Tentang Bercumbu …

muda'abah

Berikut ini adalah hadits yang rapuh … –Syaikh al-Albani menyatakannya sebagai hadits munkar

 

*

**

 

Syaikh Abu al-Qasim Isma’il bin Muhammad al-Ashbahani –rahimahullah– berkata di kitab al-Hujjah fi Bayan al-Mahajjah wa Syarh ‘Aqidah Ahl as-Sunnah (tahqiq Syaikh Muhammad bin Rabi’ bin Hadi al-Madkhali –hafizhahullah; juz 1/435 nomor 273):

 

٢٧٣- قَالَ: وَحَدَّثَنَا الطَّبَرَانِيُّ، نا مُحَمَّدُ بْنُ نَصْرٍ الصَّايِغُ، نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْمُسَيَّبِيُّ، نا يَحْيَى بْنُ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ النَّوْفَلِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنْ مُدَاعَبَةِ الْمَرْءِ زَوْجَتَهُ فَيَكْتُبُ لَهُمَا بِذَلِكَ أَجْرًا وَيَجْعَلُ لَهُمَا بِذَلِكَ رِزْقًا

 

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla benar-benar takjub terhadap suami yang mencumbui istrinya (sebelum bersenggama), lalu Allah pun menuliskan pahala bagi keduanya lantaran percumbuan itu, juga menjadikan bagi keduanya rezeki (keturunan) lantaran percumbuan itu.”

 

*

**

 

Berkaitan dengan hadits tersebut, Syaikh al-Albani –rahimahullah– berkata di kitab Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah (nomor 3104):

 

منكر. أخرجه أبو القاسم الأصبهاني في “الحجة” (ق٧٢/١) من طريق الطبراني، والديلمي في “مسند الفردوس” (١/٢٤٢) من طريق ابن لال؛ كلاهما عن يحيى بن يزيد بن عبدالملك عن أبيه [عن يزيد بن خصيفة] عن أبيه عن جده عن أبي هريرة مرفوعاً.

 

(Hadits tersebut) munkar. Dikeluarkan oleh Abu al-Qasim al-Ashbahani di kitab al-Hujjah (1/72) melalui jalan ath-Thabarani. Dikeluarkan juga oleh ad-Dailami di kitab Musnad al-Firdaus (1/242) melalui jalan Ibn Lal. Baik jalan ath-Thabarani maupun Ibn Lal, keduanya bersumber dari Yahya bin Yazid bin ‘Abd al-Malik, dari ayahnya, dari (Yazid bin Khushaifah) dari ayahnya dari kakeknya, dari Abu Hurairah –secara marfu’ (kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam) …

 

قلت: وهذا إسناد ضعيف مسلسل بالعلل:

الأولى: يحيى بن يزيد، وهو النوفلي المدني، قال ابن أبي حاتم عن أبيه:”منكر الحديث، لا أدري منه أو من أبيه، لا ترى في حديثه حديثاً مستقيماً.”

وقال أبو زرعة: “لا بأس به، إنما الشأن في أبيه، بلغني عن أحمد أنه قال: لا بأس به، ولم يكن عنده إلا حديث أبيه، ولو كان عنده غير حديث أبيه لتبين أمره.”

الثانية: يزيد بن عبدالملك، قال الذهبي في آخر ترجمة ابنه:”قال ابن عدي: الضعف على حديثه بين.

قلت: وأبوه مجمع على ضعفه.”

وجزم الحافظ في “التقريب” بضعفه.

الثالثة والرابعة: أبو يزيد وجده، وهو عبدالله بن خصيفة، أورده الحافظ في “اللسان” وقال: “قال العلائي في “الوشي”: إن كان يزيد هذا هو ابن خصيفة التابعي المشهور، فإنه يزيد بن عبدالله بن خصيفة، وكان ينسب إلى جده ، ولا أعرف حال والده، ولا ذكر جده في الصحابة، إلا في هذه الطريق، وإن كان غيره فلا أعرفه ولا أعرف أباه ولا جده. قلت ( الحافظ ): وتبين لي أنه هو؛ فقد ذكر المزي يزيد بن عبدالملك في الرواة عنه.”

 

Aku (Syaikh al-Albani) katakan, sanad hadits ini lemah dengan cacat berantai

(Cacat pertama): Yahya bin Yazid an-Naufali al-Madani. Ibn Abu Hatim menyebutkan ucapan ayahnya tentang Yahya bin Yazid, “Dia munkar al-hadits, aku tak mengetahui tentangnya atau tentang ayahnya. Takkan kau lihat kelurusan pada haditsnya.”

Abu Zur’ah berkata tentang Yahya bin Yazid, “Tak mengapa dengannya, yang menjadi perkara adalah ayahnya. Telah sampai kepadaku ucapan Ahmad (bin Hanbal): bahwa tidak mengapa dengan Yahya bin Yazid, dan tidak ada padanya selain hadits ayahnya. Seandainya ada padanya hadits selain dari ayahnya, niscaya  jelas perkaranya.”

(Cacat kedua): Yazid bin ‘Abd al-Malik. Imam adz-Dzahabi berkata di akhir tarjamah anaknya (yakni Yahya bin Yazid bin ‘Abd al-Malik), “Ibn ‘Adi mengatakan: kelemahan pada haditsnya jelas.” Aku (adz-Dzahabi) katakan, “Ulama bersepakat pula atas kelemahan ayahnya (Yazid bin ‘Abd al-Malik).”

Al-Hafizh Ibn Hajar al-Asqalani menetapkan kelemahan Yazid bin ‘Abd al-Malik ini di kitab at-Taqrib.

(Cacat ketiga dan keempat): ayahnya Yazid dan kakeknya, dan dia adalah ‘Abdullah bin Khushaifah, disebutkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar al-Asqalani di kitab al-Lisan al-Mizan dengan mengatakan: Abu Sa’id al-‘Ala-i berkata di kitab al-Wasyi, “Jika Yazid ini adalah Ibn Khushaifah, seorang tabi’in yang terkenal, maka dia adalah Yazid bin ‘Abdullah bin Khushaifah, dan dia dinisbatkan kepada kakeknya. Aku tidak tahu perihal ayahnya, tidak juga penyebutan ayahnya dari riwayat shahabat kecuali pada jalan ini saja. Adapun jika yang dimaksud adalah Yazid yang lain, maka aku tak mengetahunya, tidak pula mengetahui ayah dan kakeknya.” Aku (al-Hafizh) katakan, “Maka jelas bagiku bahwa Yazid yang dimaksud adalah Ibn Khushaifah, seorang tabi’in terkenal. Al-Mizi telah menyebutkan Yazid bin ‘Abd al-Malik ini dalam riwayat dari Yazid bin Khushaifah.”

 

والزيادة التي بين المعكوفتين ليست عند الديلمي، واستدركتها من الأصبهاني و “الميزان” وهي في “المعجم الكبير” أيضاً للطبراني (٢٢/٣۹٦) بهذا الإسناد لحديثين آخرين، لكن ليس فيه: “عن أبي هريرة”، بل أوردهما في ترجمة ( أبي خصيفة).

 

Sedangkan tambahan yang terdapat di antara kedua tanda kurung tidaklah terdapat pada riwayat ad-Dailami. Aku (Syaikh al-Albani) menemukannya dari (riwayat) al-Ashbahani dan pada kitab al-Mizan; tambahan itu terdapat pula di kitab al-Mu’jam al-Kabir susunan ath-Thabarani (22/496) dengan sanad ini bagi kedua hadits terakhir. Akan tetapi tidak terdapat di dalamnya redaksi, “Dari Abu Hurairah,” melainkan keduanya menyebutkan pada tarjamah Abu Khushaifah.

 

*

**

 

Demikianlah penjelasan Syaikh al-Albani –rahimahullah– mengenai kelemahan hadits tersebut –dan beliau mengatakannya sebagai hadits munkar. Akan tetapi sejauh pengetahuan saya, muda’abah atau mula’abah (percumbuan) seorang suami terhadap istrinya –atau biasa disebut muqadimah al-jima’ (foreplay), bukanlah merupakan hal yang terlarang … wallahu a’lamu …

 

Bandung, 26 September 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

18 comments on “Tentang Bercumbu …

  1. thetrueideas says:

    “Janganlah seorang diantara kalian menggauli istrinya bak seekor binatang. Hendaklah terlebih dahulu ia memberikan rangsangan dengan ciuman dan rayuan. (HR Tirmidzi).

    Ibnul Qayyim menjelaskan ,”Satu hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum berjimak adalah mencandai pasangan wanita, mencium dan mengulum lidahnya.

    (dari kitab Sutra Ungu, Panduan Berhubungan Intim Dalam Perspektif Islam karya ustadz Abu Umar Basyir

    • jampang says:

      ini dasar yang kuat dibandingkan hadits yang diposting kang hendra yah?

    • tipongtuktuk says:

      @Mas Syamsul: benar, saya dapati ucapan Ibn al-Qayyim seperti itu …

      قال ابن القيم في زاد المعاد: ومما ينبغي تقديمه على الجماع ملاعبة المرأة وتقبيلها ومص لسانها
      Ibn al-Qayyim berkata, “Satu hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum berjimak adalah mencandai istri, menciumnya, dan mengulum lidahnya.” (Zad al-Ma’ad)

      Adapun tentang hadits yang disebutkan sebagai riwayat at-Tirmidzi, saya belum mendapatkannya di kitab at-Tirmidzi. Saya mendapati redaksi seperti itu sebagai riwayat Abu manshur ad-Dailami di kitab Musnad al-Firdaus (sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh al-Albani di Silsilah adh-Dha’ifah nomor 6075), juga di kitab Takhrij Ahadits Ihya’ susunan al-‘Iraqi:

      عن أنس، قال صلى الله عليه وسلم: “لا يقعن أحدكم على امرأته، كما تقع البهيمة، وليكن بينهما رسول. قيل: وما الرسول يا رسول الله؟ قال: القبلة والكلام

      Dari Anas, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian menggauli istrinya sebagaimana persetubuhan bintang. Jadikanlah di antara pasangan suami istri itu itu perantara.” Shahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan perantara itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ciuman dan ucapan cumbu rayu.” (Diriwayatkan oleh Abu Manshur ad-Dailami di Musnad Firdaus; Syaikh al-Albani mengatakan hadits ini munkar) … wallahu a’lamu …

  2. jaraway says:

    *salah tempat
    *balik arah =)))

  3. nurme says:

    numpang baca untuk pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s