Dengan Tangan-Nya Ayah Dicipta, dengan Tangan-Nya pula Taurat Ditulis …

dengan tangan-Nya

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid –hafizhahullah

http://islamqa.info/ar/117279

السؤال :يروي الإمام الذهبي رحمه الله عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال :(خلق الله أربعة أشياء بيده: العرش، والقلم، وآدم، وجنة عدن، ثم قال لسائر الخلق: كن فكان) تفسير ابن جابر (23/185)، الدارمي في رد على المريسي (ص90)، الأسماء والصفات للبيهقى (ص233)فأرجو توضيح هذا الأمر .

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid –hafizhahullah– ditanya:

Imam adz-Dzahabi –rahimahullah– mewartakan kabar dari ‘Abdullah bin ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya, yaitu (1) al-‘Arsy, (2) al-Qalam (pena), (3) Adam, dan (4) surga ‘Adn, kemudian Allah berkata (terhadap penciptaan) seluruh makhluk, “Kun (Jadilah)!” Maka jadilah (makhluk itu).

Aku mengharapkan penjelasan mengenai masalah ini …

الجواب :

الحمد لله

الذي ثبت لنا –بعد الجمع والدراسة– أن الله سبحانه وتعالى قد خص أشياء معينة بأنه خلقها أو عملها بـ “يده” سبحانه وتعالى دون سائر المخلوقات، وهذه الأمور هي :

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid –hafizhahullah– menjawab:

Alhamdulillah …

Perkara yang kukuh bagi kami –setelah mengumpulkan dan mempelajarinya- bahwasanya Allah –subhanahu wa ta’ala– telah mengkhususkan beberapa hal tertentu dengan menciptakan hal-hal tertentu itu atau mengerjakan hal-hal tertentu itu (langsung) dengan tangan-Nya –subhanahu wa ta’ala, sementara terhadap seluruh makhluk lainnya tidaklah seperti itu. Adapun hal-hal tertentu yang Allah khususkan itu adalah sebagai berikut:

أولاً: خلق آدم .

دليل ذلك قوله عز وجل: (قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ)ص/75 .

PERTAMA: Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya, dalilnya adalah ucapan Allah –‘Azza wa Jalla– berikut:

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ

Allah berfirman, “Hai iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (QS. Shad: 75)

ثانياً: غرس جنة عدن بيده سبحانه.

دليله ما ورد عن المغيرة بن شعبة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :(أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ: غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي، وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا، فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ، وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ) رواه مسلم برقم (312)

KEDUA: Allah menanam (tanaman) surga ‘Adn dengan tangan-Nyasubhanahu, dalilnya adalah hadits yang berasal dari al-Mughirah bin Syu’bah –radhiyallahu ‘anhu– bahwasanya Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Allah berkata: mereka itulah orang-orang yang Aku berkenan (memilih mereka), Aku menanam kemuliaan mereka (yaitu balasan di surga) dengan tangan-Ku dan menutupinya sehingga tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” –Diriwayatkan oleh Muslim (312)

ثالثاً: كتب الألواح لموسى عليه السلام بيده .

دليله ما رواه أبو هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :(احْتَجَّ آدَمُ وَمُوسَى، فَقَالَ مُوسَى: يَا آدَمُ! أَنْتَ أَبُونَا، خَيَّبْتَنَا وَأَخْرَجْتَنَا مِنْ الْجَنَّةِ.فَقَالَ لَهُ آدَمُ: أَنْتَ مُوسَى، اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِكَلَامِهِ، وَخَطَّ لَكَ بِيَدِهِ، أَتَلُومُنِي عَلَى أَمْرٍ قَدَّرَهُ اللَّهُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي بِأَرْبَعِينَ سَنَةً.فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى، فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى .

