Tiada Jalan Menuju Keberuntungan Selain dengannya …

taubat

Tiada Jalan Menuju Keberuntungan Selain dengannya …

Sukainah binti Muhammad Nashir ad-Din al-Albani –semoga Allah menjaganya …

http://tamammennah.blogspot.com/2009/09/blog-post_06.html

 

نص الرسالة:
لا سبيل إلى الفلاح إلا بها
وكل مؤمن محتاج إليها
ما هي؟
النور: ٣١

 

Tiada jalan menuju keberuntungan selain dengannya,

dan setiap orang beriman membutuhkannya

Apakah gerangan itu?

(yaitu hal yang disebutkan dalam) surah an-Nur: 31

 

***

التوضيح:
الآية ٣١ من سورة النور:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Penjelasan:

Ayat ke-31 dari surah an-Nur …

Katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

والدليل فيها للفائدة: خاتمتها.
قال العلامة السعدي -رحمه الله- في تفسيرها:
“ولَمّا أَمَرَ تعالى بهذه الأوامر الحسنة، ووصَّى بالوصايا المستحسنة، وكان لا بد مِن وقوع تقصيرٍ مِن المؤمن بذلك؛ أَمَرَ الله تعالى بالتوبة، فقال:
{وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ} لأن المؤمن يدعوه إيمانُه إلى التوبة، ثم علّق على ذلك الفلاح، فقال: لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. فلا سبيل إلى الفلاح إلا بالتوبة، وهي:
الرجوع مما يكرهه الله، ظاهرًا وباطنًا، إلى: ما يحبه ظاهرًا وباطنًا.
ودل هذا أن كل مؤمن محتاج إلى التوبة؛ لأن الله خاطب المؤمنين جميعًا.
وفيه الحث على الإخلاص بالتوبة في قوله: {وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ} أي: لا لمقصدٍ غير وجهه، مِن سلامةٍ مِن آفاتِ الدنيا، أو رياءٍ وسمعة، أو نحو ذلك مِن المقاصد الفاسدة”. ا.هـ “تيسير الكريم الرحمن” ص ٥٦٧

 

Petunjuknya pada bagian akhir dari ayat tersebut …

Berkata al-‘Allamah as-Sa’di –rahimahullah– di kitab tafsirnya:

Tatkala Allah ta’ala memerintahkan dan mewasiatkan perkara-perkara yang baik tersebut, tentunya di antara orang beriman ada yang terjatuh dalam kelalaian akan perkara-perkara tersebut, maka Allah ta’ala memerintahkan untuk bertaubat. Allah berfirman, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman,” lantaran seorang Mukmin itu keimanannya akan menyeru kepada taubat, kemudian Allah mengaitkan taubat itu dengan keberuntungan. Allah berfirman, “Supaya kamu beruntung,” maka tiada jalan menuju keberuntungan selain dengan taubat. Adapun yang dimaksud dengan taubat adalah kembali dari perkara yang dibenci Allah, baik lahir maupun batin, menuju perkara yang dicintai Allah, baik lahir maupun batin. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang beriman itu membutuhkan taubat, sebab –dalam hal ini- Allah menujukan pembicaraannya kepada semua orang beriman. Di dalam perintah tersebut terkandung pula anjuran untuk ikhlas dalam taubat, yaitu dalam perkataan Allah, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,” yaitu tidak meniatkan maksud kecuali wajah-Nya, seperti demi kesejahteraan dari kerugian duniawi, juga karena riya dan sum’ah, atau hal-hal semacam itu dari tujuan-tujuan yang rusak. –Taisir al-Karim ar-Rahman (567)

 

Bandung, 31 Oktober 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

6 comments on “Tiada Jalan Menuju Keberuntungan Selain dengannya …

  1. thetrueideas says:

    manusia menilai dengan dirinya sendiri, padahal Allah sangatlah jauh dari penilaian yg ada dalam pikiran manusia

    tatkala manusia datang dengan dosa sebanyak buih di lautan, dengan taubat Allah ampunkan semuanya itu

    betul begitu mas Hen?

  2. jaraway says:

    T_T

    taubat..huhuhu

  3. Novi Kurnia says:

    “atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,” <— artinya anak tiri adalah mahram, ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s