Bolehkah Menyegerakan Zakat Fithri?

السؤال :هل يجوز تعجيل زكاة الفطر في أول شهر رمضان ؟

Syaikh Muhammad al-Hamud an-Najdi ditanya:

Bolehkah menyegerakan pembayaran zakat fitrah di awal Ramadhan?

 لجواب :  الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله ، وآله وصحبه ومن اهتدى بهداه وبعد فالصحيح انه لا يجزئ إخراج زكاة الفطر في أول رمضان ولا في وسطه ، وإنما المشروع إخراجها في آخره ، وقبل صلاة العيد ، أو قبل العيد بيوم أو يومين أو ثلاثة .

فعن ابن عمر رضي الله عنهما : أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بزكاة الفطر قبل خروج الناس إلى الصلاة . رواه البخاري في الزكاة ( 1509 ) باب الصدقة قبل العيد.

Syaikh Muhammad al-Hamud an-Najdi menjawab:

Yang shahih bahwasanya tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah di awal Ramadhan, tidak juga pada pertengahan Ramadhan. Hanyalah yang disyariatkan itu adalah mengeluarkannya di akhir Ramadhan, yaitu satu hari sebelum hari ‘ied atau dua hari atau tiga hari sebelumnya.

Dari Ibnu ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– memerintahkan mengeluarkan zakat fitrah sebelum manusia keluar untuk shalat ‘ied. (HR. al-Bukhari di kitab Zakat 1509, bab Sedekah sebelum ‘Ied)

 ومعنى قوله ” قبل الصلاة ” أي : قبل خروج الناس لصلاة العيد ، وبعد صلاة الفجر

وروى سفيان بن عيينة في تفسيره : عن عكرمة قال : يقدم الرجل زكاته يوم الفطر بين يدي صلاته ، فإن الله يقول ( قد أفلح من تزكى * وذكر اسم ربه فصلى ) الأعلى : 14-15.

Dan makna ucapan “sebelum shalat” adalah sebelum manusia keluar melaksanakan shalat ‘ied seusai shalat subuh. Sufyan bin ‘Uyainah meriwayatkan dalam tafsirnya, dari ‘Ikrimah, dia berkata: Didahulukannya zakat fitrah sebelum shalat karena sesungguhnya Allah berfirman, “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan dia mengingat nama Rabbnya lalu menegakkan shalat.” (Al-A’la: 14-15)

 ويجزئ إخراج زكاة الفطر قبل العيد بيوم أو يومين أو ثلاثة .كما في الأثر عن ابن عمر رضي الله عنه : ” وكانوا يعطون قبل الفطر بيوم أو يومين ” رواه البخاري 1511

ورواه مالك في الموطأ : عن نافع عنه : كان يبعث زكاة الفطر إلى الذي يجمع عنده قبل الفطر بيومين أو ثلاثة .

وأخرجه الشافعي عنه وقال : هذا حسن ، وأنا استحبه .

قال الحافظ ابن حجر : يعني تعجيلها قبل يوم الفطر الفتح 3/ 276

Dan diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah sehari sebelum ‘ied, atau dua hari sebelumnya, atau tiga hari sebelumnya, sebagaimana terdapat dalam atsar dari Ibnu ‘Umar –radhiyallahu ‘anhu, “Dan mereka mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelum hari berbuka.” (HR. al-Bukhari 1511)

Dan Malik meriwayatkannya dalam al-Muwaththo’ dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar, “Ibnu ‘Umar menyerahkan zakat Fitrah kepada pangurus pengumpulan zakat dua hari atau tiga hari sebelum hari berbuka.”

Dan Imam asy-Syafi’i mengeluarkan juga riwayat darinya dengan mengatakan, “Hadits ini hasan, dan aku menganggap hal itu mustahab.”

Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar, “Yakni menyegerakannya sebelum hari berbuka.”

