Bukan Review untuk “Jejak-Jejak yang Terserak”

 

Penulis   : Rifki
Ukuran    : 14 X 21
Kertas     : HVS 70
Halaman : x + 191
Cover      : Softcover
ISBN       : 978-979-762-103-2

 

 

Rifki tak hanya menandai jalan-jalan yang dilaluinya dengan tapak kaki semata, tetapi juga dengan coretan-coretan yang berisi renungan, pemikiran, dan puisi. Jejak-jejak kakinya memang berserak di sana-sini, namun pemaknaan atas fragmen-fragmen kehidupan yang dijalaninya tersusun dengan rapi dan indah.

 

Saya menyukai buku lelaki betawi ini, bab demi babnya, judul demi judulnya. Ada lima-puluh-enam judul yang ditulisnya untuk delapan bab yang dibuatnya. Isinya tentu saja sesederhana dan serumit kehidupan kita, namun Rifki menghiasinya dengan argumen-argumen kesadaran yang positif.

 

Simaklah judul-judul dan ucapan yang Rifki tuliskan dalam fragmen-fragmen kehidupannya:

 

Berkata Karena Perlu, Bukan Hanya Karena Mau (hal. 57)

 

Karena Tak Semua yang Kita Ucapkan, Kita Inginkan (hal. 54)

 

Selagi masih ada kesempatan, suapilah si kecil sepenuh hati sebelum ia malu menerima suapan dari tangan kita …. Peluklah dengan kehangatan cinta, sebelum si kecil merasa risih diperlakukan demikian. (Hal. 156)

 

Saya katakan, Rifki mengajak kita melalui tulisan-tulisannya yang barfaidah ini –dan dengan judul-judulnya yang baik- untuk membangun kesadaran dan bertindak bijaksana, untuk belajar dan peduli.

Sayangnya –harus saya katakan, penerbitan buku ini tidak dikerjakan dengan baik dan matang. Tampaknya, penulis melupakan tiga orang yang sangat penting dalam penerbitan sebuah buku, yaitu editor, penata letak, dan penyelaras aksara. Tak heran jika selama membaca, saya disuguhi dengan editing yang buruk, tata letak yang buruk, dan aksara-aksara yang tak selaras.

Saya sarankan kepada penulis untuk menghubungi ahlinya pada edisi/cetakan berikutnya dari buku ini. Saya teringat kepada para ahli di bidang itu (editor, penata letak, dan penyelaras aksara)di dunia multiply ini, yaitu Novi (http://nikinput.multiply.com) dan Novi (http://akunovi.multiply.com). Dua orang dengan nama yang sama … he he he …  

 

 

Bandung, 4 November 2011

 

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements