Seorang Imam di Mata Imam …

imam

http://alhalaby.com/play.php?catsmktba=3134

 

Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi al-Atsari –hafizhahullah– berkata:

 

ذكر الإمامُ الذهبيُّ في «سير أعلام النبلاء» (١٠/٥٨) عن الإمام المبجّل أَحْمَدَ بنِ حَنْبَلٍ – أنه سُئِلَ عَنِ الشَّافِعِيِّ – ، فَقَالَ: لَقَدْ مَنَّ اللهُ عَلَيْنَا بِهِ، لَقَدْ كُنَّا تَعَلَّمْنَا كَلاَمَ القَوْمِ، وَكَتَبْنَا كُتُبَهُمْ، حَتَّى قَدِمَ عَلَيْنَا، فَلَمَّا سَمِعْنَا كَلاَمَهُ، عَلِمْنَا أنَّهُ أَعْلَمُ مِنْ غَيْرِهِ.

وَقَدْ جَالَسْنَاهُ الأَيَّامَ وَاللَّيَالِيَ، فَمَا رَأَيْنَا مِنْهُ إِلاَّ كُلَّ خَيْرٍ.

فَقِيْلَ لَهُ: يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ، كَانَ يَحْيَى وَأَبُو عُبَيْدٍ لاَ يَرْضَيَانِهِ – يُشِيْرُ إِلَى التَّشَيُّعِ، وَأنَّهُمَا نَسَبَاهُ إِلَى ذَلِكَ -!

فَقَالَ أَحْمَدُ بنُ حَنْبَلٍ: مَا نَدْرِي مَا يَقُوْلاَنِ، وَاللهِ مَا رَأَيْنَا مِنْهُ إِلاَّ خَيْراً.

 

Imam adz-Dzahabi menyebutkan di kitab Siyar A’lam an-Nubala’ (10/85), mengenai al-Imam al-Mubajjal Ahmad bin Hanbal, bahwasanya dia ditanya tentang Imam asy-Syafi’i. Imam Ahmad pun menjawab, “Sungguh Allah telah memberi kami karunia melalui asy-Syafi’i. Kami telah mempelajari ucapan orang-orang (berilmu) dan menulis kitab-kitab mereka sampai asy-Syafi’i datang ke tengah-tengah kami. Tatkala kami mendengar ucapan beliau, kami pun tahu bahwa beliau lebih berilmu dari orang-orang lainnya. Kami duduk di majelisnya pada sejumlah siang dan malam hari. Tak ada yang kami lihat dari beliau kecuali kebaikan seluruhnya.” Lantas dikatakan kepada Imam Ahmad, “Wahai Abu ‘Abdillah, Yahya (bin Ma’in) dan Abu ‘Ubaid tidak menyukai asy-Syafi’i –atas isyarat beliau terhadap sikap tasyayyu’­- dan bahwasanya Yahya dan Abu ‘Ubaid pun menisbatkannya kepada hal itu.” Maka Ahmad bin Hanbal berkata, “Kami tidak mengetahui apa yang dikatakan oleh mereka berdua. Demi Allah, tidaklah kami melihat pada diri asy-Syafi’i selain kebaikan.”

 

وقال الإمام الذهبي-عَقِبَه-:

مَنْ زَعَمَ أَنَّ الشَّافِعِيَّ يَتَشَيَّعُ، فَهُوَ مُفْتَرٍ، لاَ يَدْرِي مَا يَقُوْلُ

 

Imam adz-Dzahabi berkata mengomentari hal tersebut, “Siapa yang beranggapan bahwa Imam asy-Syafi’i bersikap tasyayyu’, maka dia telah menyulut kedustaan. Dia tak tahu apa yang dikatakan oleh dirinya.”

قلتُ:

وتتمّةُ الخبر -عند البيهقي في «مناقب الإمام الشافعي» (٢/٢٥٩)-: « ثم قال أحمدُ لمن حوله: اعلَموا -رحمكم الله- تعالى- أنّ الرجلَ مِن أهل العلم إذا مَنَحَهُ الله شيئاً من العلم، وحُرِمَهُ قُرناؤه وأشكالُه، حسدوه ! فرمَوْهُ بما ليس فيه!! وبِئست الخَصلةُ في أهلِ العلمِ»

 

Aku (Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi) berkata:

Adapun kabar selengkapnya (mengenai kisah tersebut) terdapat pada kitab Manaqib al-Imam asy-Syafi’i (2/259) karya al-Baihaqi, sebagai berikut:

Kemudian Imam Ahmad berkata kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya, “Ketahuilah, semoga Allah -ta’ala- menyayangi kalian, sesungguhnya seseorang dari kalangan ahli ilmu, apabila Allah menganugerahinya sesuatu (bagian) dari ilmu yang tak diberikan kepada teman atau sejawatnya, niscaya mereka pun berlaku hasad terhadapnya. Bahkan mereka menuduhnya dengan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu. Inilah seburuk-buruk tabiat (yang mungkin menggejala) di kalangan ahli ilmu.”

 

Bandung, 27 September 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

6 comments on “Seorang Imam di Mata Imam …

  1. jaraway says:

    wow.. baru tau malah kalau ada ‘jarh’ semacam itu ke imam syafi’i rahimahullah

  2. jampang says:

    tasyayyu’ itu apa kang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s