Tentang Ucapan, “Kami Berasal dari Air.”

Nahnu min Ma-a

Berikut ini salah satu kisah yang terkenal dalam kitab-kitab sejarah –berkaitan dengan perang Badr- namun tidaklah sahih …

 

*

**

 

نحن مِن ماء

 Kami Berasal dari Air …

 

قال الشيخ محمد بن عبد الله العوشن –حفظه الله- في كتاب ما شاع ولم يثبت في السيرة النبوية (ص ١۰٥):

ما ذكره ابن إسحاق في كلامه عن تتبعه صلى الله عليه وسلم أخبار قريش , قال: ((… كما حدثني محمد بن يحيى بن حَبَّان: حتى وقف رسول الله صلى الله عليه وسلم ومعه أبو بكر رضي الله عنه على شيخ من العرب فسأله عن قريش، وعن محمد وأصحابه، وما بلغه عنهم. فقال الشيخ: لا أخبركما حتى تخبراني مِمَن أنتما؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا اخبرتنا أخبرناك. قال: أذاك بذاك؟ قال: نعم. قال الشيخ: فإنه بلغني أن محمدا وأصحابه خرجوا يوم كذا وكذا، فإن كان صدق الذي أخبرني، فهم اليوم بمكان كذا وكذا، للمكان الذي به رسول الله صلى الله عليه وسلم، وبلغني أن قريشا خرجوا يوم كذا وكذا، فإن كان الذي أخبرني صدقني فهو اليوم بمكان كذا وكذا، للمكان الذي فيه قريش، فلمَّا فرغ من خبره، قال: مِمَن أنتما؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نحن مِن ماء. ثم انصرف عنه. قال: يقول الشيخ: ما مِن ماء؟ أمِن ماء العراق؟

قال ابن هشام: يقال: ذلك الشيخ سفيان الضمري (١) “. وابن إسحاق قد صرَّح بالتحديث، وشيخه ابن حَبان (بفتح الحاء) ثقة من رجال الجماعة، لكن العلة هي الانقطاع لأن ابن حبان مات سنة ١۲١هـ وهو ابن أربع وسبعين سنة، فبين مولده والقصة قرابة خمس وأربعين سنة.

 

Syaikh Muhammad bin ‘Abdillah al-‘Ausyan –hafizhahullah berkata di kitab Ma Sya’a wa Lam Yatsbut fi as-Sirah an-Nabawiyah (105):

Apa yang disebutkan oleh Ibn Ishaq dalam ucapannya mengenai penyelidikan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tentang kabar pasukan Quraisy, dia (Ibn Ishaq) berkata:

… sebagaimana telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Yahya bin Habban: hingga Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– (yang saat itu) bersama dengan Abu Bakr –radhiyallahu ‘anhu– bertemu dengan seorang lelaki tua dari kalangan Arab Badui, lalu beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bertanya kepada lelaki tua itu tentang (pasukan) Quraisy, tentang Muhammad dan para shahabatnya, juga tentang kabar yang sampai kepadanya mengenai mereka. Maka lelaki tua Badui itu berkata, “Aku tidak akan memberi tahu kalian berdua sampai kalian memberitahukan kepadaku dari mana kalian berasal.” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Jika kau memberitahukan (kabar mereka) kepada kami, kami pun akan memberitahukan diri kami kepadamu.” Lelaki tua Badui itu berkata, “Kuberitahukan lalu kalian memberitahukanku?” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Ya, begitu.” Lelaki tua Badui itu berkata, “Menurut kabar yang sampai kepadaku, bahwasanya Muhammad dan para shahabatnya keluar pada hari anu dan anu. Jika orang yang mengabariku itu jujur, maka pada hari ini Muhammad dan para shahabatnya mestilah telah berada di tempat anu dan anu (dia menyebutkan tempat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para shahabatnya memang berkumpul di sana). Dan menurut kabar yang sampai kepadaku, bahwasanya pasukan Quraisy keluar pada hari anu dan anu. Jika memang orang yang mengabarkan kepadaku jujur, mestilah mereka pada hari ini telah berada di tempat anu dan anu (dia menyebutkan tempat pasukan Quraisy memang berkumpul di sana).” Setelah mengabarkan hal itu, lelaki tua Badui itu pun bertanya, “Kalian berdua ini berasal dari mana?” Maka Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– menjawab, “Kami berasal dari air.” Kemudian beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berlalu dari lelaki tua Badui itu. Lelaki tua Badui itu berkata, “Dari air mana, ya? Apakah dari air yang ada di Irak?”

Ibn Hisyam berkata, “Ada yang mengatakan bahwa lelaki tua itu adalah Sufyan adh-Dhamri.” [1] Dan Ibn Ishaq secara jelas menyatakan tahdits (periwayatan dengan haddatsani/na), sedangkan gurunya, yaitu Ibn Habban (dengan harakat fathah al-ha’) adalah seorang perawi yang tsiqah, termasuk salah seorang perawi  al-Jama’ah. Akan tetapi yang menjadi cacat/penyakit (bagi sanad hadits) ini adalah al-inqitha’, lantaran Ibn Habban itu meninggal tahun 121 Hijriyah dalam umur 74 tahun, sehingga jarak antara waktu kelahirannya dengan kisah ini sekitar 45 tahun.

[1] ar-Raudh al-Unuf (5/93).

 

*

**

 

قال الشيخ علي بن حسن الحلبي الأثري –حفظه الله:

أن قصة «مِن ماء»-على وَفرة ورودها في الكتب- لا يُعرف لها سند صحيح أو حسن-ألبتّة-.

 

Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari hafizhahullahberkata:

Bahwa kisah, “Kami berasal dari air,” di banyak pengutaraannya di dalam kitab-kitab, tidaklah diketahui sama sekali sanad yang sahih maupun hasan bagi kisah tersebut …

 

 

Bandung, 21 Juni 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

8 comments on “Tentang Ucapan, “Kami Berasal dari Air.”

  1. Novi Kurnia says:

    Baru mendengar kisah ini, di sini. heheh. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam tidak mungkin curang.

  2. Novi Kurnia says:

    Ya. Sharenya dari artikel ini *lirik ikon share fb

  3. jampang says:

    baru tahu juga dari artikel ini, sebelumnya belum pernah denger …. xixixixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s