibntato said: ayo segera dipostingkan kata-kata yang Aisya temukan itu

    hehehehe … 🙂

  5. aisya211 says:

    hwwibntato said: ayah telah lupa tentang empat puluh tahun yang diberikannya kepada Dawud. Sungguh ayah telah lupa sehingga kita pun lupa, ayah mengingkari sehingga kita pun mengingkari …

    bukan mengingkari akan sisa bilangan,kealpaan masa memadamkan memoriakan 40 tahun yang diberikanakibat hati terpaut pada kecantikan …demi masa manusia kerugian,sering terlewat dalam pencarianmaka sisa 40 tahun menjadi sekatanmanusia mula lupa akan janjinya …

  6. hwwibntato says:

    aisya211 said: bukan mengingkari akan sisa bilangan,kealpaan masa memadamkan memoriakan 40 tahun yang diberikanakibat hati terpaut pada kecantikan …demi masa manusia kerugian,sering terlewat dalam pencarianmaka sisa 40 tahun menjadi sekatanmanusia mula lupa akan janjinya …

    Akhirnya Aisya temukan kata-kata yang tersembunyi itu …awas, jangan sampai lupa lagi menaruh kata-katamu, ya … he he he …

  7. yusufruh says:

    Memang kecintaan manusia terhadap dunia membuat kita lupa, seakan-akan hidup kita di dunia ini akan selama-lamanya. Sehingga kita disibukkan dengan segala urusan kenikmatan dunia yang semu dan terasa tidak ada habisnya. Kita baru tersadar akan maut yang pasti datang tiba-tiba manakala Allah.Swt memberi kita sakit. Semoga Allah.Swt,mentakdirkan kita termasuk orang-orang yang beruntung. Amiin.

  8. hwwibntato says:

    yusufruh said: Memang kecintaan manusia terhadap dunia membuat kita lupa, seakan-akan hidup kita di dunia ini akan selama-lamanya. Sehingga kita disibukkan dengan segala urusan kenikmatan dunia yang semu dan terasa tidak ada habisnya. Kita baru tersadar akan maut yang pasti datang tiba-tiba manakala Allah.Swt memberi kita sakit.Semoga Allah.Swt,mentakdirkan kita termasuk orang-orang yang beruntung. Amiin.

    betul sekali, teman … he he he …langsung menunduk dengan nasihat yang bagus darimu ini …jazakallahu khairan …

  9. aisya211 says:

    yusufruh said: Sehingga kita disibukkan dengan segala urusan kenikmatan dunia yang semu dan terasa tidak ada habisnya. Kita baru tersadar akan maut yang pasti datang tiba-tiba manakala Allah.Swt memberi kita sakit.

    Benar skali & semoga dgn coretan2 spt ini drpd Hendra serta teman2 yg lain menjadikan kita hambaNYA yg alpa, pelupa …

  10. hwwibntato says:

    aisya211 said: Benar skali & semoga dgn coretan2 spt ini drpd Hendra serta teman2 yg lain menjadikan kita hambaNYA yg alpa, pelupa …

    semangat … he he he …

  11. aisya211 says:

    Maaf tersilap!!!! Aduh … ni gara2 pening kepala, demam, Hendra! Maksud aisya …semoga coretan2 spt ini drpd Hendra & teman yg lain menjadikan kita hambaNYA yg TIDAK alpa atau pelupa! Astagfirullah … ya Allah … ampuni kesilapanku!!!Maaf ya, Hendra & juga yg lain …

  12. hwwibntato says:

    aisya211 said: semoga coretan2 spt ini drpd Hendra & teman yg lain menjadikan kita hambaNYA yg TIDAK alpa atau pelupa! Astagfirullah … ya Allah … ampuni kesilapanku!!!

    nah, kalau yang ini saya aminkan … he he he …آمين

  13. azfiamandiri says:

