Membatinkan Cita untuk Bercerita kepada Anak-Anakku …

Ingin kukisahkan kepada anak-anakku tentang kerelaan hati Hajar Ummu Isma’il, ibu dari anak-anak air langit. Ia berjuang mencari wahah di padang gersang sebelum mendapati malaikat yang mengais-ngais tanah dengan sayapnya. Ingin kukabarkan kepada mereka tentang Jurhum dan burung yang mengitari langit di padang tandus, juga tentang tiga tanah suci di muka bumi …

 ***

 

Ini tentang kisah-kisah terbaik yang dulu kauceritakan di masjid-tanpa-mihrab selepas kutuntaskan zikir fajarku. Para pengunjung subuh telah mengusai dan bersarak pulang ketika kau memulai kata dengan khutbah al-hajah. Begitu jelas kudengar lisanmu berkata-kata, lugas beriwayat menuturkan jalan cerita, fasih mengiringi matahari yang meniti garis waktu hingga kau berhenti di titik asar sebelum azan dan ikamah disuarakan oleh muazin kami. Seingatku, tak ada saat yang menawarkan jeda selain zuhur yang kita tunaikan dalam barisan di bawah mendung. Adapun asar, ia kutegakkan dengan kesucian wudu yang telah kuambil di waktu zawal …

Ah, aku mengenangkan majelismu di masa lalu, membangkitkan kembali ingatan tentang kisah-kisah yang seakan-akan meluncur seperti tombak yang melesapkan aum kegelisahan singa. Aku membayangkan lagi kalimat-kalimat panjang di pelintasan siang yang mempertemukan kita dengan al-bardain, kedua birai siang yang sejuk atau apa yang kausebut dengan fajar yang disaksikan dan asar yang ditegaskan. Tak kusangkal bahwa kantuk kerap membebani kelopak mataku kala itu, tetapi telah kuyakinkan bahwa ia tak cukup kuat untuk mengalahkan keinginanku menyimak kisah-kisah yang kauambil dari riwayat-riwayat dengan rantai sanad yang terjaga …

 

Kemarin, aku membuka lagi ayat-ayat yang dulu kaubacakan kepadaku:

 

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا

 Demikianlah Kami kisahkan kepadamu sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan. (QS. Thaha: 99)

 

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا اللَّهُ

 Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah (QS. Ali ‘Imran: 62)

 

وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ

 Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. (QS. Hud: 120)

 

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

 Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. al-A’raf: 176)

 

Kini, aku menggugah asa bertemankan jiwa yang menyesali diri, membatinkan cita untuk bercerita –insya Allah– kepada anak-anakku kelak tentang kisah-kisah yang benar dan meneguhkan hati. Kisah-kisah yang kuharap membekaskan sabar dan semangat pada jiwa tauhid anak-anakku nanti, menumbuhkan kecintaan mereka terhadap keimanan dan menumbuhkan pula kebencian meraka terhadap kekufuran. Biarlah kukubur lembaran-lembaran buku yang menyimpan angan-angan dusta dan khayalan-khayalan semu para penulis, menjauhkan mata dan telinga anak-anakku dari kisah-kisah peri dan legenda-legenda negeri antah-berantah, juga dari kisah-kisah tentang kasih sayang dan semangat persahabatan yang ditiupkan ke arah api di atas lilin-lilin putaran tahun …

 

Bandung, 4 Desember 2011

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements

142 comments on “Membatinkan Cita untuk Bercerita kepada Anak-Anakku …

  1. hwwibntato says:

    znrock said: *turut menunduk* -_-

    tersenyum … he he he …

  2. znrock says:

    Met rehat hehehe *nyerah :D*Sudah setengah perjalanan jarum jam meninggalkan dua belas, rehat duluan ah hehehe

  3. hwwibntato says:

    znrock said: Met rehat hehehe *nyerah :D*Sudah setengah perjalanan jarum jam meninggalkan dua belas, rehat duluan ah hehehe

    iya, selamat istirahat, Zaki … he he he …

  4. nurfirman40 says:

    kemari membaca lagi dan langsung meyimpannya ha ha ha hari itu saya lupa untuk meyimpannnya…….untung masih ada hee hee heee

  5. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: kemari membaca lagi dan langsung meyimpannya ha ha ha hari itu saya lupa untuk meyimpannnya…….untung masih ada hee hee heee

    ha ha ha …apakah Semut menyimpannya di lemari es? he he he …

  6. nurfirman40 says:

    hwwibntato said: ha ha ha …apakah Semut menyimpannya di lemari es? he he he …

    onggak ah bukan di peti ais tapi di folder laptop ku ha ha ha ada ada aja kalau mas yg satu ini……bercanda terusssssssssss…….senyum

  7. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: onggak ah bukan di peti ais tapi di folder laptop ku ha ha ha ada ada aja kalau mas yg satu ini……bercanda terusssssssssss…….senyum

    ha ha ha …*tersenyum … he he he …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s