Tak Enggan Menerima Kebenaran …

Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari

 Sumber: http://www.alhalaby.com/play.php?catsmktba=972

 

أَوْقَفَني – أَمْسِ – بَعْضُ أَفاضِلِ تَلامِذَتِي – جَزَاهُمُ اللهُ خَيْراً- عَلى كُلَيْمَةٍ وَجِيْزَةِ الأَلفَاظِ، جَزْلَةِ المَعاني! لَمْ أَرَ نَفْسِي إلا مُسَارِعاً إِلى نَشْرِها؛ لِيَعُمَّ أَثَرُها، وَيُنْتَفَعَ بِها

Kemarin aku berbincang dengan sebagian pelajar utama dalam suatu pembicaraan yang singkat namun sarat makna –jazahumullahu khairan. Aku tak memandang lain kecuali bersegera untuk menyebarkannya ke kalangan luas agar bisa diambil manfaatnya …

وَمَا أَجْمَلَ مَا قِيْلَ -قَدِيمًا-: كَلامُ السَّلَفِ قَلِيْلٌ كَثيرُ البَرَكَةِ

Betapa indah apa yang dikatakan oleh orang-orang terdahulu, “Perkataan salaf itu sedikit namun  banyak berkahnya (dipenuhi hikmah).”

قَالَ الإمَامُ أَبُو عُمر ابنُ عَبْدِالبَرِّ في كِتَابِهِ العُجَاب «التَّمْهِيد» (9/237):

Imam Abu ‘Umar bin ‘Abdilbar berkata dalam kitabnya yang mengagumkan, at-Tamhid (9/237), sebagai berikut:

قَال عَبْدُالرزاقُ: وأَخْبَرنا مَعْمَرٌ ، عن ابنِ طَاوسٍ، عن أبيهِ، أنَّ زَيْدَ بن ثابتٍ وابنَ عَبَّاسٍ تَماريا في صَدْرِ الحَائِضِ قَبْلَ أنْ يكونَ آخِرَ عَهْدها الطَّوافُ بالبَيْتِ! فَقَال ابنُ عبَّاسٍ: تَنْفِرُ، وقَال زيدٌ: لا تَنْفِرُ!
فَدَخَلَ زَيْدٌ على عائِشَةَ، فَسَأَلَها؟ فَقَالَتْ: تَنْفِرُ.
فَخَرَجَ زَيْدٌ وَهُوَ يَبْتَسِمُ، وَيَقوُل: مَا الكَلامُ إِلا مَا قُلتَ…

‘Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepadaku Ma’mar dari Ibnu Thawus dari ayahnya, bahwasanya Zaid bin Tsabit dan Ibnu ‘Abbas berdebat tentang kembalinya perempuan haid sebelum melaksanakan thawaf (wada’) di baitullah. Ibnu ‘Abbas berkata (tentang hal itu), “Dia boleh bertolak (meninggalkan Makkah).” Sementara Zaid bin Tsabit berkata, “Dia tak boleh bertolak (meninggalkan Makkah).” Zaid bin Tsabit pun mendatangi ‘Aisyah untuk memastikan hal itu, lalu ‘Aisyah menjawab, “Dia boleh bertolak.” Kemudian Zaid bin Tsabit keluar (dari rumah ‘Aisyah) seraya tersenyum dan berkata (kepada Ibnu ‘Abbas), “(Kamu benar), tak ada ucapan selain yang telah kaukatakan.”

 

قَال أَبُو عُمَر: هَكَذا يَكُونُ الإنْصَافُ؛ وَزَيدٌ مُعَلِّمُ ابنِ عَبَّاسٍ، فَما لنا لا نَقْتَدي بِهِم؟! واللهُ المُسْتَعانُ

Abu ‘Umar (Imam Ibnu ‘Abdilbar) berkata, “Demikianlah sikap al-inshaf (bersikap adil/objektif sehingga mau menerima dalil kebenaran), padahal Zaid bin Tsabit itu guru Ibnu ‘Abbas. Maka mengapa kita tidak mengikuti jejak mereka? Wallahul musta’an.”

قَالَ أَبو الحَارِثِ -كَانَ اللهُ لَهُ: نَعَمْ؛ مَا لَنَا لا نَقْتَدي بِهِم -بِطَبَقَاتِنا العِلْمِيَّةِ – كَافَّةً-؟!
فاللهَ اللهَ في الحقِّ -يا أَهلَ الحقِّ-…

(Aku) Abu al-Harits berkata, “Ya. Mengapa kita tidak mengikuti jejak mereka secara kaffah –dengan tingkat keilmuan kita …?”

