Zakat Fithri dengan Makanan Pokok …

Syaikh Abu Ishaq alHuwainiy ditanya:
Apakah zakat berbuka (zakat fitrah) itu ditunaikan dengan mengeluarkan makanan ataukah uang?

الصحيح الراجح عند أكثر العلماء عند أصحاب المذاهب الثلاثة عند مالك والشافعي وأحمد أنها تخرج من قوت أهل البلد وهم يرون أن من أخرج مالاً لا يجزئه ذلك وعليه أن يعيد إخراج زكاة الفطر مرة أخري ، وكان الصحابة أصحاب أموال وليس كما يدعي البعض أنهم لم يكن عندهم أموال ومع ذلك ما ندبهم رسول الله_ صلي الله عليه وسلم_ ولا أمرهم بإخراج المال ، إنما كما قال بن عمر في الحديث المعروف (فرض النبي صلي الله عليه وسلم زكاة الفطر على كل حر وعبد ذكر وأنثي صغير وكبير صاع من تمر أو صاع من شعير) ، فأنت إن لم تكن صاحب زرع حتى تخرج شعير لكن أنت تشتري بهذا المال الزكوات من مطعوم أهل البلد ثم تخرجه بعد ظهور هلال العيد .

Syaikh Abu Ishaq al-Huwainiy menjawab:

Yang shahih lagi rajih menurut mayoritas ulama dari kalangan ulama-ulama ketiga mazhab, yaitu Malik, asy-Syafi’i, dan Ahmad, bahwa zakat fitrah itu ditunaikan dengan mengeluarkan makanan pokok penduduk negeri. Mereka berpendapat bahwa seseorang tidak boleh mengeluarkannya dalam bentuk harta (uang). Jika dia telah kasip mengeluarkannya (dalam bentuk uang), maka wajib baginya untuk mengeluarkannya lagi (dalam bentuk makanan pokok).

Dan tidak sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa para shahabat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok karena mereka tidak memiliki harta. (Bukan begitu), dulu para shahabat pun memiliki harta (uang), namun bersamaan dengan keadaan itu, tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk mengeluarkan zakat fitrah berupa uang, melainkan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Umar dalam hadits yang makruf, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan penunaian zakat fitrah untuk setiap orang merdeka dan budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa, berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.” Oleh karena itu, meskipun kamu bukan petani gandum (makanan pokok), namun kamu bisa membeli dengan uangmu itu makanan pokok negerimu, lalu mengeluarkannya sebagai zakat setelah muncul hilal ‘ied …

أما الاحتجاج بمسألة أنك تخرجها مالاً بـ ( أنتم أعلم بأمور دنياكم ) فنقول أن زكاة الفطر ليست من الدنيا ، ما الذي أدخل الدنيا في زكاة الفطر ؟ هذه عبادة مشروعة وفيها نص كما ذكرته لكم .

Adapun mengeluarkan zakat fitrah dengan uang karena beralasan dengan hadits, “Kalian lebih mengetahui urusan duniamu,” maka kami katakan bahwa zakat fitrah itu bukanlah urusan dunia. Apa yang memasukkan dunia ke dalam zakat fitrah? Ini adalah ibadah yang disyariatkan, di dalam masalah ini terdapat nash sebagaimana yang telah kusebutkan kepadamu …

Sumber dari sini: http://alheweny.org/aws/play.php?catsmktba=9138

———————————————-

هل يُخْرِج صدقة الفطر عن الجنين؟

Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah ditanya:

Apakah dikeluarkan zakat fithrah untuk janin dalam kandungan?

 لاتجب زكاة الفطر عن الجنين.

وهناك من يذكر أثراً عن عثمان –رضي الله عنه- في تصدُقِه عن الجنين، لكن هذا الأثر ضعيف؛ لأَنَّ فيه انقطاعاً بين قتادة وعثمان –رضي الله عنه-، وانظر الإرواء (841).

Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah menjawab:

Tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk janin. Memang terdapat atsar dari ‘Utsman –radhiyallahu ‘anhu– tentang zakat fitrah untuk janin dalam kandungan. Akan tetapi atsar tersebut dha’if (lemah) karena inqitha’ (terputus) dalam sanadnya antara Qatadah dan ‘Utsman –radhiyallahu ‘anhu. Lihat kitab al-Irwa’ nomor 841.

Sumber dari sini: http://www.alawaysheh.com/play.php?catsmktba=403

—————————————————
*Atsar dha’if yang dimaksud oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah adalah:

 أن عثمان بن عفان كان يعطى صدقة الفطر عن الصغير والكبير والحمل

“Bahwa ‘Utsman bin ‘Affan pernah mengeluarkan zakat fitrah untuk anak kecil, orang dewasa, juga bayi dalam kandungan (janin).” –dan sebagaimana dikatakan oleh beliau, atsar ini dha’if– …

Bandung, 17 Agustus 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements