Tentang Thariqah dan Petunjuk …

jalan

Sering kali saya mendengar para penceramah mengatakan:

 

وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَىَ مُحَمّدٍ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

“Wa khairul Huda, Huda Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

(Dan sebaik-baik al-Huda adalah huda Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam)

 

Akan tetapi tak jarang pula saya dengar mereka mengatakan sebagai berikut:

 

وَخَيْرُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

“Wa khairul Had-yi, Had-yu Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

(Dan sebaik-baik al-Hadyi adalah Had-yu Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

 

Katanya, kedua ucapan itu benar, dan kita boleh mengucapkan yang mana saja dari kedua bentuk ucapan tersebut …

 

قال الحافظ ابن حجر –رحمه الله- في الفتح الباري:

قوله: (وأحسن الهدي هدي محمد) بفتح الهاء وسكون الدال للأكثر، وللكشميهني بضم الهاء مقصور ومعنى الأول الهيئة والطريقة والثاني ضد الضلال

 

Al-Hafizh Ibn Hajar –rahimahullah– berkata di kitab al-Fath al-Bari:

Ucapannya, “Dan sebaik-baik al-Had-yi adalah Had-yu Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam,” menurut kebanyakan ditulis dengan huruf al-Ha’ berharakat fat-hah dan huruf ad-Dal berharakat mati, sedangkan menurut al-Kusymihaniy ditulis dengan huruf al-Ha’ berharakat dhammah dan merupakan mu’tal maqshur. Untuk yang pertama (yakni al-Had-yu), maknanya adalah al-Hai-ah dan ath-Thariqah (cara dan jalan). Adapun untuk yang kedua (yakni al-Huda), pengertiannya (adalah petunjuk) lawan dari adh-dhalal (kesesatan).

 

قال الإمام النووي –رحمه الله- شرحه على صحيح مسلم:

وقوله: “خير الهدى هدى محمد” هو بضم الهاء وفتح الدال فيهما وبفتح الهاء وإسكان الدال أيضاً ضبطناه بالوجهين، وكذا ذكره جماعة بالوجهين. وقال القاضي عياض: رويناه في مسلم بالضم وفي غيره بالفتح، وبالفتح ذكره الهروي، وفسره الهروي على رواية الفتح بالطريق أي أحسن الطرق طريق محمد، يقال: فلان حسن الهدي أي الطريقةوالمذهب، اهتدوا بهدي عمار، وأما على رواية الضم فمعناه الدلالة والإرشاد،

 

Imam an-Nawawi –rahimahullah– berkata dalam penjelasnnya terhadap Shahih Muslim:

Ucapannya, “Dan sebaik-baik al-Huda adalah Huda Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam,” yaitu ditulis dengan huruf al-Ha’ berharakat dhammah dan huruf ad-Dal berharakat fat-hah, dan ditulis juga dengan huruf al-Ha’ berharakat fat-hah dan huruf ad-Dal berharakat mati; kami menuliskannya dengan dua macam ini, demikian juga yang disebutkan oleh jamaah ulama, yaitu mereka menyebutkan kedua bentuk tersebut. Al-Qadhi ‘Iyad berkata, “Kami meriwayatkannya di kitab Muslim dengan harakat dhammah dan pada selainnya dengan harakat fat-hah. Al-Harawi menyebutkannya dengan huruf fat-hah, dan al-Harawi pun menjelaskan bahwa riwayat dengan harakat fat-hah itu bermakna ath-thariq (jalan), yaitu sebaik-baik jalan adalah jalan Muhammad.” Dikatakan, “Fulan baik Had-yi-nya,” yakni bagus ath-thariqah (jalan) dan al-madz-hab (ajaran)nya, tetapilah al-Had-yi (jalan) ‘Ammar. Adapun terhadap riwayat dengan huruf al-Ha’ berharakat dhammah, maka pengertiannya adalah ad-Dalalah (petunjuk) dan al-Irsyad (bimbingan).

 

وقال أيضا: قال العلماء: لفظ الهدي له معنيان: أحدهما بمعنى الدلالة والإرشاد وهو الذي يضاف إلى الرسل والقرآن والعباد، وقال الله تعالى: {وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم} {إن هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم ويبشر المؤمنين}. ومنه قوله تعالى: {وأما ثمود فهديناهم} أي بينا لهم الطريق. ومنه قوله تعالى: {إنا هديناه السبيل} {وهديناه النجدين}. والثاني: بمعنى اللطف والتوفيق والعصمة والتأييد وهو الذي تفرد الله به. ومنه قوله تعالى: {إنك لا تهدي من أحببت ولكن الله يهدي من يشاء}

 

Masih kata Imam an-Nawawi –rahimahullah:

Para ulama mengatakan, lafal had-yi memiliki dua pengertian, salah satunya bermakna ad-Dalalah wa al-Irsyad (petunjuk dan bimbingan), dan makna inilah yang disandarkan kepada para rasul, al-Quran, dan para hamba. Allah ta’ala berkata (QS. Asy-Syura: 52), Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.Juga berfirman (QS. Al-Isra’: 9), Sesungguhnya al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin.” Juga firman-Nya (QS. Fushshilat: 17), Dan adapun kaum Tsamud, maka Kami telah memberi mereka petunjuk,” yakni, “Telah Kami jelaskan kepada mereka jalan.” Juga firman-Nya (QS. Al-Insan: 3), Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus,” dan firman-Nya (QS. Al-Balad: 10), “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” Adapun makna yang kedua adalah al-Luthf wa at-Taufiq wa al-‘Ishmah wa at-Ta’yid (taufiq, penjagaan, perlindungan, dan pertolongan), dan Allah menyendiri dengan jenis petunjuk ini (yakni petunjuk ini hanya Allah saja yang bisa memberikannya –pent). Allah ta’ala berfirman:

 

إنك لا تهدي من أحببت ولكن الله يهدي من يشاء

 

“Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. al-Qashshash: 56)

 

قال بن الأثير: الهدي السيرة والهيئة والطريقة

 

Ibn al-Atsir berkata, Al-Had-yu adalah as-sirah (perilaku), al-Hai-ah (cara), dan ath-Thariqah (jalan).”

 

قال ابن سيده: الهدى ضد الضلال

 

Ibn Sidah berkata, Al-Huda merupakan lawan dari adh-Dhalal (kesesatan).”

 

 

Bandung, 10 Juli 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

4 comments on “Tentang Thariqah dan Petunjuk …

  1. jampang says:

    sering sekali saya mendengar yang seperti di atas, kang

  2. jaraway says:

    dua-duanya boleh dengan makna masing2 ya, Bang?
    yang ga boleh al-Had-yi yang bermakna al-Luthf wa at-Taufiq wa al-‘Ishmah wa at-Ta’yid?
    begitu bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s