Tentang Parit Itu …

spring roll

Penggalian khandaq (parit) ketika perang Ahzab memang terjadi, namun kisah yang menyebutkan bahwa Salman al-Farisi –radhiyallahu ‘anhu– memberikan usul untuk menggali parit merupakan kisah yang lemah  … –wallahu a’lamu

 

*

**

 

الشيخ محمد بن عبد الله العوشن

Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah al-‘Ausyan

Dari kitab: Ma Sya’a wa lam Yatsbut fi as-Sirah an-Nabawiyah (162)

 

 

اشتهر في كتب السيرة أن الرسول صلى الله عليه وسلم لما سمع بقدوم الأحزاب لغزو المدينة، شاور أصحابه، فأشار عليه سلمان الفارسي رضي الله عنه بقوله: ((إنا كنا بفارس إذا حوصرنا خندقنا علينا، فأمر النبي صلى الله عليه وسلم بحفر الخندق حول المدينة …)) قال الحافظ في الفتح: ((وكان الذي أشار بذلك سلمان، فيما ذكر أصحاب المغازي، منهم أبو معشر، قال: قال سلمان … (١))). فذكره، ولم يسق له إسناداً. وأبو معشر هو: نجيح بن عبد الرحمن السندي (ت ١۸١ هـ) روى له الأربعة، وضعّفه الجمهور، وكان الإمام أحمد يرضاه ويقول: كان بصيرا بالمغازي (۲). وليست العلّة في ضعف أبي معشر فحسب؛ بل كون الخبر مرسلاً، حيث ساقه دون إسناد.

 

Tersiar dalam kitab-kitab sejarah bahwa ketika Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– mendengar kedatangan pasukan sekutu yang hendak menyerang Madinah, beliau pun bermusyawarah dengan para shahabat, lalu Salman al-Farisi –radhiyallahu ‘anhu– memberi saran kepada beliau dengan mengatakan, “Sesungguhnya kami di negeri Persia, apabila musuh mengepung kami, kami pun menggali parit (di sekeliling) kami,” maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pun memerintahkan para shahabat untuk menggali parit di sekeliling Madinah.

Al-Hafizh berkata di kitab al-Fath, “Dan yang memberi saran untuk menggali parit adalah Salman menurut yang disebutkan oleh para penulis kitab al-Maghazi, di antaranya Abu Ma’syar yang mengatakan, “Salman berkata: ….” [1] Kemudian al-Hafizh menyebutkan ucapan Salman namun tidak menyebutkan sanad bagi riwayat tersebut. Adapun yang dimaksud dengan Abu Ma’syar ialah Najih Najih bin ‘Abd ar-Rahman as-Sindi (wafat 181 H); al-Arba’ah meriwayatkan haditsnya dan Jumhur melemahkannya, sementara Imam Ahmad menerimanya dan mengatakan, “Dia mengetahui perihal maghazi.” [2] Akan tetapi bukan melulu perihal kelemahan Abu Ma’syar saja yang menjadi penyakit bagi riwayat ini, namun juga karena keadaannya yang mursal tanpa penyebutan sanad.

 

ولم يشر ابن إسحاق إلى مشورة سلمان الفارسي رضي الله عنه وإنما قال: ((فلما سمع بهم -أي الأحزاب- رسول الله صلى الله عليه وسلم، وما أجمعوا له من الأمر ضرب الخندق على المدينة، فعمل فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم ترغيباً للمسلمين في الأجر … (٣))). وإنما ذكره ابن هشام بدون إسناد حيث قال: ((يقال إن سلمان الفارسي أشار به على رسول الله صلى الله عليه وسلم (٤))).

 

Ibn Ishaq pun tidak mengisyaratkan tentang saran dari Salman al-Farisi –radhiyallahu ‘anhu, dia hanya mengatakan, “Tatkala Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- mendengar kabar tentang mereka (yakni kelompok-kelompok musuh) dan persatuan mereka dalam perkara (memerangi Madinah), beliau pun membuat parit di sekitar Madinah. beliau ikut serta menggali parit sebagai bentuk dorongan kepada kaum Muslimin terhadap pahala ….” [3] Ibn Hisyam pun hanya menyebutkannya tanpa menyertakan sanad, dia berkata, “Dikatakan sesungguhnya Salman al-Farisi mengusulkan penggalian parit kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [4]

 

[1] Fath al-Bari (7/393)

[2] Siyar A’lam an-Nubala’ (7/437), at-Tahdzib (10/420)

[3] ar-Raudh al-Unuf (6/262)

[4] ar-Raudh al-Unuf (6/262)

 

Bandung, 10 Mei 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements

10 comments on “Tentang Parit Itu …

  1. jaraway says:

    baruu taaauuuu……..
    huhuhu

    ah.. aroma persi ya.. hmm..

    btw maksud kalimat ini apa ya bang?
    “Dia mengetahui perihal maghazi.”

    • tipongtuktuk says:

      iya, ternyata tidak ada sanadnya, ya … he he he …

      *maksudnya, dia mengetahui tentang sejarah-sejarah dan riwayat-riwayat peperangan … wallahu a’lamu …

  2. jaraway says:

    btw titipan pertanyaan dari pram..
    tadi malem fajar ndleming trus ngiklan ke mari =D

    Yg jadi pertanyaan, Mgapa ibn hajar n ibn hisyam tetap mengambil riwayat tsb? Bukankah ibn hajar ahlul hadist, mungkin ada alasan.

    • tipongtuktuk says:

      ya, Ibn Hajar memang menyebutkannya di Fath al-Bari, dan beliau -rahimahullah- tidak menyebutkannya tanpa menyertakan sanad bahkan mengatakan, “… menurut para penulis kitab al-Maghazi.”
      Apa yang beliau sebutkan di kitab Fath al-Bari tanpa sanad, tidaklah berarti (atau belum tentu) bahwa riwayat itu shahih … -wallahu ‘alamu …

  3. Novi Kurnia says:

    Legenda parit yang terkenal. Ada hubungan antara parit dengan kambing?

  4. jampang says:

    jadi ide itu sebenarnya dari siapa, kang?

  5. Indah says:

    dari siapa pun idenya, yang penting tetep nomer TIGAAAAAA….!!! Huehehehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s