 وقال : ويدل على ذلك أيضا : ما أخرجه البخاري في الوكالة وغيرها : عن ابي هريرة قال : وكّلني رسول الله صلى الله عليه وسلم بحفظ زكاة رمضان … ” الحديث . وفيه  أنه أمسك الشيطان ثلاث ليال ، فدل على أنهم كانوا يعجلونها

Ibnu Hajar berkata lagi: dalil lainnya adalah riwayat yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam shahihnya kitab al-Wakalah dan selainnya, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menugasiku menjaga zakat Ramadhan …,” al-hadits. Dan di dalam hadits ini dikisahkan bahwa Abu Hurairah menangkap setan selama tiga malam berturut-turut. Maka terdapat dalil bahwa mereka menyegerakannya …

 فقوله ” كانوا يعطون ” هذا إشارة إلى جميعهم ، فيكون إجماعا

Ucapan “Mereka mengeluarkannya” –dalam riwayat Ibnu ‘Umar di atas- merupakan isyarat tentang pengumpulan zakat fitrah agar terkumpul***

 وقال أهل العلم : وزكاة الفطر متعلقة بالبدن ، فتخرج في المكان الذي أنت فيه ، ولا تنقل لبلد آخر .وانظر ما قاله الشيخ ابن عثيمين رحمه الله في الشرح الممتع. والله تعالى أعلم

Dan para ulama berkata, “Dan zakat fitrah itu berkaitan dengan badan****, maka keluarkanlah di tempat kamu berada tanpa boleh memindahkannya ke negeri lain.” Silakan merujuk kepada apa yang dikatakan oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rahimahullah– dalam kitab Syarh al-Mumti’. Wallahu ta’ala a’lamu

 وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, juga kepada keluarga beliau dan para shahabat semuanya …

Sumber dari sini:

http://www.al-athary.net/index.php?option=com_content&task=view&id=1293&Itemid=14

————————————————

Sedikit catatan dari saya:

***Adapun menurut Imam al-Bukhari, seperti terdapat dalam Fath al-Bari, bahwa yang dimaksud dengan mengeluarkan sehari atau dua hari itu adalah lil jam’i (untuk dikumpulkan di pengurus zakat) dan la lil fuqara’ (dan bukan untuk diserahkan kepada fakir miskin). Imam al-Bukhari mengatakan: ليجمع لا للفقراء (untuk dikumpulkan dan bukan untuk diserahkan kepada fakir miskin) … wallahu a’lamu

****Maksudnya, zakat fitrah itu berkaitan dengan badan bukan terkait dengan harta. Oleh karena itu, zakat fitrah harus dikeluarkan di tempat mana orang itu berada. Misalnya, jika seseorang pada hari ‘iedul fitri sedang safar ke tempat lain, maka zakat fitrahnya dikeluarkan di tempat dia berada …

Mengenai hal ini, Syaikh Ibn ‘Utsaimin berkata dalam Syarh Mumti’ bab Ikhraj az-Zakat:

 إذا كان صاحب المال في بلد، وماله في بلد آخر، ولا سيما إذا كان المال ظاهراً كالمواشي والثمار، فإنه يخرج زكاة المال في بلد المال، ويخرج فطرة نفسه في البلد الذي هو فيه؛ لأن زكاة الفطر تتعلق بالبدن، والمال زكاته تتعلق به، فالذين يذهبون إلى العمرة في رمضان ويبقون إلى العيد الأفضل أن يؤدوا الزكاة في مكة

“Apabila shahibul mal (pemilik harta) berada di suatu negeri sementara hartanya berada di negeri lain, lebih-lebih jika harta itu berupa hewan ternak dan buah-buahan, maka dia mengeluarkan zakat hartanya di tempat mana hartanya berada. (Sedangkan untuk zakat fitri) maka dia mengeluarkannya di negeri mana dia berada saat itu karena zakat fitrah itu terkait dengan badan, sedangkan harta itu terkait dengan harta itu sendiri. Oleh karena itu, orang-orang yang pergi melaksanakan umrah pada waktu Ramadhan dan tetap di sana sampai datangnya hari ‘ied, maka lebih utama baginya untuk menunaikan zakat fitrah di Makah …”