وَفِي حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عُمَرَ وَابْنِ عَبْدَةَ قَالَ أَحَدُهُمَا: خَطَّ، وقَالَ الْآخَرُ: كَتَبَ لَكَ التَّوْرَاةَ بِيَدِهِ. رواه مسلم برقم (2652)

KETIGA: Allah menulis (kitab Taurah) untuk Musa –‘alaihi as-salam– dengan tangan-Nya(*), dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu– bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata: Adam dan Musa berdebat. Musa berkata, “Wahai Adam, kaulah ayah kami. Kau telah mengecewakan kami dan mengeluarkan kami dari surga.” Adam pun berkata kepada Musa, “Kau Musa, Allah telah memilihmu untuk berbicara langsung dengan-Nya, dan Allah pun menulisuntukmu dengan tangan-Nya. Apakah kau mencelaku atas perkara yang telah Allah tetapkan bagiku dari semenjak empat puluh tahun sebelum menciptakanku?” Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Maka Adam pun mengalahkan argumentasi Musa.” Dan dalam hadits Ibn Abi ‘Umar dan Ibn ‘Abdah, salah seorang dari keduanya berkata, “Dia menulis,” sedangkan yang seorang lagi mengatakan, “Dia menulis kitab Taurah untukmu dengan tangan-Nya.” –Diriwayatkan oleh Muslim (2652)

(*) disebutkan menulis Taurat, bukan menciptakan Taurat, sebab Taurat adalah kalam Allah bukan makhluk, dan Allah berkenan menuliskan kalam-Nya untuk Musa –‘alaihi as-salam … –HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA …

رابعاً : القلم.

دليله أثر مروي عن ابن عمر رضي الله عنهما من قوله موقوفا عليه – وهو الأثر الوارد في السؤال – قال: (خلق الله أربعة أشياء بيده: العرش، والقلم، وآدم، وجنة عدن، ثم قال لسائر الخلق: كن فكان) رواه الطبري في “جامع البيان” (20/145)، والدارمي في “نقضه على المريسي” (ص/261)، وأبو الشيخ الأصفهاني في “العظمة” (2/579)، والآجري في “الشريعة” (رقم/750)، والحاكم في “المستدرك” (2/349)، والبيهقي في “الأسماء والصفات” (2/126).

جميعهم من طرق عن عُبيد المكْتِب عن مجاهد عن ابن عمر رضي الله عنهما به .

وهذا إسناد صحيح، عبيد هو ابن مهران المكتب الكوفي وثقه النسائي وابن معين، انظر “تهذيب التهذيب” (7/68).

لذلك قال الحاكم بعد إخراجه للأثر: “هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه “انتهى. ووافقه الذهبي .وجاء نحوه أيضا عن ابن عباس رضي الله عنهما، وعن ميسرة ووردان بن خالد وغيرهم من التابعين .انظر “الدر المنثور” للسيوطي (3/549)(7/207) ، فقد جمع كثيراً من هذه الآثار المتعلقة بالموضوع نفسه

KEEMPAT: Allah menciptakan al-Qalam (pena) dengan tangan-Nya, dalilnya adalah atsar yang diriwayatkan dari Ibn ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma– dari perkataannya secara mauquf, yaitu atsar yang disebutkan dalam pertanyaan di atas. Ibn ‘Umar berkata:

Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya, yaitu (1) al-‘Arsy, (2) al-Qalam (pena), (3) Adam, dan (4) surga ‘Adn. Kemudian Allah berkata (terhadap penciptaan) seluruh makhluk, “Kun (jadilah)!” Maka jadilah (makhluk itu).

Atsar Ibn ‘Umar tersebut diriwayatkan oleh ath-Thabari di kitab Jami’ al-Bayan (20/145), ad-Darimi dalam Naqdh-nya terhadap al-Marisi (halaman 261), Abu asy-Syaikh al-Ashfahani di kitab al-‘Azhamah (2/579), al-Ajurry di kitab asy-Syari’ah (750), al-Hakim di kitab al-Mustadrak (2/349), dan al-Baihaqi di kitab al-Asma’ wa ash-Shifat (2/162); semuanya dari jalan ‘Ubaid al-Muktib, dari Mujahid, dari Ibn ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma– dengan riwayat tersebut. Dan isnad riwayat ini sahih, ‘Ubaid adalah Ibn Mihran al-Muktib al-Kufi. Imam an-Nasa-i dan Ibn Ma’in menganggapnya tsiqah; lihat Tahdzib at-Tahdzib (7/68). Oleh karena itu Imam al-Hakim berkata setelah mengeluarkan atsar tersebut, “Ini hadits yang sahih isnadnya namun al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya,” dan adz-Dzahabi menyetujuinya. Terdapat pula riwayat seperti itu dari Ibn ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma, juga dari Maisarah dan Wardan bin Khalid serta selain mereka dari kalangan tabi’in; lihat ad-Durr al-Mantsur karya as-Suyuthi (3/549) (7/207), dia telah mengumpulkan banyak dari atsar-atsar ini yang berkaitan dengan tema yang sama …

