Mereka Bilang, Perang Shiffin Telah Dikabarkan Lewat Taurat …

shiffin dan Taurat

Imam as-Suyuthi berkata di kitab al-Hawi li al-Fatawi (3/233) sebagai berikut:

 

وأخرج البيهقي في دلائل النبوة عن محمد بن يزيد الثقفي قال :اصطحب قيس بن خرشة، وكعب الأحبار حتى إذا بلغا صفين وقف كعب ثم نظر ساعة ثم قال: ليهراقن بهذه البقعة من دماء المسلمين شيء لا يهراق ببقعة من الأرض مثله، فقال قيس:ما يدريك فإن هذا من الغيب الذي استأثر الله به؟ فقال كعب:ما من الأرض شبر إلا مكتوب في التوراة الذي أنزل الله على موسى ما يكون عليه وما يخرج منه إلى يوم القيامة

 

Dan Imam al-Baihaqi telah mengeluarkan riwayat di kitab Dala-il an-Nubuwwah dari Muhammad bin Yazid ats-Tsaqafi, dia berkata:

(Suatu hari) Qais bin Kharasyah membersamai perjalanan Ka’b al-Ahbar. Tatkala keduanya sampai di padang Shiffin, Ka’b al-Ahbar pun berhenti kemudian memandang padang Shiffin sejenak seraya berkata, “Darah kaum Muslimin benar-benar akan tertumpah di tempat ini dengan suatu pertumpahan darah yang tak tertandingi oleh pertumpahan darah di tempat-tempat lainnya.” (Mendengar itu), Qais pun berkata, “Bagaimana kau tahu? Sungguh hal itu termasuk perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah saja.” Ka’b al-Ahbar berkata, “Tak ada satu jengkal tanah pun di muka bumi kecuali telah termaktub di dalam kitab Taurat yang diturunkan Allah kepada Musa, baik mengenai hal yang akan terjadi di dalamnya maupun yang timbul daripadanya hingga hari kiamat.”­ –selesai kutipan …

 

Riwayat tersebut lemah; dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarani di kitab Mu’jam al-Kabir (15292), juga sebagaimana dikatakan oleh Imam as-Suyuthi, dikeluarkan oleh al-Baihaqi di kitab Dala-il an-Nubuwwah (2820). Keduanya melalui jalan ‘Abdullah bin Shalih yang mengatakan:

 

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ عِمْرَانَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يُحَدِّثُ عن مُحَمَّدَ بْنَ أَبِي زِيَادٍ الثَّقَفِيَّ قَالَ : اصْطَحَبَ قَيْسُ بْنُ خَرَشَةَ وَكَعْبٌ الْكِتَابَيْنِ حَتَّى إِذَا بَلَغَا صِفِّينَ وَقَفَ كَعْبٌ سَاعَةً ، فَقَالَ : لَا إِلَهَ إلَّا اللَّهُ ، لَيُهْرَاقَنَّ بِهَذِهِ الْبُقْعَةِ مِنْ دِمَاءِ الْمُسْلِمِينَ شَيْءٌ لَا يُهَرَاقُ بِبُقْعَةٍ مِنَ الْأَرْضِ ، فَغَضِبَ قَيْسٌ ثُمَّ قَالَ: وَمَا يُدْرِيكَ يَا أَبَا إِسْحَاقَ، أَمَا هَذَا مِنَ الْغَيْبِ الَّذِي اسْتَأْثَرَ اللَّهُ بِهِ؟ فَقَالَ كَعْبٌ : مَا مِنَ الْأَرْضِ شَيْءٌ إِلَّا وَهُوَ مَكْتُوبٌ فِي التَّوْرَاةِ الَّذِي أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى مَا يَكُونُ عَلَيْهِ وَمَا يَخْرُجُ فِيهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

 

Telah mengabarkan kepadaku Harmalah bin ‘Imran, dari Yazid bin Abi Habib, bahwasanya dia mendengarnya bercerita tentang Muhammad bin Abi Ziyad ats-Tsaqafi yang mengatakan:

(Suatu hari) Qais bin Kharasyah membersamai perjalanan Ka’b al-Kitabain. Tatkala keduanya sampai di padang Shiffin, Ka’b al-Ahbar pun berhenti kemudian memandang padang Shiffin sejenak seraya berkata, “Tiada yang berhak untuk diibadahi selain Allah! Darah kaum Muslimin benar-benar akan tertumpah di tempat ini dengan suatu pertumpahan darah yang tak tertandingi oleh pertumpahan darah di tempat-tempat lainnya.” (Mendengar itu), Qais pun marah, Bagaimanakau tahu itu, wahai Abu Ishaq? Sungguh hal itu termasuk perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah saja.” Ka’b al-Ahbar berkata, “Tak ada satu jengkal tanah pun di bumi kecuali telah termaktub di dalam kitab Taurat yang diturunkan Allah kepada Musa, baik mengenai hal yang akan terjadi di dalamnya maupun yang timbul daripadanya hingga hari kiamat.”