    Tersebut lah : “ Suatu ketika Malaikat Maut datang dan bercakap-cakap dengan Nabi Daud as. Syahdan, sampai lah di akhir pertemuan: “Wahai, Malaikat Maut, sudikah bila ajal ku telah dekat,kau kirimkan utusan kepadaku. Malaikat Maut berkata “ baiklah , akan ku kirm ia sebagai peringatan bagimu agar bersiiap-siap menghadapinya.Selang bertahun-tahun berlalu , Malaikat Maut datang untuk mencabut nyawa nya. Maka, dengan penuh keheranan beliau bertanya:”mengapa kau tidak mengirmkan utusan sebagai mana yang ku pinta dulu” Malaikat menjawab : ” wahai, Daud, sebenarnya kami telah mengirim utusan kepadamu, bahkan lebih banyak dari yang engkau pinta . Tubuh mu yang dulu kuat kini telah renta adalah utusan bagimu, rambutmu yang dulu hitam mengkilat kini menjadi putih beruban adalah utusan bagimu, gigimu yang yang dulu rapih berjajar kini telah rontok satu persatu adalah utusan bagimu, penglihatan mu yang dulu tajam kini telah perlahan kabur adalah utusan bagimu,.. begitu banyak kami mengutus utusan kepadamu, namun engakau tak pernah memperhatikannya. Maka, terimalah bahwa hari ini adalah saat kematianmu . Maka Nabi Daud pun pasrah dan bertawakkal kepada-Nya. Wallohu ‘alam, Alhadits. ( Mungkin ada sobat ada yg lebih tahu ceritanya,mohon share . Syukron !)

  14. hwwibntato says:

    azfiamandiri said: Tersebut lah :“ Suatu ketika Malaikat Maut datang dan bercakap-cakap dengan Nabi Daud as. Syahdan, sampai lah di akhir pertemuan: “Wahai, Malaikat Maut, sudikah bila ajal ku telah dekat,kau kirimkan utusan kepadaku. Malaikat Maut berkata “ baiklah , akan ku kirm ia sebagai peringatan bagimu agar bersiiap-siap menghadapinya.Selang bertahun-tahun berlalu , Malaikat Maut datang untuk mencabut nyawa nya. Maka, dengan penuh keheranan beliau bertanya:”mengapa kau tidak mengirmkan utusan sebagai mana yang ku pinta dulu”Malaikat menjawab : ” wahai, Daud, sebenarnya kami telah mengirim utusan kepadamu, bahkan lebih banyak dari yang engkau pinta . Tubuh mu yang dulu kuat kini telah renta adalah utusan bagimu, rambutmu yang dulu hitam mengkilat kini menjadi putih beruban adalah utusan bagimu, gigimu yang yang dulu rapih berjajar kini telah rontok satu persatu adalah utusan bagimu, penglihatan mu yang dulu tajam kini telah perlahan kabur adalah utusan bagimu,.. begitu banyak kami mengutus utusan kepadamu, namun engakau tak pernah memperhatikannya. Maka, terimalah bahwa hari ini adalah saat kematianmu . Maka Nabi Daud pun pasrah dan bertawakkal kepada-Nya.Wallohu ‘alam, Alhadits.( Mungkin ada sobat ada yg lebih tahu ceritanya,mohon share . Syukron !)

    riwayat siapakah ini, teman?kalau boleh saya minta riwayat dari hadits ini … he he he …

  15. albruniy says:

    ikut membaca dan merenungi….Suatu hari, Maut datang menemui ayah di tahun kehidupan yang ke sembilan-ratus-enam-puluh. Penuai ruh itu mengatakan bahwa waktu kepulangan ayah telah tiba. Tentu saja ayah mengingkari ucapan Maut. Menurut ayah, seribu tahun perjalanan untuknya itu belum lagi tergenapkan. Ah, ayah telah lupa tentang empat puluh tahun yang diberikannya kepada Dawud. Sungguh ayah telah lupa sehingga kita pun lupa, ayah mengingkari sehingga kita pun mengingkari …trims sobat…jazaakallahu khoiron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s