Tentang Kalam Allah kepada Musa dan Ramadhan untuk Umat Ini …

kalam musa dan ramadhan

Hadits berikut tidak mempunyai asal dan sumber periwayatan. Tidak berasal dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak berasal dari shahabat, dan tidak pula berasal dari tabi’in dan pengikutnya …

 

روي أن موسى عليه السلام قال: ربي هل أكرمت أحد مثل ما اكرمتني حيثأسمعتني كلامك. فقال الله تعالى: ياموسى إني أصطفيتك على الناس برسالاتي وكلامي فخذما آتيتك وكن من الشاكرين. فقال: ياربي هل أكرمت أحد بمثل ما أكرمتني به أسمعتنيكلامك. فقال الله تعالى: يا موسى إن لي عبادا اخرجهم في آخر الزمان أكرمهم بشهررمضان وأنا أقرب إليهم منك. فإني كلمتك وبيني وبينك سبعون ألف حجابا فإذا صامت أمةمحمد شهر رمضان وابيضت شفاههم وأصفرت ألوانهم أرفع تلك الحجب وقت إفطارهم. يا موسىطوبى لمن عطش كبده وجاع بطنه في رمضان فإني لا أجازيه من دون لقائي وخلوف أفواههمعندي اطيب من ريح المسك ومن صام يوما من رمضان أستوجب عندي مالا عين رأت ولا أذنسمعت ولا خطر على قلب بشر. قال موسى: ياربي اكرمني بشهر رمضان مثل ما ما اكرمت أمةمحمد صلوات الله وسلامه عليه. قال الله تعالى: هو لأمة محمد خاصة

 

Musa ‘alaihi as-salam berkata, “Wahai Rabbku, apakah Kau memuliakan seseorang sebagaimana Kau muliakan diriku dengan memperdengarkan perkataan-Mu (secara langsung) kepadaku?”

Allah ta’ala berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan juga untuk berbicara langsung dengan-Ku, maka berpegangteguhlah kepada apa yang Kuberikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Musa ‘alaihi as-salam berkata, “Wahai Rabbku, apakah Kau memuliakan seseorang sebagaimana Kau muliakan diriku dengan memperdengarkan perkataan-Mu (secara langsung) kepadaku?”

Allah ta’ala berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya aku mempunyai hamba-hamba yang kukeluarkan pada akhir zaman. Aku memuliakan mereka dengan bulan Ramadhan, dan Aku lebih dekat kepada mereka daripada kedekatan-Ku kepadamu. Sesungguhnya Aku (memang) berbicara (secara langsung) kepadamu namun di antara Aku denganmu terdapat tujuh puluh ribu tabir penghalang, sementara apabila umat Muhammad melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan hingga putih bibir-bibir mereka dan pucat pula rona-rona mereka, niscaya kuangkat tabir-tabir penghalang (di antara Aku dengan mereka) pada saat mereka berbuka puasa. Wahai Musa, beruntunglah orang yang merasakan dahaga dan lapar pada bulan Ramadhan karena sungguh balasan-Ku kepadanya adalah pertemuan dengan-Ku. Bau mulut-mulut mereka lebih wangi bagi-Ku daripada aroma kesturi. Siapa yang berpuasa satu hari pada bulan Ramadhan, wajib baginya balasan berupa hal yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah juga terlintas dalam benak manusia.”

Musa ‘alaihi as-salam berkata, “Wahai Rabb-ku, muliakanlah aku dengan bulan Ramadhan seperti dimuliakannya umat Muhammad –shalawatullah wa salamuhu ‘alaih.”

Allah ta’ala berkata, “Itu hanya untuk umat Muhammad saja.” –SELESAI-

 

Hadits yang tidak ada asal-usulnya ini barangkali hanya terdapat di kitab Ruh al-Bayan karya Isma’il Haqqi al-Khalwati al-Hanafi dan kitab Durrah an-Nashihin karya ‘Utsman bin Hasan al-Khubari …

 

Bandung,19 Juni 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s