Piutang Bumi dari Rubah …

piutang bumi

Berikut ini adalah sebuah hadits lemah tentang perumpamaan orang yang berlari dari kematian dan tiadanya tempat berlari dari kematian …

 

*

**

 

Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini –hafizhahullah …

http://shamela.ws/browse.php/book-10024/page-51

 

مثل الذي يفر من الموت كمثل الثعلب، تطلبه الأرض بدين، فجعل يسعى حتى إذا أعيى وانتهر دخل جحره، فقالت له الأرض: يا ثعلب، ديني!! فخرج وله حصاص فلم يزل كذلك حتى تقطعت عنقه فمات

 

Perumpamaan orang yang lari dari kematian itu ibarat seekor rubah yang dicari oleh bumi lantaran utangnya. Rubah itu berusaha (lari menghindari bumi) hingga ketika telah merasa lelah dan payah, dia pun masuk ke dalam lubangnya, lalu bumi berkata kepadanya, “Wahai rubah, mana piutangku?” Sang rubah pun lari keluar dari lubangnya seraya terkentut-kentut. Terus-menerus seperti itu keadaan sang rubah hingga terputus lehernya dan mati.

Berkata Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini –hafizhahullah– mengenai hadits ini:

 

ضعيف.
أخرجه العقيلي في ((الضعفاء)) (ق ۲/۲١١)، والطبراني في ((الكبير)) (٦٩۲۲/ ۷) ۲۲۲) ، وفي ((الأوسط)) – كما في ((المجمع)) (۲/٣۲٠) – من طريق معاذ بن محمد الهذلي، عن يونس بن عبيد، عن الحسن، عن سمرة بن جندب مرفوعاً فذكره. قال العقيلي: معاذ بن محمد الهذلي، عن يونس بن عبيد في حديثه نظر، ولا يتابع على رفعه .

 

Hadits ini dha’if; dikeluarkan oleh al-‘Uqaili di kitab adh-Dhu’afa (2/211), juga oleh ath-Thabrani di kitab al-Kabir (7/6922) dan di kitab al-Ausath –sebagaimana di kitab al-Majma’ az-Zawa-id (2/320), dari jalan Mu’adz bin Muhammad al-Hudzali, dari Yunus bin ‘Ubaid, dari al-Hasan (al-Bashri), dari Samurah bin Jundub secara marfu’ (yakni sampai kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam) … -lalu menyebutkan hadits di atas …

Al-‘Uqaili berkata, “Mu’adz bin Muhammad al-Hudzali dari Yunus bin ‘Ubaid, di dalam haditsnya ada pandangan; tidak ada penyerta atas kemarfu’annya.”

 

قلت: وخالفه إسحاق بن الربيع فرواه عن الحسن، عن سمرة بن جندب، موقوفاًعليه من قوله وفي آخره: ((فكذاك ابن آدم لا يجد من الموت مفراً، أينما توجه لم يجد للموت مفرا.)) أخرجه العقيلي والرامهرمزي في ((الأمثال)) (ص – ١١٠) . قال العقيلي: ((هذا أشبه من حديث معاذ)) وأولى؛ وإسحاق فيه لين أيضاً)) . فالعقيلي بهذا يرجح الموقوف على المرفوع، وفي كليهما الحسن البصري وقد اختلفوا في سماعه من سمرة، وعلى أي وجه فهو مدلس عنعنة، فلا يقبل من حديثه إلا ما صرح فيه بالسماع. والله أعلم.

 

Aku (Abu Ishaq al-Huwaini) katakan, Ishaq bin ar-Rabi’ menyelisihi Mu’adz bin Muhammad al-Hudzali. Ishaq bin ar-Rabi’ meriwayatkannya dari al-Hasan (al-Bashri) dari Samurah bin Jundub secara mauquf sampai kepada Samurah bin Jundub sebagai ucapan Samurah bin Jundub. (Pada bagian akhir riwayat Ishaq bin ar-Rabi’ ini terdapat redaksi:

 

فكذاك ابن آدم لا يجد من الموت مفراً، أينما توجه لم يجد للموت مفرا

“Seperti itu pulalah anak Adam, dia tidak mendapati tempat lari dari kematian. Ke mana pun menghadap, dia tak mendapati tempat lari dari kematian.”

Dikeluarkan oleh al-‘Uqaili dan ar-Ramahurmuzi di kitab al-Amtsal (halaman 110). Al-‘Uqaili mengatakan, “Ini lebih tepat dan utama daripada hadits Mu’adz bin Muhammad al-Hudzali, dan pada diri Ishaq ada kelemahan juga.” Maka dengan hal ini, al-‘Uqaili memandang unggul riwayat mauquf dari yang marfu’. (Akan tetapi) di dalam kedua sanad riwayat ini, baik yang mauquf maupun yang marfu’ terdapat al-Hasan al-Bashri. Para ulama berbeda pendapat tentang penyimakan al-Hasan al-Bashri dari Samurah bin Jundub. Bagaimana pun perihalnya, al-Hasan al-Bashri itu seorang mudallis secara ‘an’anah sehingga tidak diterima haditsnya kecuali apabila dia menyatakan secara jelas atas penyimakannya. Wallahu a’lamu

 

Bandung, 26 Februari 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

10 comments on “Piutang Bumi dari Rubah …

  1. jampang says:

    belum pernah denger hadist di atas, kang 😀

  2. thetrueideas says:

    belum baca hadits ini… #barutahu.com

  3. Wah sehabis baca semut terkentut…. Maaf banget untung kentut ku kecil hampir gak kedengaran

  4. lazione budy says:

    “Seperti itu pulalah anak Adam, dia tidak mendapati tempat lari dari kematian. Ke mana pun menghadap, dia tak mendapati tempat lari dari kematian.”

    sampai akhir dunia, kematian adalah misteri yg ga akan terpecahkan secara ilmiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s