وَأَصْلُ الحَديْثِ في «صَحِيْحِ مُسْلِمٍ» (1328

وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه -أجمعين-…

Dan asal hadits terdapat dalam shahih Muslim 1328 …

Dan semoga shalawat terlimpahkan kepada nabi kita Muhammad, juga kepada keluarga dan para sahabatnya –semua- …

———————————————–

Tambahan dari saya:

قال الإمام الشوكاني رحمه الله في شرح الصدور بتحريم رفع القبور

Imam asy-Syaukani –rahimahullah– berkata dalam kitab Syarhu ash-Shudur bi Tahrim Raf’i al-Qubur:

وإن كان مقصرا- أن يقول: إنالحق بيد من يقتدي به من العلماء، إن كان دليل الكتاب والسنة بيد غيره. فإنَّ ذلك جهل عظيم، وتعصُّب ذميم، وخروج من دائرة الإنصاف بالمرة؛ لأنَّ الحقَّ لا يُعرف بالرجال، بل الرجال يُعرفون بالحق، وليس أحد من العلماء المجتهدين والأئمة المحققين بمعصوم، ومَن لَم يكن معصوماً فإنَّه يجوز عليه الخطأ كما يجوز عليه الصواب، فيصيب تارة ويخطئ أخرى

Dan apabila orang yang ngawur mengatakan, “Sesungguhnya kebenaran itu berada di pihak tokoh panutan dari kalangan ulama meskipun dalil kitab dan sunnah tidak bersamanya.” Sungguh (ucapan) ini merupakan kebodohan yang besar, fanatisme yang tercela, dan keluar jauh dari lingkar al-inshaf (keadilan), karena kebenaran itu tidak dikenali lewat tokohnya, namun sebaliknya, tokohlah yang dikenali lewat kebenaran (yang dibawa/disampaikannya). Tiada seorang pun yang ma’shum di antara para ulama mujtahidin dan para muhaqqiqin. Oleh karena itu, siapa pun yang tidak ma’shum bisa saja dia terjatuh ke dalam kesalahan sebagaimana bisa saja dia dalam keadaan benar, terkadang benar terkadang salah.

قال الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري حفظه الله:

Syaikh Yahya al-Hajury –hafizhahullah– berkata:

الحق أقوى من الرجال ولا يمكن تغطية الحق أبداً … فالحق أقوى من الرجال من أراد أن يعز نفسه في الدنيا والآخرة فليمسك الحق ومن أرد أن يذل نفسه في الدنيا والآخرة فليتفلّت عن الحق من أجل فلان أو علان أو أنا على كذا أو فلان على كذا

“Kebenaran itu lebih kuat daripada para tokoh, tidak mungkin menutupi kebenaran selamanya … maka kebenaran itu lebih kuat daripada para tokoh. Barangsiapa menginginkan kemuliaan jiwa di dunia dan akhirat, berpegangteguhlah pada kebenaran, dan baransiapa yang menginginkan kehinaan dunia dan akhirat, maka tolaklah kebenaran dengan sebab si Fulan atau si ‘Alan atau aku begini atau karena Fulan berpendirian begini ….”

Bandung, 25 Agustus 2012

–Hendra Wibawa Ibn Tato Wangsa Widjaja–

Advertisements

37 comments on “Tak Enggan Menerima Kebenaran …

  1. Dalam bahasa sekarang, mungkinkah orang yang tidak mau menerima kebenaran itu karena gengsi mengaku salah?

    Tidak mengkultuskan individu, karena manusia tempatnya salah dan lupa.

    • tipongtuktuk says:

      ya, itu bisa saja menjadi penyebabnya …

      adakalanya orang tidak mau menerima kebenaran karena mengikuti hawa nafsunya atau bisa juga karena kejahilannya …
      adakalanya seseorang menolak kebenaran karena lebih memilih mengikuti keinginan hawa nafsunya … dan adakalanya seseorang menolak kebenaran karena kebodohannya dan keengganannya terhadap ilmu …

      jenis pertama bisa saja karena terjatuh pada tahkim al-‘aql, fanatisme buta, dan lain-lain, sementara jenis kedua karena terjatuh pada al-jahl …

  2. Miss U says:

    karena kebenaran itu tidak dikenali lewat tokohnya, namun sebaliknya, tokohlah yang dikenali lewat kebenaran (yang dibawa/disampaikannya)

