Ibnu Sina al-Qaramithah, lelaki sakit itu menamai racun yang ditulisnya dengan sebutan obat. Ia menyangga kekufuran di atas jejak paganisme dan kepandiran aristotel …

Ibnu Sina al-Qaramithah, lelaki sakit itu menamai racun yang ditulisnya dengan sebutan obat. Ia menyangga kekufuran di atas jejak paganisme dan kepandiran aristotel …

Bandung, 8 Maret 2012

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

Memanjangkan …

Aku menyadur isi hati menjadi buku yang bercerita tentangmu. Tahukah kau, meski tak sulit menggumamkan namamu, namun jiwa yang malu tak jua bebas menuliskannya selain berupa hamzah selepas alif yang tercantum dalam warna-warna …

Kau mulailah dari mukadimahku, niscaya kautemukan pula sekian banyak hamzah selepas alif pada setiap alinea yang mewartakan air di padang pasir yang terhampar di bawah langit kita …

——————————————————————-

حمراء merah صفراء kuning بيضاء putih سوداء hitam زرقاء biru خضراء hijau سمراء cokelat
ابتداء permulaan ماء air صحراء padang pasir سماء langit

 

Bandung, 4 Maret 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Dari Pintu Mana …

Imam asy-Syaukani –rahimahullah– berkata:

ولكنه جاء في المتأخرين من اشتغل بعلوم أخرى خارجة عن العلوم الشرعية ثم استعملها في العلوم الشرعية, فجاء من بعده فظن أنها من علوم الشريعة, فبعدت عليهم, المسافة وطالت عليهم الطرق, فربما بات دون المنزل, ولم يبلغ إلى مقصده, فإن وصل,[يصل] بذهن كليل, وفهم عليل

“Kemudian datanglah generasi muta-akhir yang sibuk menekuni ilmu-ilmu selain ilmu syar’i lalu menerapkannya terhadap ilmu-ilmu syar’i. Akibatnya, orang-orang setelahnya menganggap hal itu sebagai ilmu-ilmu syar’i sehingga membuat jarak mereka semakin jauh dari jalan yang seharusnya mereka tempuh, bagaikan bermalam tanpa tempat bermalam. Tidaklah hal itu akan menyampaikan kepada tujuan –atau- kalau pun sampai, sungguh pemahamannya itu lemah dan sakit …”

Syaikh ‘Ali bin Hasan ‘Abdul Hamid al-Halabi –semoga Allah menjaganya- berkata tentang ucapan, “bagaikan bermalam tanpa tempat bermalam.”:

أورد الإمام هذا الكلام مورد المثل,أي:إن الذي يأتي الشريعة من غير أبوابها قد يخرج عنها, ويبتعد منها

Imam (asy-Syaukani) membawakan perkataan ini sebagai suatu amsal, yang maksudnya, “Sesungguhnya orang yang mendatangi syariat bukan dari pintu-pintunya, sungguh ia akan keluar darinya dalam keadaan yang semakin jauh dari syariat itu …”

Syaikh ‘Ali bin Hasan ‘Abdul Hamid al-Halabi  juga berkata:

أن العلم هو الفرقان الذي يميز الخبيث من الطيب, الحق من الباطل,والداعية الجاهل ضال في نفسه,مضل لغيره,ضرره أكثر من نفعه,وما يفسده أعظم مما يصلحه

Ilmu itu pembeda antara yang buruk dan yang baik, antara yang haq dan yang batil. Seorang penyeru yang bodoh pastilah sesat dan menyesatkan, mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya, juga lebih merusak daripada memperbaiki …

—————————————————————

-Imam asy-Syaukani adalah Muhammad bin ‘Ali bin ‘Abdullah, seorang faqih mujtahid, ulama yang berasal dari kota Shan’a, Yaman. Beliau lahir tahun 1173 Hijiriyah dan wafat pada tahun 1250 Hijriyah …

*dibacakan kepadaku dari kitab: Audah Ilas Sunnah, karya Syaikh ‘Ali bin Hasan ‘Abdul Hamid al-Halabi –semoga Allah menjaganya …

 

Bandung, 1 Maret 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—