Mengapi lalu Mengasap …

Para pendahulu kami yang shalih mengampu persaksian di atas pilar-pilar nafyu dan itsbat. Mereka tetap berkabar naql ketika orang-orang bodoh dan para pengembara akal tertindih hina di bawah reruntuhan kata yang tak kukuh. Mustahil kaudapati petunjuk dari tinta para filsuf dan dawat tasawuf. Buang saja semua ceracau itu ke tanur batu jika tak mungkin kaulemparkan ke bintang-bintang. Sungguh tak ada sesuatu pun yang mereka wariskan selain tumpahan tinta yang meliuri kitab dan mencederai akal peradaban …

Hai, kamu! Perhatikanlah tanwir para penjaga hadits tentang falasifah yang mengapi dan tasawuf yang mengasap. Salah satunya membakar, salah satunya menjadi sulang asap yang hitam …

 

أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ :٦١

 Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?
(QS. al-Baqarah: 61)

 

Bandung, 7 februari 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements

84 comments on “Mengapi lalu Mengasap …

  1. terima kasih, tulisan yang bermanfaat 😀

  2. hwwibntato says:

    aftinanurulhusna said: berarti hasil olah pikir itu harus berada di bawah naungan wahyu

    iya, benar sekali …akal kita harus tunduk kepada dalil-dalil wahyu …

  3. hwwibntato says:

    aftinanurulhusna said: terima kasih, tulisan yang bermanfaat 😀

    terima kasih kembali, Aftina … he he he …

  4. azfiamandiri says:

    “Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkan keridhoan Allah ta’ala, dan jangan duduk dimajelis kecuali majelis yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah.”Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat kebutuhanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk dapat selalu taat kepada Allah yang memiliki pemelihara dirimu.Sedikit amal dengan mengakui dan mensyukuri karunia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasa kurang beramal.( 3 pesan Syeh Abul Hasan Asy Syadzili – pendiri Tarekat Syadziliyah yang saya kenang ).Mas Syamsyul, tak semua aliran tasawuf menyimpang. Masih banyak diantara kami yang berpijak di atas Qur’an, Sunnah, & atsar sahabat. Sayangnya, IBLIS mengirim ribuan pasukannya dari kalangan liberal, sekular, komunis-atheis, syiah, ahmadiyah, dsb.. shg kacau lah ajaran tasawuf dari yang sebenarnya. Inti ajaran kami sebenarnya hanya satu : Ma’rifatulloh, mengenal Alloh dengan sebenar-benarnya, dan mengamalkan ajaran Rasululloh Saw sebaik-baiknya. Adapun mengenai tatacara & pendekatan ( Approach ) tiap-tiap guru kepada jamaahnya itu hanya bersifat ijtihadiyah semata, tentunya tak lepas dari pro kontra kaidah fiqh yang digunakan.

  5. azfiamandiri says:

    Jika anda bertanya; dari mana istilah-istilah Tasawuf berasal ? adakah dalam Alqur’an & Sunnah ? Saya balik bertanya; lalu dari manakah istilah ‘ rafa, nasab, khofadz, jazm, dsb dlm ilmu nahwu, atau mustahab, makruh, mashlahah mursalah, akhwafu dzoruroen, dsb dlm Ilmu fiqh ? adakah tertulis langsung dalam Alqur’an & Sunnah ?Semua itu tentulah hasil dari penalaahan Alqur’an dan sunnah sebagai sumber segala Ilmu. Namun semua penilaian akan menjadi absurd jika anda melihatnya sekilas dan dari luar semata. Bagaimana seseorang menilai pedasnya sebuah cabe yang ditawarkan jika ia tak pernah memakan cabe tersebut ? Saya cuma berpesan, jika anda bertemu seseorang yang kata-katanya penuh hikmah & mengaku ahli ma’rifat, uji saja pemahaman & pengamalannya terhadap AlQur’an dan Sunnah, atau setidaknya tanyakan padanya ada berapa syarat & rukun shalat. Jika tidak bisa menjawab, tinggalkan atau tampar saja kalau berani; dia itu SYETAN !… مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

  6. hwwibntato says:

    azfiamandiri said: “Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkan keridhoan Allah ta’ala, dan jangan duduk dimajelis kecuali majelis yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah.”Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat kebutuhanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk dapat selalu taat kepada Allah yang memiliki pemelihara dirimu.Sedikit amal dengan mengakui dan mensyukuri karunia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasa kurang beramal.( 3 pesan Syeh Abul Hasan Asy Syadzili – pendiri Tarekat Syadziliyah yang saya kenang ).Mas Syamsyul, tak semua aliran tasawuf menyimpang. Masih banyak diantara kami yang berpijak di atas Qur’an, Sunnah, & atsar sahabat. Sayangnya, IBLIS mengirim ribuan pasukannya dari kalangan liberal, sekular, komunis-atheis, syiah, ahmadiyah, dsb.. shg kacau lah ajaran tasawuf dari yang sebenarnya.Inti ajaran kami sebenarnya hanya satu : Ma’rifatulloh, mengenal Alloh dengan sebenar-benarnya, dan mengamalkan ajaran Rasululloh Saw sebaik-baiknya. Adapun mengenai tatacara & pendekatan ( Approach ) tiap-tiap guru kepada jamaahnya itu hanya bersifat ijtihadiyah semata, tentunya tak lepas dari pro kontra kaidah fiqh yang digunakan.

    menyimak …

  7. hwwibntato says:

    azfiamandiri said: Jika anda bertanya; dari mana istilah-istilah Tasawuf berasal ? adakah dalam Alqur’an & Sunnah ?Saya balik bertanya; lalu dari manakah istilah ‘ rafa, nasab, khofadz, jazm, dsb dlm ilmu nahwu, atau mustahab, makruh, mashlahah mursalah, akhwafu dzoruroen, dsb dlm Ilmu fiqh ?adakah tertulis langsung dalam Alqur’an & Sunnah ?Semua itu tentulah hasil dari penalaahan Alqur’an dan sunnah sebagai sumber segala Ilmu. Namun semua penilaian akan menjadi absurd jika anda melihatnya sekilas dan dari luar semata. Bagaimana seseorang menilai pedasnya sebuah cabe yang ditawarkan jika ia tak pernah memakan cabe tersebut ?Saya cuma berpesan, jika anda bertemu seseorang yang kata-katanya penuh hikmah & mengaku ahli ma’rifat, uji saja pemahaman & pengamalannya terhadap AlQur’an dan Sunnah, atau setidaknya tanyakan padanya ada berapa syarat & rukun shalat. Jika tidak bisa menjawab, tinggalkan atau tampar saja kalau berani; dia itu SYETAN !… مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

    menyimak …

  8. nurfirman40 says:

    Aneh ya……..masih ramai orang yg suka yg tak baik dari yg baik……sememangnya jalan keneraka itu sungguh indah dan meyilaukan mata hati………namun……eeeiikkk seram ya mas hendra…..kalau di fikir2 kan

  9. hwwibntato says:

    nurfirman40 said: Aneh ya……..masih ramai orang yg suka yg tak baik dari yg baik……sememangnya jalan keneraka itu sungguh indah dan meyilaukan mata hati………namun……eeeiikkk seram ya mas hendra…..kalau di fikir2 kan

    seram kalau dipikirkan …dan akan lebih seram lagi kalau kita melihatnya …hiiiiyyy …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s