Berseluk Bersimpul Jerat …

Angin melabuh usap ke peluhmu semasa kaubersinggah di selasar rumah kayu. Bersila di atas galih meranti, kaubacakan risalah akal para pencinta puak. Tiada hujah selain pikiran, cinta pun berseluk seperti tali yang bersimpul jerat hizbiyyah

Aku berkata, “Bersandarlah! Sungguh tak ada yang patut kauambil selain halaman kosong di akhir buku.”

——————————————————————-
asy-Syaikh ‘Abdurrahman ibn Yahya al-Yamani* –rahimahullah- berkata:

كثيرا ما تجمع المحبة ببعض الناس فتخطى الحجة ويحاربها, ومن وفق علم أن ذلك مناف للمحبة المشروعة, والله المستعان (بداية السول في تفضيل الرسول; تحقيق الشيخ الألباني)

“Acap kali perasaan cinta terhadap sebagian manusia membuat seseorang menyimpang dari hujah dan bahkan memeranginya, sementara orang yang menepati petunjuk mengetahui bahwa perbuatan tersebut justru bersimpangan dengan cinta yang masyru’. Wallahul musta’an.”  (Bidayatus Sul fi Tafdhil ar-rasul; tahqiq asy-Syaikh al-Albani)

——————————————————————–

*Beliau adalah Abu ‘Abdillah ‘Abdurrahman bin Yahya bin ‘Ali bin Abu Bakr al-Mu’allimi al-‘Utmi al-Yamani (1313 H -1387 H), seorang muhaddits dan muhaqqiq, ulama yang berasal dari Bani Mu’allim di daerah Utmah, Yaman. Semoga Allah merahmati beliau …

 

Bandung, 19 April 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements