Hari Kemarin Menyajikan Contoh …

contoh

Katamu, hari kemarin menyajikan contoh untuk kaubaca pada hari ini. Renungkan lagi kehadiranmu di majelis ilmu; juga mujalasah-mu di depan guru-gurumu. Betapa banyak orang berbangga dengan perbincangan bersama guru tanpa sedikit pun mendulang faidah darinya lantaran tenggelam dalam hasut untuk menyauk marah dan amarah … -kau lihatlah, mereka teperdaya bisikan hati lantas melemparkan para guru ke kancah fitnah-fitnah …

وقال حاتم بن أحمد بن محمود سمعت مسلم بن الحجاج، يقول: لما قدم مُحَمَّد بن إسماعيل نيسابور، ما رأيت واليا ولا عالما فعل به أهل نيسابور ما فعلوا بمُحَمَّد بن إسماعيل، استقبلوه مرحلتين من البلد أو ثلاث – هدي الساري …

Hatim bin Ahmad bin Mahmud berkata, aku mendengar Muslim bin al-Hajjaj berkata, “Tatkala Muhammad bin Isma’il datang ke negeri Naisabur, tak pernah kulihat penguasa dan ulama negeri Naisabur melakukan hal yang mereka lakukan terhadap Muhammad bin Isma’il. Mereka menyambut kedatangannya sejauh jarak dua marhalah atau tiga marhalah dari batas negeri Naisabur.”Hadyu as-Sari

وقال محمد بن يحيى الذهلي في مجلسه: من أراد أن يستقبل محمد بن إسماعيل غدا فليستقبله، فإني أستقبله، فاستقبله محمد بن يحيى، وعامة علماء نيسابور، فدخل البلد – هدي الساري …

Berkatalah Muhammad bin Yahya adz-Dzahli di majelisnya, “Siapa yang ingin menyambut Muhammad bin Isma’il esok pagi, datanglah untuk menyambutnya. Sungguh aku pun akan ikut menyambutnya.” Maka Muhammad bin Yahya adz-Dzuhli pun menyambut al-Bukhari bersama para ulama negeri Naisabur (hingga) al-Bukhari masuk ke negeri Naisabur … –Hadyu as-Sari

Adz-Dzahli, imam negeri timur, ahli hadits negeri Naisabur- itu juga berkata kepada penduduk Naisabur:

اذهبوا إلى هذا الرجل الصالح العالم ، فاسمعوا منه -هدي الساري …

“Pergilah kepada lelaki shalih berilmu itu, simaklah riwayat darinya!” Hadyu as-Sari

Beliau juga berpesan:

لا تسألوه عن شيء من الكلام، فإنه إن أجاب بخلاف ما نحن عليه وقع بيننا وبينه، وشمت بنا كل ناصبي ورافضي، وكل جهمي ومرجئ بخراسان -هدي الساري …

“Janganlah kalian bertanya kepadanya tentang perkara al-Quran karena sungguh jika jawabannya berlainan dengan pendapat kami, niscaya akan terjadi suatu perselisihan di antara kami dan dirinya, dan itu akan membuat para nashibi dan rafidhah bergembira, juga kaum jahmiyah dan murji-ah di Khurasan.”Hadyu as-Sari

Akan tetapi fitnah tak mau diam sebelum menunjukkan taringnya di antara gigi para penghasut …

فلما كان اليوم الثاني أو الثالث من قدومه، قام إليه رجل، فسأله عن اللفظ بالقرآن … يا أبا عبد الله ما تقول في اللفظ بالقرآن، مخلوق هو أو غير مخلوق؟ فأعرض عنه البخاري، ولم يجبه ثلاثا، فالتفت إليه البخاري في الثالثة، فقال: القرآن كلام الله غير مخلوق، وأفعال العباد مخلوقة، والامتحان بدعة، فشغب الرجل، وشغب الناس -هدي الساري …

Pada hari kedua atau ketiga dari kedatangan al-Bukhari, berdirilah seorang lelaki (di majelis) al-Bukhari untuk bertanya tentang lafazh al-Quran …, “Wahai Abu ‘Abdullah, apa ucapanmu tentang lafazh al-Quran? Makhlukkah itu ataukah bukan makhluk?” Imam al-Bukhari pun berpaling dari orang itu dan tidak memberi jawaban sampai ditanya tiga kali. Pada kali ketiga, al-Bukhari pun berpaling kepada orang itu lalu mengatakan, “Al-Quran itu kalam Allah bukan makhluk, sedangkan perbuatan hamba adalah makhluk dan pertanyaan untuk menguji seperti ini adalah bid’ah.”  Maka orang itu dan yang lainnya pun terkacaukan oleh hasutan … –Hadyu as-Sari

Orang-orang yang hadir di majelis al-Bukhari pun menafsirkan hal yang berbeda-beda tentang ucapan al-Bukhari. Sebagian di antara mereka menganggap bahwa al-Bukhari mengatakan bahwa al-Quran adalah makhluk. Hal itu sampai kepada Imam adz-Dzahli –rahimahullah– sehingga beliau pun berkata:

القرآن كلام الله غير مخلوق ومن زعم لفظي بالقرآن مخلوق فهو مبتدع ولا يجالس ولا يكلم ومن ذهب بعد هذا إلى محمد بن إسماعيل فاتهموه فإنه لا يحضر مجلسه إلا من كان على مذهبه -هدي الساري …

“Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Siapa yang beranggapan bahwa al-Quran adalah makhluk, maka dia ahli bid’ah yang tak boleh bermujalasah dan berbicara dengannya. Siapa yang pergi ke majelis Muhammad bin Isma’il setelah ini, maka curigailah dia karena tidaklah bermajelis dengannya kecuali orang yang berpendapat sama dengannya.” Hadyu as-Sari

Maka fitnah pun semakin merebak, orang-orang berpaling dari majelis Imam al-Bukhari. Tak ada lagi yang hadir selain Imam Muslim -pemilik kitab Shahih– dan Ahmad bin Salamah …

فأخذ مسلم رداءه فوق عمامته وقام على رؤوس الناس فبعث إلى الذهلي جميع ما كان كتبه عنه على ظهر جمال -هدي الساري …

“Imam Muslim pun mengambil selendangnya lalu meletakkannya di atas penutup kepalanya. Dia berdiri dan berjalan melewati kepala orang-orang untuk menyerahkan kepada Imam adz-Dzuhli semua riwayat yang telah dicatatnya (dari adz-Dzuhli) di atas punggung unta.”Hadyu as-Sari

أحمد بن سلمة النيسابوري يقول دخلت على البخاري فقلت يا أبا عبد الله إن هذا رجل مقبول بخراسان خصوصا في هذه المدينة وقد لج في هذا الأمر حتى لا يقدر أحد منا أن يكلمه فيه فما ترى قال فقبض على لحيته ثم قال وأفوض أمري إلى الله إن الله بصير بالعباد اللهم إنك تعلم أني لم أرد المقام بنيسابور أشرا ولا بطرا ولا طلبا للرياسة … ثم قال لي يا أحمد أني خارج غدا لتخلصوا من حديثه لأجلي -هدي الساري …

Ahmad bin Salamah an-Naisaburi berkata: Aku mendatangi Imam al-Bukhari lalu kukatakan kepadanya, “Wahai Abu ‘Abdullah, sesungguhnya orang itu (Imam adz-Dzuhli) sangat diterima di Khurasan, khususnya di negeri Naisabur ini. Dia berkeras hati dalam perkara ini sehingga tak ada seorang pun dari kami yang bisa mengajaknya berbicara mengenai masalah ini. Bagaimana pendapatmu?” Imam al-Bukhari pun menggenggam janggutnya lalu (membaca surah al-Mukmin ayat 44), Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” Beliau juga berdoa, “Allahumma, sesungguhnya Kau tahu bahwa aku tidaklah mencari kedudukan di negeri Naisabur untuk kesenangan dan kesombongan, tidak pula aku mencari kepemimpinan.”  Kemudian beliau berkata kepadaku, “Wahai Ahmad, esok aku kan pergi  meninggalkan Naisabur untuk membebaskan penduduknya dari fitnah yang terjadi berkaitan denganku.” Hadyu as-Sari

Imam al-Bukhari juga mengatakan kepada Abu ‘Amr:

يا أبا عمرو احفظ عنى من زعم من أهل نيسابور وسمى غيرها من البلدان بلادا كثيرة أننى قلت لفظى بالقرآن مخلوق فهو كذاب فإني لم أقله إلا أني قلت أفعال العباد مخلوقة -هدي الساري …

“Wahai Abu Amr, hafalkanlah perkataanku! Siapa pun di antara penduduk negeri Naisabur dan negeri-negeri lain yang mengatakan bahwa aku menyatakan al-Quran yang kulafazhkan adalah makhluk, maka dia adalah pendusta. Sungguh aku tidak mengatakan hal itu melainkan aku mengatakan bahwa perbuatan hamba adalah makhluk.” Hadyu as-Sari

Belajarlah, katamu … dan berpalinglah dari segala hasut. Jadikan ilmu sebagai sutrah di antaramu dengan fitnah-fitnah …

Bandung, 27 Desember 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

6 comments on “Hari Kemarin Menyajikan Contoh …

  1. memang tak suka menghasut orang lain…….jelek

  2. jaraway says:

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….
    sereeeem..

    ngeri beneeer..
    jadi begitu yah..

    bang, btw pegang janggut itu menandakan bagaimana to?

    sering baca tentang ‘ulama pegang janggut pada kejadian2 seperti itu

  3. Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan makhluk.
    Sungguh jahil yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk, meski bergelar profesor.

    • tipongtuktuk says:

      betul sekali, mas Iwan …
      sebagaimana firman Allah:

      وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّهِ

      “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Kalamullah.” (QS. at-Taubah: 6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s