Juga perkataan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni:

فأما زكاة الفطر فإنه يخرجها في البلد الذي وجبت عليه فيه ، سواء كان ماله فيه أو لم يكن

“Adapun zakat fitrah, maka hal itu dikeluarkan di negeri mana orang tersebut berada (pada saat waktu penunaiannya tiba). Sama saja apakah hartanya ada bersamanya ataupun tidak.” (al-Mughni: 4/134) … –pent

 

Bandung, 17 Agustus 2012

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

 

Advertisements

25 comments on “Bolehkah Menyegerakan Zakat Fithri?

  1. nikinput says:

    Wah, jazakallahu khairan penjelasannya, kang hendra. jadi tambah ilmu, nih ^^

  2. hwwibntato says:

    nikinput said: Wah, jazakallahu khairan penjelasannya, kang hendra. jadi tambah ilmu, nih ^^

    wa anti fajazakillahu khairan …hatur nuhun … he he he …

  3. jampang says:

    alhamdulillah… dapat ilmu lagi di sini

  4. hwwibntato says:

    jampang said: alhamdulillah… dapat ilmu lagi di sini

    alhamdulillah …tersenyum … he he he …

  5. jejak2mimpi says:

    Terima kasih infonya mamang ^__^

  6. bundel says:

    Kang nanya ya, kalau menyerahkan zakat fitrah di masjid terus oleh panitia pengumpul zakat nggak dicatat nama yang mengeluarkan zakat plus nggak ditanya pula nasabnya serta nggak melakukan akad serah-terima zakat, gimana tuh hukumnya? Tadi sore anak saya ke masjid menyerahkan zakat fitrah, lha kok cuma ditanya siapa yang menyerahkan untuk berapa orang terus sudah bubaran gitu aja sih tanpa akad?Maaf ya orang tua pendek pengetahuannya nanya, jangan diketawain. 😀 Terima kasih sebelumnya.

  7. hwwibntato says:

    jejak2mimpi said: Terima kasih infonya mamang ^__^

    iya terima kasih kembali, Amirah … he he he …

  8. hwwibntato says:

    bundel said: Kang nanya ya, kalau menyerahkan zakat fitrah di masjid terus oleh panitia pengumpul zakat nggak dicatat nama yang mengeluarkan zakat plus nggak ditanya pula nasabnya serta nggak melakukan akad serah-terima zakat, gimana tuh hukumnya? Tadi sore anak saya ke masjid menyerahkan zakat fitrah, lha kok cuma ditanya siapa yang menyerahkan untuk berapa orang terus sudah bubaran gitu aja sih tanpa akad?Maaf ya orang tua pendek pengetahuannya nanya, jangan diketawain. 😀 Terima kasih sebelumnya.

    sumuhun Bunda, itu tidak apa-apa, insya Allah …teu sawios-wios, apa yang dilakukan oleh panitia itu sudah mencukupi karena memang tidak ada lafaz khusus untuk ijab-kabul atau serah terima akad zakat itu … wallahu a’lamu …

  9. bundel says:

    hwwibntato said: sumuhun Bunda, itu tidak apa-apa, insya Allah …teu sawios-wios, apa yang dilakukan oleh panitia itu sudah mencukupi karena memang tidak ada lafaz khusus untuk ijab-kabul atau serah terima akad zakat itu … wallahu a’lamu …

    Hatur nuhun nya kang, nyuhunkeun dihapunten samudaya kalepatan, wilujeng boboran shiyam.

  10. hwwibntato says:

    bundel said: Hatur nuhun nya kang, nyuhunkeun dihapunten samudaya kalepatan, wilujeng boboran shiyam.

    sawangsulnya, Bunda … he he he …wilujeng boboran shiyam …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s