 

وقد تلقى أهل السنة هذا الأثر بالقبول وأوردوه في مصنفاتهم، وردوا به على الجهمية في إنكارهم صفة اليد لله سبحانه .قال الإمام عثمان بن سعيد الدارمي رحمه الله، بعد روايته للأثر: “أفلا ترى أيها المريسي كيف ميز ابن عمر وفرق بين آدم وسائر الخلق في خلقه اليد أفأنت أعلم من ابن عمر بتأويل القرآن وقد شهد التنزيل وعاين التأويل وكان بلغات العرب غير جهول.”

“نقض الدارمي على بشر المريسي” (35)

Kalangan Ahl as-Sunnah telah menerima atsar ini dan mengemukakannya dalam kitab-kitab mereka. Dengan atsar ini mereka membantah kelompok al-Jahmiyah atas pengingkarannya terhadap sifat tangan bagi Allah –subhanahu. Imam ‘Utsman bin Sa’id ad-Darimi –rahimahullah– berkata setelah mengemukakan atsar ini, “Tidakkah kau melihat, wahai al-Marisi, bagaimana Ibn ‘Umar membedakan dan memperlainkan antara Adam dengan semua makhluk dalam penciptaannya dengan tangan? Apakah kau lebih tahu dari Ibn ‘Umar mengenai takwil al-Quran padahal dia menyaksikan turunnya al-Quran dan melihat langsung penjelasannya, sementara dia tidaklah bodoh terhadap bahasa Arab.” –kitab Naqdh ad-Darimi ‘ala Bisyr al-Marisi (35) …

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله: “ثبوت ما أثبته الدليل من هذه الصفات لم يوجب حاجة الرب إليها، فإن الله سبحانه قادر أن يخلق ما يخلقه بيديه وقادر أن يخلق ما يخلقه بغير يديه وقد وردت الأثارة من العلم بأنه خلق بعض الأشياء بيديه وخلق بعض الأشياء بغير يديه ….، ثم نقل رحمه الله – أي: شيخ الإسلام – أثر الدارمي ” انتهى .

بيان تلبيس الجهمية” (1/513)

Syaikh al-Islam Ibn Taimiyah –rahimahullah– berkata, “Kepastian yang ditetapkan oleh dalil dari sifat-sifat ini tidaklah serta-merta mengharuskan bahwa Rabb butuh kepada semua itu karena Allah –subhanahu- itu mampu menciptakan makhluk dengan kedua tangan-Nya maupun menciptakan makhluk tanpa menggunakan kedua tangan-Nya. Terdapat atsar ilmu (peninggalan pengetahuan dari salaf) bahwasanya Allah menciptakan beberapa hal dengan kedua tangan-Nya dan menciptakan hal-hal lainnya bukan dengan kedua tangan-Nya …,” kemudian Syaikh al-Islam –rahimahullah– menukil atsar yang diriwayatkan oleh imam ad-Darimi tersebut … –SELESAI; kitab Bayan Talbis al-Jahmiyah (1/513) …

ومما ينبغي التنبيه عليه ههنا أمران :

1- ورد في ذكر هذه الأشياء التي خلقها الله بيده أحاديث مرفوعة تجمعها في سياق واحد، ولكنها أحاديث ضعيفة ، فلا حاجة لذكرها هنا .