 

Shiffin: yaitu nama suatu daerah tempat berlangsungnya peperangan di antara dua kelompok kaum Muslimin, yaitu di antara ‘Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan –radhiyallahu ‘anhum. Di sebutkan dalam Mu’jam al-Buldan (3/414):

 

صفين: موضع بقرب الرقة على شاطئ الفرات من الجانب الغربي، بين الرقة وبالس، وقعت بها الموقعة الشهيرة بين علي ومعاوية.

 

“Shiffin, sebuah tempat di dekat negeri ar-Riqqah di tepian barat sungai Furat (Eufrat), letaknya di antara ar-Riqqah dengan Balis; di tempat itu terjadi peperangan yang terkenal di antara ‘Ali dengan Mu’awiyah.”

 

Ka’b al-Ahbar: dalam riwayat tersebut, Ka’b al-Ahbar disebut dengan Ka’b al-Kitabain karena dia bekas pendeta Yahudi yang membaca Taurat kemudian masuk Islam dan membaca al-Quran. Dia masuk Islam setelah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– wafat. Imam adz-Dzahabi berkata di kitab Siyar A’lam an-Nubala’ (3/489):

 

هو كعب بن ماتع الحميري اليماني العلامة الحبر ، الذي كان يهوديا فأسلم بعد وفاة النبي – صلى الله عليه وسلم – وقدم المدينة من اليمن في أيام عمر رضي الله عنه ، فجالس أصحاب محمد – صلى الله عليه وسلم – فكان يحدثهم عن الكتب الإسرائيلية

 

Ka’b al-Ahbar adalah Ka’b bin Mati’ al-Himyari al-Yamani, seorang yang sangat ‘alim dan rahib yang shalih. Dulunya beragama Yahudi lalu masuk Islam setelah Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- wafat. Dia datang ke Madinah dari negeri Yaman pada masa pemerintahan ‘Umar –radhiyallahu ‘anhu, lalu bermajelis dengan para shahabat Muhammad –shallallahu ‘alaihiwasallam- dan menceritakan kitab-kitab Israiliyat.

 

Akan tetapi riwayat di atas tidaklah shahih. Riwayat tersebut lemah karena pada sanadnya ada ‘Abdullah bin Shalih yang lemah dan Muhammad bin Yazid bin Abi Ziyad ats-Tsaqafi yang majhul

 

(1) ‘Abdullah bin Shalih adalah juru tulis al-Laits al-Mishri; dia seorang perawi lemah. Putra Imam Ahmad berkata:

 

سألت أبي عن عبد الله بن صالح، كاتب الليث، فقال: كان أول أمره متماسكا، ثم فسد بآخرة ، وليس هو بشيء

 

Aku bertanya kepada ayahku (Imam Ahmad) tentang ‘Abdullah bin Shalih, juru tulis al-Laits, maka ayahku menjawab, “Dulunya dia kukuh (dalam riwayat), namun kemudian rusak.”Jarh wa Ta’dil Ibn Abi Hatim …

 

Imam an-Nasa-i mengatakan:

 

ليس بثقة

 

“Bukan perawi tepercaya.”

 

Ibn Hajar berkata di kitab at-Taqrib:

 

صدوق كثير الخطأ، ثبت في كتابه، وكانت فيه غفلة

 

“Jujur banyak melakukan kekeliruan; kukuh dalam kitabnya namun suka lalai di dalamnya.”

 

(2) Muhammad bin Yazid bin Abi Ziyad ats-Tsaqafi; seorang perawi yang majhul. Disebutkan dalam Tahdzib al-Kamal al-Mizzi ucapan Abu Hatim tentangnya:

 

مجهول

 

“Majhul.”

 

Ibn Hajar berkata tentangnya dalam at-Taqrib at-Tahdzib:

 

محمد بن يزيد بن أبي زياد الثقفي مولى المغيرة بن شعبةنزيل مصر مجهول الحال

 

“Muhammad bin Yazid bin Abi Ziyad ats-Tsaqafi, maula al-Mughirah bin Syu’bah, datang ke Mesir, Majhul Hal.”

 

Bandung, 7 April 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA—

Advertisements

8 comments on “Mereka Bilang, Perang Shiffin Telah Dikabarkan Lewat Taurat …

  1. jampang says:

    terima kasih ilmunya, kang

  2. jaraway says:

    kalo ambil dari taqribut tahdzib emang ringkes.. ehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s