    ^^d

    cieeh, rumah baru… ada traktiran dong bang Hend 😀

    • tipongtuktuk says:

      ho ho ho …
      inilah rumah baru saya karena rumah yang lama akan digusur …
      kayaknya mp mau menutup blog dikarenakan ada M0m0n yang suka tebar-tebar sesuatu … he he he …

      *selamat datang di WP, saudara-saudara … -halah- … he he he …

  3. matahari_terbit says:

    *manggut2..

    caranya nguote di mari gimana yak? +_+a

    susah nguote jadi susah nanya.. huhu

    • tipongtuktuk says:

      *ikut manggut-manggut dulu … he he he …

      nah itu, kayaknya WP ini tidak menyediakan fasilitas quote meng-quote, Fajar …
      padahal quote meng-quote itu asyik dan perlu juga, ya … he he he …

      font juga tidak bisa diubah modelnya …

      • matahari_terbit says:

        iyaaa… jadi ga bisa dipotong2 kan.. hahaha *naluri isengnya tak tersalurkan.. =))

      • tipongtuktuk says:

        matahari_terbit said:

        iyaaa… jadi ga bisa dipotong2 kan.. hahaha *naluri isengnya tak tersalurkan.. =))

        bisa kok dipotong-potong …
        ayo, coba lagi -halah- … he he he …

    • umarfaisol says:

      caranya nguote di mari gimana yak? +_+a

      Bisa mbak tapi manual ^_^

      • matahari_terbit says:

        kalo manual malesss.. *elap ingus.. haha

      • umarfaisol says:

        “kalo manual malesss.. *elap ingus.. haha”

        Haha dasar pemalas,,,,

      • tipongtuktuk says:

        umarfaisol said:

        betul, tidak boleh malas … he he he …

      • tipongtuktuk says:

        matahari_terbit said:

        caranya nguote di mari gimana yak? +_+a Bisa mbak tapi manual ^_^

        ini bisa kok nge-quote …
        ayo coba lagi … he he he …

        matahari_terbit said:

        kalo manual malesss.. *elap ingus.. haha

        ingusmu jangan dibuang, ya …
        lumayan untuk merekatkan sampul buku … wkwkwkwk …

  4. nengwie says:

    Sae-sae pisan, *manggut2*
    Waah meni teu ngulem teteh iihh gaduh bumi anyar teh… Awasnya !!! *melakcangkekmolototoge* 😀

    • tipongtuktuk says:

      teu acan beres ulemanana di percetakan, teteh … he he he …
      upami bumi Teteh nu anyar di mana ayeuna?

      • nengwie says:

        Parantos uninga sanes ayeuna pan?
        soalnya pas teteh buka lomari dapur, eta Lasagna kantun satengahna..beu…beu…beu.. aya kukituna rayi teh 😀

      • tipongtuktuk says:

        Parantos uninga sanes ayeuna pan?
        soalnya pas teteh buka lomari dapur, eta Lasagna kantun satengahna..beu…beu…beu.. aya kukituna rayi teh

        pas muka lomari aya lasagna, langsung weh dicandak daripada kapiheulaan ku batur … he he he …

  5. kebenaran ituu…sesuatuuu…

    *hahahaa..bingung mau komen apa :p

  6. umarfaisol says:

    Kemudian Zaid bin Tsabit keluar (dari rumah ‘Aisyah) seraya tersenyum dan berkata (kepada Ibnu ‘Abbas), “(Kamu benar), tak ada ucapan selain yang telah kaukatakan.”

    Jarang orang yang bisa legawa menerima kebenaran sepertinya (Zaid bin Tsabit)

    • tipongtuktuk says:

      umarfaisol said:

      Jarang orang yang bisa legawa menerima kebenaran sepertinya (Zaid bin Tsabit)

      betul sekali, padahal beliau radhiyallahu ‘anhu itu seorang yang sangat ‘alim …

  7. matahari_terbit says:

    bang hend nggilanii.. haghaghag.. gimana cara nguotenya? +_+a
    ajaariin..

    • tipongtuktuk says:

      matahari_terbit said:

      bang hend nggilanii.. haghaghag.. gimana cara nguotenya? +_+a
      ajaariin..

      ha ha ha …

      caranya adalah nulis blockquote dalam tanda kurva …
      coba deh … he he he …

  8. thetrueideas says:

    jadi…saya belum mampir dimarih? 🙂

  9. Nice posting mas Hend, seperti biasanya 🙂
    Tampilan blog Mas Hendra disini lebih keren 😀

  10. kebenaran (OBAT) terkadang pahit tapi menyembuhkan…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s