Telah Pasti Itu …

telah pasti itu ...

حَسَّانَة بنت محمد ناصر الدين الألبانيّ

Hassanah binti Muhammad Nashir ad-Din al-Albani

http://alamralateeq.blogspot.com/

 

 

قالَ العلَّامةُ (أبو جعفرَ الورّاق الطّحاويّ) -رحمهُ اللهُ- في متنه: (العقيدة الطّحاويّة):

“وَقَدْ عَلِمَ اللهُ تَعَالَى فِيمَا لَمْ يَزَلْ عَدَدَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ! وَعَدَدَ مَنْ يَدْخُلُ النَّارَ جُمْلَةً وَاحِدَةً! فَلَا يُزَادُ فِي ذَلِكَ العَدَدِ، ولا يُنْقَصُ مِنْهُ”!

 

Al-‘Allamah Abu Ja’far al-Warraq ath-Thahawi –rahimahullah– berkata di dalam matan al-‘Aqidah ath-Thahawiyah:

 

“Allah ta’ala telah mengetahui bilangan orang yang akan masuk surga, begitu juga bilangan orang yang akan masuk neraka dengan suatu jumlah yang pasti. Jumlah itu tidak akan bertambah dan tidak pula akan berkurang.”

 

فدلَّلَ (الوالدُ) -رحمهُ اللهُ تعالَى- في تعليقهِ علَى تلكَ العبارةِ؛ بالرّوايةِ الآتيةِ: ” يُشيرُ المؤلِّفُ -رَحِمَهُ اللهُ- إلَى حَديثِ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرِو قَالَ:

 

Ayahku (Syaikh al-Albani) –rahimahullah–  mengemukakan dalil dalam ta’liq beliau terhadap ucapan Imam ath-Thahawi tersebut dengan riwayat berikut, “Penulis (yakni Imam ath-Thahawi) –rahimahullah- mengisyaratkan kepada hadits ‘Abdullah bin ‘Amr (bin al-‘Ash), dia berkata:

 

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَده كِتَابَانِ فَقَالَ: ((أَتَدْرُونَ مَا هَذَانِ الكِتَابَانِ؟))

فَقُلْنَا: لَا يَا رَسُولَ اللهِ؛ إِلَّا أَنْ تُخْبِرَنَا! فَقَالَ لِلَّذِي فِي يَدِهِ الْيُمْنَى: ((هَذَا كِتَابٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ، فِيهِ أَسْمَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ! وَأَسْمَاءِ آبَائِهِمْ، وقَبَائلِهِمْ، ثُمَّ أُجْمِلَ عَلَى آخِرِهِمْ، فَلَا يُزَادُ فِيهِمْ، وَلَا يُنْقَصُ مِنْهُمْ أَبَدًا))! ثُمَّ قَالَ لِلَّذِي فِي شِمَالِهِ: ((هَذَا كِتَابٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ، فِيهِ أَسْمَاءُ أَهْلِ النَّارِ! وَأَسْمَاءِ آبَائِهِمْ، وَقَبَائِلِهِمْ، ثُمَّ أُجْمِلَ عَلَى آخِرِهِمْ، فَلَا يُزَادُ فِيهِمْ، وَلَا يُنْقَصُ مِنْهُمْ أَبَدًا))! فَقَالَ أَصْحَابُهُ: فَفِيْمَ العَمَلُ؛ إِنْ كَانَ أَمْرٌ قَدْ فُرِغَ مِنْهُ؟! فَقَالَ: ((سَدِّدُوا وَقَارِبُوا! فَإِنَّ صَاحِبَ الْجَنَّةِ يُخْتَمُ لَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ عَمِلَ أَيَّ عَمَلٍ! وَإِنَّ صَاحِبَ النَّارِ يُخْتَمُ لَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنْ عَمِلَ أَيَّ عَمَلٍ))! ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ وَسَلَّمَ بِيَدِيْهِ، فَنَبَذَهُمَا، ثُمَّ قَالَ: ((فَرَغَ رَبُّكُمْ مِنَ الْعِبَادِ! {فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ})). [الشورى:۷]! أخرَجَهُ التّرمذيُّ، وصحَّحَهُ هُوَ وغيرُهُ، وهو مُخَرَّجٌ في “الصّحيحة” (۸٤۸).”.

