Doa bagi yang Terlahir …

doa bagi yang terlahir

Ada faidah yang saya ambil dari kebahagiaan Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi al-Atsari –hafizhahullah– tatkala mengabarkan bahwa beliau telah menjadi seorang kakek –dengan kelahiran cucu pertamanya. Saya ambil dari sini (tertanggal 27 April 2013):

http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=48311

 

*

**

 

صِْرتُ (جَدّاً) -للمرة الأولى-ولله الحمد- ؛ فقد رُزق ولدي (حسن) بمولود ذَكَر-مع أذان عَشاء هذا اليومِ-….

 

Aku menjadi seorang kakek untuk pertama kalinya, wa lillahi al-hamd … anakku Hasan diberi rezeki dengan kelahiran seorang anak lelaki -bersamaan dengan adzan Isya hari ini …

 

وهذه فوائدُ ذات صلة-بهذه المناسَبة-:

 

Dan berikut ini beberapa faidah terkait dengan masalah kelahiran ini:

 

روى البخاري في (الأدب المفرَد) عن كَثِيرَ بْنَ عُبَيْدٍ، قَالَ: كَانَتْ عَائِشَةُ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا- إِذَا وُلِدَ فِيهِمْ مَوْلُودٌ- يَعْنِي: فِي أَهْلِهَا- لَا تَسْأَلُ: غُلَامًا وَلَا جَارِيَةً؟ تَقُولُ: خُلق سَوِيًّا؟ فَإِذَا قِيلَ: نَعَمْ. قَالَتِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رب العالمين.

 

Imam al-Bukhari meriwayatkan di kitab al-Adab al-Mufrad, dari Katsir bin ‘Ubaid, dia berkata: adalah ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha– apabila ada kelahiran di kalangan mereka –yakni di kalangan ahli rumahnya, tidaklah ‘Aisyah bertanya apakah yang dilahirkan itu anak lelaki ataukah anak perempuan, namun dia bertanya, “Apakah lahir dengan keadaan sempurna?” Apabila dijawab, “Ya,” ‘Aisyah pun mengatakan, “Alhamdu lillahi rabb al-‘alamin (segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.” [1]

 

وروى الطبراني في (الدعاء) عن حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: كَانَ أَيُّوبُ إِذَا هَنَّأَ رَجُلًا بِمَوْلُودٍ، قَالَ: جَعَلَهُ اللَّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

 

Imam ath-Thabarani meriwayatkan di dalam ad-Du’a, dari Hammad bin Zaid, dia berkata: adalah Ayyub apabila memberi tahniah atas kelahiran bayi, dia mengatakan, “Ja’alahullah mubarakan ‘alaik wa ‘ala ummati Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam (Semoga Allah menjadikannya keberkahan bagimu dan bagi umat Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [2]

 

وروى البخاري -أيضاً- في (الأدب المفرَد) عن مُعاوية بن قُرّة ، قال: لَمَّا وُلِدَ لِي إياسٌ: دَعَوْتُ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ -صَلَّى الله عليه وسلم -، فأطعمتُه، فدَعَوا. فَقُلْتُ: إِنَّكُمْ قَدْ دَعَوْتُمْ، فبارك الله لكم فيما دعوتم، وإني أدعوا بدعاء فأمنّوا. قال: فدعوتُ لَهُ بِدُعَاءٍ كَثِيرٍ -فِي دِينِهِ وَعَقْلِهِ وَكَذَا-. قَالَ: فَإِنِّي لَأَتَعَرَّفُ فِيهِ دُعَاءَ يومئذٍ.

 

Imam al-Bukhari juga meriwayatkan di kitab al-Adab al-Mufrad, dari Mu’awiyah bin Qurrah, dia berkata: Tatkala aku diberi karunia dengan kelahiran ‘Iyas, aku mengundang sekelompok shahabat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku menyuguhkan makanan kepada mereka lalu mereka mendoakanku. Aku berkata, “Sungguh kalian telah mendoakanku, maka semoga Allah memberkahi kalian atas doa-doa kalian, dan sesungguhnya aku akan berdoa maka aminkanlah oleh kalian.” Maka aku pun berdoa (untuk anakku) dengan doa yang banyak –tentang agamanya, akalnya, dan yang lainnya. Sungguh saat ini pun aku masih ingat doa yang kupanjatkan (untuk anakku) pada hari itu. [3]

 

…وهي آثارٌ -كُلُّها- صِحاحٌ.

وأمّا ما يُروى مِن دعاء (بُورِك في الَموهوبِ، وشَكَرْتَ الواهبَ) فلا يصحُّ بوجهٍ -لا مرفوعاً ولا موقوفاً ولا مقطوعاً-.

 

Dan semua atsar yang tersebut di atas adalah sahih. Adapun apa yang diriwayatkan berupa doa, “Burika fi al-mauhub wa syakarta al-wahib (semoga kau diberkahi dalam pemberian ini dan kau bersyukur kepada Yang Memberi,” maka ini tidaklah sahih, tidak secara marfu’, tidak secara mauquf, dan tidak pula secara maqthu’

 

 

—————————

Catatan dari saya:

[1] dihasankan oleh Syaikh al-Albani di kitab Shahih al-Adab al-Mufrad (534). Syaikh al-Albani berkata, “Hasan al-isnad mauqufan.”

[2] juga diriwayatkan oleh Ibn Abi ad-Dunya di kitab an-Nafaqah ‘ala al-Iyal dan Abu Nu’aim di kitab Hilyah al-Auliya’ –dengan sanad sahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi –hafizhahullah

[3] disahihkan oleh Syaikh al-Albani di kitab Shahih al-Adab al-Mufrad (533). Syaikh al-Albani berkata, “Shahih al-isnad maqthu’an.”

* Tidak ada ketentuan tentang doa tertentu untuk orang yang mendapatkan anak. Oleh karena itu, seseorang boleh mendoakannya dengan doa apa pun –yang baik- … wallahu a’lamu

 

Bandung, 18 Mei 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

13 comments on “Doa bagi yang Terlahir …

  1. jaraway says:

    hehehe iya bisa ngedo’ain gimana yang baik2
    tapi fajar biasanya itu.. =D

  2. jampang says:

    sesuai dengan ilustrasinya… selamat datang 😀

  3. Novi Kurnia says:

    Baarakallahu laka!

  4. Novi Kurnia says:

    ehem… ini nyarinya tentang yang terlahir. ehem… ehem…

  5. Nice article, om Hendra….

    (jempol).
    Barakallahu fiik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s