Seakan-akan Berhijrah kepadanya …

al-harj

Hassanah binti Muhammad Nashir ad-Din al-Albani –hafizhahallah– …

http://alamralateeq.blogspot.com/2014/05/blog-post_20.html

 

بسمِ اللهِ الرَّحمَٰنِ الرَّحِيم…

الفضلُ العظيمُ (للعِبَادَةِ) في (أَيَّامِ الْفِتَنِ)!..

 

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang …

Besarnya keutamaan ibadah pada masa-masa fitnah …

 

• عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ؛ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ))! [رواهُ مسلمٌ في كتابِ الفتنِ وأشراطِ السّاعة، باب فضلِ العبادةِ في الهرْج، ١٣٠- (۲٩٤۸)].

 

Dari Ma’qil bin Yasar –radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Ibadah pada masa al-harj seperti berhijrah kepadaku.” (HR. Muslim di kitab al-Fitan wa Asyrath as-Sa’ah, bab Fadhl al-‘Ibadah fi al-Harj 130/2948)

 

• معنى (هَرَجَ) في اللّغة:

من معجم “مقاييس اللُّغة”، (٦/٤٩):

“(هَرَجَ) الْهَاءُ وَالرَّاءُ وَالْجِيمُ: أَصْلٌ صَحِيحٌ؛ يَدُلُّ عَلَى اخْتِلَاطٍ وَتَخْلِيطٍ!

مِنْهُ: هَرَّجَ الرَّجُلُ فِي حَدِيثِهِ: خَلَّطَ!

وَيُقَاسُ عَلَى هَذَا؛ فَيُقَالُ لِلْقَتْلِ: هَرْجٌ، بِسُكُونِ الرَّاءِ” اهـ‍       

 

Pengertian ha-ra-ja menurut bahasa:

Dalam Mu’jam Maqayis al-Lughah (6/49) dijelaskan:

Ha-ra-ja, yaitu huruf al-ha dan ar-ra’ dan al-jim, secara asal menunjukkan akan kekacauan dan bancuh (pencampuradukan);

Dari hal itu dikatakan, “Harraja ar-rajul fi haditsihi,” yakni, “Khallatha (dia kacau dalam pembicaraannya),” dan al-qatl (pembunuhan) dipersamakan pula dengan hal ini, sehingga pembunuhan disebut juga dengan harj, dengan huruf ar-ra’ tanpa vokal (sukun) …

 

• جاءَ في “حاشية السّنديّ على سنن ابن ماجه”، (۲/٤۷۷):

“(فِي الْهَرْجِ) بِفَتْحٍ وَسُكُونٍ، أَيْ: فِي أَيَّامِ الْفِتَنِ! وَظُهُورِ الْعِنَادِ بَيْنَ الْعِبَادِ!” اهـ‍

 

Dalam Hasyiyah as-Sindi ‘ala Sunan Ibn Majah (2/477), dikatakan:

“Pada masa al-harj,” dengan fat-hah dan sukun, yaitu pada masa fitnah dan munculnya penyimpangan-penyimpangan di kalangan manusia …

 

  • وفي “شرح النّوويّ على مسلم”، (١۸/۸۸-۸٩):

“الْمُرَادُ بِالْهَرْجِ -هُنَا-: الْفِتْنَةُ! وَاخْتِلَاطُ أُمُورِ النَّاسِ!

وَسَبَبُ كَثْرَةِ فَضْلِ الْعِبَادَةِ فِيهِ: أَنَّ النَّاسَ يَغْفُلُونَ عَنْهَا! وَيَشْتَغِلُونَ عَنْهَا! وَلَا يَتَفَرَّغُ لَهَا إِلَّا أَفْرَادٌ!” اهــ

 

Dalam Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim (18/88-89), dikatakan:

Yang dimaksud dengan al-harj di sini adalah fitnah dan kacaunya permasalahan-permasalahan manusia. Adapun yang menjadi sebab atas besarnya keutamaan ibadah pada masa fitnah ini karena saat itu manusia-manusia pada lalai dan pada abai dari ibadah. Tak ada yang mencurahkan perhatian terhadap ibadah kecuali beberapa orang saja …

 

‍•في “فيض القدير”، (٤/٤٩٠):

“(العِبَادَةُ في الهَرْجِ)؛ أيْ: وقْتَ الفِتَنِ، واخْتِلَاطِ الأمُورِ!

(كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ): فِي كَثْرَةِ الثَّوابِ! أو يُقَالُ: المُهَاجِرُ في الأوَّلِ كَانَ قَلِيلًا؛ لِعَدَمِ تَمَكُّنِ أَكْثَرِ النَّاسِ مِنْ ذَلِكَ؛ فَهَكَذَا العَابِدُ فِي الهَرْجِ قَلِيلٌ!

قالَ ابنُ العربيِّ: وجْهُ تَمْثِيلِهِ بـ (الهِجْرَةِ) أنَّ الزَّمنَ الأوَّلَ كانَ النَّاسُ يَفِرُّونَ فيهِ مِنْ (دَارِ الكُفْرِ وأهْلِهِ)، إلى (دَارِ الإيمَانِ وأهْلِهِ)! فإِذَا وقَعَتِ (الفِتَنُ) تَعَيَّنَ عَلَى المرْءِ أنْ يَفِرَّ بِدينِهِ مِنِ (الفِتْنَةِ) إلى (العِبَادَةِ)، ويَهْجُرَ أولئكَ القَومَ، وتلكَ الحالَةَ، وهوَ أحدُ أقْسامِ (الهِجْرةِ)!” اهـ‍

 

Dalam kitab Faidh al-Qadir (4/490), dikatakan:

“Ibadah pada masa al-harj,” yaitu pada masa fitnah-fitnah dan kacaunya perkara-perkara …

“Seperti berhijrah kepadaku,” yaitu dalam hal banyaknya pahala, atau dikatakan, “Orang yang berhijrah pada saat awal jumlahnya sedikit karena tidak adanya kemampuan pada kebanyakan manusia untuk melakukan hal itu. Seperti itu pula orang yang beribadah pada masa fitnah, jumlahnya sedikit.”

Ibn al-‘Arabi berkata, “Sisi penyerupaannya dengan hijrah lantaran pada masa awal-awal (Islam), orang-orang lari dari negeri kafir dan dari penduduknya menuju negeri iman dan penduduknya. Maka apabila terjadi fitnah-fitnah, sudah semestinyalah bagi seseorang untuk lari membawa agamanya dari fitnah tersebut menuju peribadahan, juga menjauhi orang-orang (yang terfitnah) dan keadaan itu, dan ini termasuk salah satu bagian dari hijrah.”

 

= فهلَّا اتّبعْنا وصيّتَهُ عليهِ الصّلاةُ والسّلامُ، فشغلْنا أنفسَنَا بالعبادةِ ونحنُ في (زمنِ الهرْجِ)؟!

 

Maka tidakkah kita mengikuti wasiat beliau –‘alaihi ash-shalah wa as-salam– lalu menyibukkan diri kita dengan ibadah saat berada di zaman al-harj

 

Bandung, 21 Mei 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

6 comments on “Seakan-akan Berhijrah kepadanya …

  1. jampang says:

    sekarang ini masuk zaman fitnah, kang?

  2. ibnualialgumiliri says:

    Bismillah. Akh, jangan lupa definisi dari hadits lain.
    Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda (tentang tanda qiyamat)
    يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصُ العَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَيَكْثُرُ الهَرْجُ
    Zaman terasa ringkas, amal shalih berkurang, kebakhilan menyebar, dan banyak Al harj.
    قَالُوا: وَمَا الهَرْجُ؟
    Mereka (para shahabat radliyallahu ‘anhum) bertanya “Apakah Al harj itu?”
    قَالَ: «القَتْلُ القَتْلُ
    Beliau shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda “Pembunuhan, pembunuhan”
    [Maktabah Syamilah Shahih Bukhari 6037]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s