 

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– keluar menemui kami, sementara di tangan beliau ada dua buah kitab. Beliau berkata, “Tahukah kalian, kedua kitab apa ini?” Kami menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah, kecuali jika kau mengabarkannya kepada kami.” Maka beliau pun berkata tentang kitab yang berada di tangan kanannya, “Ini adalah kitab dari Rabb al-‘Alamin, di dalamnya terdapat nama-nama ahli surga, lengkap beserta nama ayah-ayah mereka dan nama kabilah-kabilah mereka kemudian dihimpun seluruhnya hingga yang terakhir dari mereka. Tidak akan ditambah jumlah mereka, tidak pula akan dikurangi selamanya.” Kemudian beliau bersabda tentang kitab yang berada di tangan kirinya, “Ini adalah kitab dari Rabb al-‘Alamin, di dalamnya terdapat nama-nama ahli neraka, lengkap beserta nama ayah-ayah mereka dan nama kabilah-kabilah mereka kemudian dihimpun seluruhnya hingga yang terakhir dari mereka. Tidak akan ditambah jumlah mereka, tidak pula akan dikurangi selamanya.” Para shahabat beliau pun bertanya, “Kalau begitu, apa gunanya amal jika perkaranya telah selesai (ditentukan)?” Beliau bersabda, “Luruskanlah (penempuhan kalian) dan mendekatlah kalian (kepada Allah), karena sesungguhnya ahli surga itu akan mengakhiri (hidupnya) dengan amalan ahli surga meskipun (sebelumnya) dia beramal dengan amal apa pun. Sebaliknya, ahli neraka itu akan mengakhiri (hidupnya) dengan amalan ahli neraka meskipun (sebelumnya) dia beramal dengan amal apa pun.” Kemudian Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– menurunkan kedua tangannya, lalu berkata, “Rabb kalian telah selesai menetapkan ketentuan hamba-hamba-Nya …

 

{فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ})). [الشورى:۷]

 

“Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk neraka. (QS. asy-Syura: 7)

 

انتهى سياقُ الوالد للحديثِ الشّريف.

 

Selesai penuturan ayah …

 

*

**

 

حَسَّانَة بنت محمد ناصر الدين الألبانيّ

Hassanah binti Muhammad Nashir ad-Din al-Albani

http://alamralateeq.blogspot.com/2013/05/blog-post_4216.html

 

 

 عَنْ أَبِي الْمُنِيبِ، قَالَ: رَأَى ابْنُ عُمَرَ فَتًى قَدْ أَطَالَ الصَّلَاةَ، وَأَطْنَبَ، فَقَالَ: أَيُّكُمْ يَعْرِفُ هَذَا؟ فَقَالَ رَجُلٌ: أَنَا أَعْرِفُهُ! فَقَالَ: أَمَا إِنِّي لَوْ عَرَفْتُهُ لَأَمَرْتُهُ بِكَثْرَةِ الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ! فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ((إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يصَلِّي أُتِيَ بِذُنُوبِهِ كُلِّهَا؛ فَوُضِعَتْ على رَأْسِهِ وَعَاتِقَيْهِ، فَكُلَّمَا رَكَعَ، أَوْ سَجَدَ تَسَاقَطَتْ عَنْهُ))!

قال عنهُ الوالدُ -رحمهُ اللهُ-: “صحيح”. يُنظر: “صحيح الجامع الصّغير”، الحديث رقم: (١٦٦۷). و”سلسلة الأحاديث الصحيحة”، الحديث رقم: (١٣٩۸).

 

Dari Abu al-Munib, dia berkata:

Ibn ‘Umar melihat seorang pemuda memanjangkan shalat dan melamakannya (yakni dalam berdirinya –pent), Lalu Ibn ‘Umar berkata, “Siapakah di antara kalian yang mengenalnya?” Seseorang berkata, “Aku mengenalnya.” Ibn ‘Umar berkata, “Adapun aku, seandainya aku mengenalnya, niscaya kusuruh dia memperpanjang rukuk dan sujud, karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

Sesungguhnya tatkala seorang hamba mendirikan shalat, didatangkanlah seluruh dosanya lalu diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya. Setiap kali dia rukuk atau sujud, berguguranlah dosa-dosa itu daripadanya.”

Kata ayahku –rahimahullah, “Shahih.”

*Shahih al-Jami’ ash-Shaghir (1667); Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (1398)

 

وفي رواية أخرى:

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ رَأَى فَتًى وَهُوَ يُصَلِّي قَدْ أَطَالَ صَلَاتَهُ، وَأَطْنَبَ فِيهَا! فَقَالَ: مَنْ يَعْرَفُ هَذَا؟ فَقَالَ رَجُلٌ: أَنَا! فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: لَوْ كُنْتُ أَعْرِفُهُ؛ لَأَمَرْتُهُ أَنْ يُطِيلَ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ! فَإِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ((إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أُتِيَ بِذُنُوبِهِ؛ فوُضِعَتْ عَلَى رَأْسِهِ، أَوْ عَاتِقِهِ؛ فَكُلَّمَا رَكَعَ، أَوْ سَجَدَ تَسَاقَطَتْ عَنْهُ))!

قال الوالدُ -رحمهُ اللهُ-: “صحيح لغيره”. يُنظر: “التّعليقات الحسان على صحيح ابن حبّان”، كتابُ الصّلاة، باب فضل الصّلوات الخمس، الحديث رقم (١۷٣١).

 

Dalam riwayat lain:

Dari Jubair bin Nufair, bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar melihat seorang pemuda yang mendirikan shalat dengan memanjangkan dan melamakan (berdirinya), lalu Ibn ‘Umar berkata, “Siapa yang kenal dia?” Lalu seseorang menjawab, “Aku mengenalnya.” ‘Abdullah (bin ‘Umar) berkata, “Seandainya aku mengenalnya, niscaya kusuruh dia memanjangkan rukuk dan sujud, karena sungguh aku telah mendengar Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

Sesungguhnya tatkala seorang hamba mendirikan shalat, didatangkanlah dosa-dosanya lalu diletakkan di atas kepala atau kedua bahunya. Setiap kali dia rukuk atau sujud, berguguranlah dosa-dosa itu daripadanya.”

 

Kata ayahku –rahimahullah, “Shahih li ghairihi.”

*Ta’liqat al-Hisan ‘ala Shahih Ibn Hibban (1731)

———————————–

*Semoga Allah meneguhkanku di jalan-Nya yang lurus dan mengaruniaiku akhir kehidupan yang baik  …

Bandung, 25 Mei 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

21 comments on “Telah Pasti Itu …

  1. jampang says:

    jadi shalat itu yg bagus berlama-lama di ruku dan sujud, kang?
    bukannya Nabi berlama-lama berdiri sampai bengkak kedua kakinya?

  2. jaraway says:

    ooo gitu penjelasan poin ke 57 kitab aqidah thahawiyah itu.. *manggut2,.. baru tau rasulullaah pernah memperlihatkan membawa kitab ‘nama2’ itu..
    *merinding..

  3. jaraway says:

    “*Semoga Allah meneguhkanku di jalan-Nya yang lurus dan mengaruniaiku akhir kehidupan yang baik …”

    aamiin

  4. jaraway says:

    waaa.. putrinya syeikh al-albani punya blog.. kereen…

    eh, inget tentang ras albania jadi inget #kosovo *nepok jidad
    fajar kan mau ngetwit tentang kosovo.. malah lupaa.. ahahaha
    payah
    semalem tepar =))

    • tipongtuktuk says:

      setahu saya, ada dua putri syaikh yang punya blog …
      yang satu blog milik Hassanah, satu lagi blog milik Sukainah … -semoga Allah menjaga mereka berdua …

  5. jaraway says:

    fajar punya link bagus bang..
    hihihi
    *tapi belum ngerti bahasanya..
    kalo bang hend keknya nyambung
    qiqiqi
    http://ulamadunia.warungustad.com/

  6. Novi Kurnia says:

    kitabnya pasti tebal sekali, ya? apakah kitab itu dipinjamkan atau disimpan oleh orang tertentu saat ini?

  7. Novi Kurnia says:

    panteslah kalau berdiri lama lebih kerasa capek daripada rukuk lama atau sudud lama, ternyata ada yang memberati. Semakin lama rukuk/sujud, semakin berguguran dosa dosa kita, ya.

  8. thetrueideas says:

    *Semoga Allah meneguhkanku di jalan-Nya yang lurus dan mengaruniaiku akhir kehidupan yang baik …

    aamiin..moga saya pun demikian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s