2- المفهوم المتفق عليه من هذا التخصيص أنه لمزيد تكريم وتشريف وتعظيم، لحكمة يعلمها سبحانه وتعالى، خص هذه الأربعة بأنه خلقها بيده ولم يجعل خلقها بكلمة كن كسائر المخلوقات، فلا يجوز الخوض في تفصيل معاني هذا التخصيص، وكيفيته، بل يجب التسليم به، مع تنزيه الله تعالى عن كل نقص وعيب وتشبيه .

Ada dua hal yang seyogianya diberitahukan di sini yaitu:

(1) (Memang) terdapat hadits-hadits marfu’ dalam konteks yang sama yang menyebutkan tentang beberapa hal yang diciptakan oleh Allah dengan tangan-Nya namun semua hadits marfu’ itu lemah sehingga tidak perlu disebutkan di sini.

(2) Telah sama dimaklumi dari pengkhususan ini, yaitu bahwasanya pengkhususan tersebut merupakan bentuk pemuliaan, penghormatan, dan pengagungan lebih (terhadap hal yang dikhususkan). Berdasarkan hikmah yang diketahui oleh Allah –subhanahu wa ta’ala, Dia mengkhususkan keempat hal tersebut dengan menciptakan mereka dengan tangan-Nya dan bukan menciptakan mereka dengan kalimat, “Kun (jadilah),” sebagaimana terhadap semua makhluk selain mereka. Tidaklah boleh menceburkan diri mencari makna-makna yang terperinci dari pengkhususan tersebut, juga mengenai kaifiyah-nya, tetapi hendaklah dia taslim terhadap kabar tersebut seraya menyucikan Allah –ta’ala– dari segala kekurangan dan aib, juga menyucikan-Nya dari keserupaan dengan makhluk.

قال الإمام عثمان بن سعيد الدارمي رحمه الله: “ثم إنا ما عرفنا لآدم من ذريته ابنا أعق ولا أحسد منه؛ إذ ينفي عنه أفضل فضائله وأشرف مناقبه، فيسويه في ذلك بأخس خلق الله لأنه ليس لآدم فضيلة أفضل من أن الله خلقه بيده من بين خلائقه، ففضله بها على جميع الأنبياء والرسل والملائكة؛ ألا ترون موسى حين التقى مع آدم في المحاورة: احتج عليه بأشرف مناقبه فقال: أنت الذي خلقك الله بيده، ولو لم تكن هذه مخصوصة لآدم دون من سواه ما كان يخصه بها فضيلة دون نفسه “انتهى

“نقض الدارمي على بشر المريسي” (1/255)

والله أعلم .

Imam ‘Utsman bin Sa’id ad-Darimi –rahimahullah– berkata:

Kemudian sesungguhnya kami tidak mengetahui dari keturunan Adam orang yang lebih durhaka dan lebih hasad dari al-Marisi, ketika dia menafikan seutama-utamanya keutamaan Adam dan semulia-mulia perihalnya lalu mempersamakannya dalam (masalah penciptaannya) itu dengan serendah-rendah makhluk Allah. Sesungguhnya tidak ada keutamaan yang lebih utama bagi Adam daripada (kenyataan) bahwa Allah menciptakannya dengan tangan-Nya. Maka Allah mengutamakan Adam dengan penciptaan itu atas seluruh nabi, rasul, dan malaikat. Tidakkah kau memerhatikan (perihal) Musa ketika dia berhadapan dengan Adam dalam suatu perdebatan? Musa mendebat Adam seraya mengemukakan kemuliaan Adam yang paling mulia, yaitu dengan mengatakan, “(Wahai Adam), kaulah orang yang Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya!” Kalaulah keutamaan ini tidak dikhususkan bagi Adam tanpa selainnya, tidaklah Musa akan mengemukakan pengkhususan ini kepada Adam (dalam perdebatan) tanpa menyertakan dirinya … –SELESAI; Naqdh ad-Darimi ‘ala Bisyr al-Marisi (1/255) …

Wallahu a’lamu

Bandung, 21 Juli 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

2 comments on “Dengan Tangan-Nya Ayah Dicipta, dengan Tangan-Nya pula Taurat Ditulis …

  1. jampang says:

    terima kasih ilmunya, kang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s