Dua Hal yang Merembah, Dua Jejak yang Membekas …

Aku berjalan di salah satu tepian siang yang dingin, mencakah mencari kelembutan hati melewati kalakanji yang meredam suara langkahku. Perdu-perdu liar yang pemalu tampak berkelompok-kelompok di sepanjang tepi-jalan-setapak yang kulalui …

“Putri-putri yang pemalu,” batinku. Daun-daun sirip mereka yang menawan langsung menguncup saat terlanggar sandal kulitku. Hijau dan ungu warna mereka …

Aku melambatkan langkah di depan maqbarah yang senyap, mengucapkan salam kepada para penghuni dunia barzakh sambil menanggalkan sandal sebelum berjalan di antara rumah-rumah kaum yang mati. Tubuhku menggeligis menjenaki kubur-kubur bisu, menggeletar berselubung khasyah dan bersimbah pikiran tentang maut dan akhirat. Aku menekuri diri sambil mengenang para fulan dan fulanah, mengenang kaum kerabat yang mendahuluiku ke manzil akhirat yang pertama –semoga Allah mengampuni dan menyayangi mereka …

Berteman bayang-bayang-diri aku berbalik ke jalan setapak yang tadi kulalui, menginjak-injak lagi kemuncup dan putri-putri-malu sambil mengingat-ingat nasihat yang pernah kau sampaikan kepadaku dahulu …

“Kubur itu penasihat yang bisu,” katamu lirih, sementara matamu berkaca-kaca. “Dia mengingatkan kita tanpa suara dan ucap kata.”

Aku menyeka air yang mengering di bawah mataku, membuka lagi catatan-catatan pelajaran yang tak mampu kusulam dalam ingatan. Aku mencari dalil-dalil tentang kubur dan riwayat tangis Dzun Nurain, namun mataku terpaku pada riwayat sabda yang menggetarkan hati …

لَيْسَ شَيْءٌ أحَبّ إلى الله مِنْ قَطْرَتَيْنِ وأثَرَيْنِ: قَطْرَة من دُمُوعٍ في خَشْيَةِ الله، وقَطْرَة دمٍ تُهْرَاقُ في سَبيلِ الله، وأمّا الأثَرَانِ فَأَثَرٌ في سَبيلِ الله وأثَرٌ في فَرِيضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ الله  رواه الترمذي، وصححه الألباني في صحيح الترمذي  1363

“Tiada sesuatu pun yang lebih Allah cintai dibandingkan dengan dua hal yang merembah dan dua jejak yang membekas, tetes air mata yang mengalir karena takut kepada Allah dan tetes darah yang mengucur di jalan Allah. Adapun kedua jejak yang membekas adalah jejak di jalan Allah dan jejak dalam menjalankan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan Allah.” (HR. at-Tirmidzi, disahihkan oleh al-Albani dalah Shahih at-Tirmidzi 1363)

 

 وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ (١٢)

dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan jejak-jejak yang mereka tinggalkan, dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata. (QS. Yasin: 12)

Aku menangis merenungi jejak-jejak yang memang harus kusesali, namun tak mau kehilangan asa untuk menikmati air telaga dengan cangkir-cangkir sebanyak bintang di langit …

 

Bandung, 21 November 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements

97 comments on “Dua Hal yang Merembah, Dua Jejak yang Membekas …

  1. hwwibntato says:

    embunpagi2023 said: Insya Allah……terimakasih untuk pengingat yang indah ini Mas Hen……

    insya Allah, Bunda …dan terima kasih kembali …semoga Allah memberkahi Bunda …

  2. hwwibntato says:

    ipie said: hiks iya… padahal saya sangat mencintai alam…

    bagus sekali … he he he …

  3. jaraway says:

    ini putri malu2in hadir *eh ahahaha

  4. hwwibntato says:

    jaraway said: ini putri malu2in hadir *ehahahaha

    ha ha ha …buang sufiks -in dari kata malu-malu itu …cukup dengan malu-malu saja … he he he …

  5. ivandiwijaya says:

    berasa disentil neh. benar, kelak kita akan kembali pada-Nya 😀

  6. ninasekai says:

    hadhuh….jadi penasaran….Mr. Hwwibntatohwwibntato juga nerbitin buku or novel nggak, ya? hehe… Tulisannya oke-oke loh… 😀

  7. hwwibntato says:

    ivandiwijaya said: berasa disentil neh. benar, kelak kita akan kembali pada-Nya 😀

    semoga kita kembali dalam keadaan yang berserah diri … aamiin …

  8. hwwibntato says:

    ninasekai said: hadhuh….jadi penasaran….Mr. Hwwibntatohwwibntato juga nerbitin buku or novel nggak, ya? hehe…Tulisannya oke-oke loh… 😀

    wah, ucapanmu saya anggap sebagai pujian, Nina …terima kasih, ya …semoga Allah menutupi aib-aib saya …

  9. ipie says:

    hwwibntato said: bagus sekali … he he he …

    terimakasih kang

  10. hwwibntato says:

    ipie said: terimakasih kang

    sawangsulna, Ipie … he he he …

  11. imazahra says:

    I miss your poetic writing then decided to come here… and suddenly realized that you just erased me from your contact list.It’s OK, that’s your full choice 🙂

  12. imazahra says:

    Indah, seperti tulisan Kang Hendra selama ini dan mengingatkan dengan halus, seperti karaktermu yang halus.Well written, Kang! :-)*aku tak kuasa untuk tidak membubuhkan komenku di sini, maafkan aku ya*

  13. hwwibntato says:

    imazahra said: I miss your poetic writing then decided to come here… and suddenly realized that you just erased me from your contact list.It’s OK, that’s your full choice 🙂

    terima kasih, Mbak Imazahra …ini akun saya yang baru … he he he …*saya sudah meng-add Mbak Ima lagi sekarang …

  14. hwwibntato says:

    imazahra said: *aku tak kuasa untuk tidak membubuhkan komenku di sini, maafkan aku ya*

    saya senang sekali Mbak Imazahra berkomen di sini …terima kasih, Mbak Imazahra …

  15. imazahra says:

    hwwibntato said: ini akun saya yang baru …

    Oooh, gitu ya?’Afwan kalau gitu, sudah menyangka dihapus segala, hihihi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s