Seandainya tak ada lafzhul jalalah pada beratus-ratus halaman tulisanmu, niscaya setiap helai kertasnya telah kujadikan bungkus makanan. Tak bisa tidak, harus kunyalakan api malam ini. Sekadar memperbuat apa yang dulu diperbuat oleh Ka’ab terhadap surat dari seorang raja -juga sebagaimana perbuatan ‘Amr putra al-‘Ash di Iskandariyah …

Seandainya tak ada lafzhul jalalah pada beratus-ratus halaman tulisanmu, niscaya setiap helai kertasnya telah kujadikan bungkus makanan. Tak bisa tidak, harus kunyalakan api malam ini. Sekadar memperbuat apa yang dulu diperbuat oleh Ka’ab terhadap surat dari seorang raja -juga sebagaimana perbuatan ‘Amr putra al-‘Ash di Iskandariyah …

Bandung, 27 Februari 2012

–Hendra Wibawa ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

Tinggalkan larik-larik huruf dalam syair Mimiyah si pemilik burdah dari kota Bushir. Sungguh ia telah menggubah rima kemusyrikan lewat seratus-enam-puluh bait qafiyah mim. Meski begitu dekat kedudukan huruf mim dari nun pada baris hijaiyah, namun jarak kehinaan Mimiyah lelaki Bushiri itu begitu jauh dari faidah Nuniyah putra al-Qayyim di madrasah Jauziyah …

Tinggalkan larik-larik huruf dalam syair Mimiyah si pemilik burdah dari kota Bushir. Sungguh ia telah menggubah rima kemusyrikan lewat seratus-enam-puluh bait qafiyah mim. Meski begitu dekat kedudukan huruf mim dari nun pada baris hijaiyah, namun jarak kehinaan Mimiyah lelaki Bushiri itu begitu jauh dari faidah Nuniyah putra al-Qayyim di madrasah Jauziyah …

Bandung, 8 Februari 2012

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Memandang Cela yang Jauh …

Seberapa dalam aku menyelami jiwa sendiri? Sungguh ketakjuban pada diri sendiri membuat mataku tak mampu melihat apa pun selain cela pada orang selainku …

يُبْصِرُ أَحَدُكُمُ الْقَذَاةَ فِيْ عَيْنِ أَخِيْهِ وَيَنْسَى الْجِذْلَ – أَوِ الْجِذْعَ – فِيْ عَيْنِ نَفْسِهِ

“Salah seorang dari kalian mampu melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi lupa akan tonggak -batang kayu- di pelupuk mata sendiri.” (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah Syaikh al-Albani hadits no. 33)

Bandung, 7 Februari 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—