Tak Menambatkan Jiwa kepada Ahzab …

tambat

http://alamralateeq.blogspot.com/2014/06/blog-post_11.html

Hassanah binti Muhammad Nashir ad-Din al-Albani –hafizhahallah-berkata:

 

“السّؤال:

بعضُالشَّبابِ في شكٍّ من أمرِهِمْ! لا يعرفونَ كيفَ يصنعونَ؟ ومَنْ يتَّبِعونَ،ولايعرِفُونَ شرَّ الفِرَقِ والأحزَاب؛ فمَا نصيحتُكمْ؟

 

Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah ditanya, “Sebagian pemuda berada dalam kebimbangan dalam urusan mereka. Mereka tak tahu apa yang harus mereka perbuat, tak tahu siapa yang hendaknya mereka ikuti, dan tak mengenal pula keburukan firqah dan ahzab. Bagaimana nasihat kalian?”

 

– فأجابَ -حفظهُ اللهُ-:

لا يميِّزُلهمْ بين الحقِّ والباطلِ إلَّا (العلمُ)! أوَّلاً: يُخْلِصُ للهِ! ويوطِّنُنفسَهُ على حُبِّ الحقِّ!  ويبحثُ عنِالحقِّ!

ولا يتعصَّبُلأحدٍ أبدًا؛ كائنًا من كانَ! لا أبوهُ! ولا أخوهُ! ولا أحدٌ! إذا عَرِفَ الحقَّ(بأدلَّتِهِ) ووجدَ عليهِ (أئمَّةِ الإسلامِ والسَّلفِ)! أخذّ به وعضَّ عليهبالنَّواجذِ! وإذا عَرِفَ أنَّ هذا باطلٌ؛ ترَكَهُ ولو كانَ عليهِ آباؤهُ وأجدادُهُوأساتذتُهُ وشيوخُهُ! ويتركْ هَٰذا الباطلَ، ويحذِّرَ منهُ! كما أرسلَ اللهُ جميعَالرُّسلُ، عليهمُ الصَّلاةُ والسَّلامُ-! وأنزلَ معهمُ الكتبَ للتَّحذيرِ منالشُّرورِ والبدعِ، شرِّ الأمورِ محدثاتِها!  إذا وَجَدَ أنَّ هَٰذا الأمرَ (شرٌّ)؛ أنَّ هَذاالأمرَ (بدعةٌ)؛ فعليهِ أن يتركَهُ للهِ ربّ العالمينَ!  يكونُ (ولاؤُهُ للهِ)! و(حبُّهُ في اللهِ)! و(بغْضُهُفي اللهِ)! يُخْلِصُ للهِ في (طلبِ العلمِ)! و(يطلبُ العلمَ) من مصادِرهِ(الصَّافيةِ)! وما عرِفتَ فيه من (حقِّ)؛ فعُضَّ عليهِ بالنَّواجذِ! وما كان فيهِمن (باطلٍ)؛ تجنَّبْهُ، وفِرَّ منهُ فرارَكَ من الأسدِ، وحَذِّرْ غيرَكَ منهُ! أضفْإلى ذلكَ: الأخذُ من (العلماءِ الموثوقينَ)، المشهودِ لهمْ (بالسُّنّة)!”انتهىٰ. من كتاب: “مجموع كتب ورسائل وفتاوى فضيلة الشّيخ العلامة ربيع بنهادي بن عمير المدخلي”، (14/351-352)، ط1 (1431هـ‍)، دار الإمام أحمد، مصر.

 

Maka Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah menjawab, “Takkan bisa memilahkan kebenaran dari kebatilan kepada mereka selain ilmu. Pertama-tama, hendaklah dia berlaku ikhlas kepada Allah, menambatkan jiwanya pada kecintaan terhadap kebenaran seraya mencari kebenaran tanpa bersikap fanatik terhadap seorang pun selamanya, siapa pun itu; tidak kepada ayahnya, tidak kepada saudaranya, tidak kepada siapa pun juga. Ketika dia mengenali kebenaran berdasarkan dalil-dalilnya dan mendapati pula para imam Islam dan salaf berada di atas hal itu, maka dia pun berpegang kepadanya serta menggigitnya dengan gigi gerahamnya. Tatkala dia mengenali bahwa sesuatu itu batil, dia pun meninggalkannya meskipun ayah-ayahnya, kakek-kakeknya, guru-gurunya, dan syaikh-syaikhnya berada di atas hal itu. Dia meninggalkan kebatilan itu seraya mewaspadakan orang lain dari kebatilan tersebut. Sebagaimana Allah telah mengutus semua rasul -‘alaihim ash-shalah wa as-sallam- dan menurunkan pula kitab-kitab bersama mereka untuk memberikan peringatan dari keburukan-keburukan dan bid’ah-bid’ah, seburuk-buruknya perkara yang diada-adakan. Apabila dia mendapati bahwa perkara tersebut buruk, atau bahwa perkara ini bid’ah, maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut karena Allah, Rabb semesta alam. Dia menjadikan loyatitasnya kepada Allah, cintanya karena Allah dan kebenciannya karena Allah. Dia mengikhlaskan niat kepada Allah dalam mencari ilmu, dan dia mencari ilmu dari sumber-sumber yang jernih. Apa yang kau kenali di dalamnya sebagai kebenaran, gigitlah itu dengan gerahammu! Apa yang merupakan kebatilan di dalamnya, jauhilah! Dan larilah kau darinya seperti kau berlari dari singa seraya memperingatkan orang lain darinya. Lebih jauh, ambillah ilmu dari ulama yang tepercaya dan diakui keteguhannya terhadap sunnah.” –SELESAI-

 

• فجزى اللهُ العلامةَ خيرَالجزاء.

هَٰذا هوالسبيلُ قدْ فُتِحَ لنا -بفضلِهِ تعالىٰ- على غيرِ مئونةٍ!

و هَٰذا الذييصدقُ عليهِ قولُ الشّاعرِ:

فهَٰذاالحقُّ ليس بِهِ خَفَاءٌ … فَدعْنِي مِنْ بُنيَّاتِ الطَّريقِ!

فأسألهُتباركَ وتعالىٰ أن يجعلني والقرَّاءَ من السّالكينَ لسبيلِ الحقِّ حتّى المماتِ!..اللهمَّ آمين.

وصلّى اللهُعلى نبيِّنا محمّدٍ وعلى آلِهِ وسلمَّ.

 

Maka semoga Allah memberikan sebaik-baik balasan kepada Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Inilah dia jalan (yang hendaknya kita tapaki), yang telah dibukakan bagi kita –dengan karunia Allah ta’ala- tanpa kesukaran, dan ini dibenarkan dalam ucapan syair, “Inilah kebenaran yang tiada kesamaran padanya, maka tinggalkan aku dari jalan-jalan kecil yang bercabang.” Maka aku memohon kepada Allah tabaraka wa ta’ala agar menjadikanku -juga para pembaca- sebagai penempuh jalan kebenaran hingga mati … allahumma amin …dan semoga shalawat dan salam terlimpah kepada nabi kita Muhammad, juga kepada keluarganya …

 

Bandung, 24 Agustus 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA– 

Advertisements

2 comments on “Tak Menambatkan Jiwa kepada Ahzab …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s