Boleh Jadi Kau Membencinya …

boleh jadi

Allah –ta’ala– berfirman:

 

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal dia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal dia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 216)

 

*

**

 

Syaikh ‘Abd ar-Rahman bin Yahya al-Mu’allimi al-Yamani –rahimahullah– menceritakan suatu kisah di dalam risalahnya yang berjudul Haqiqah al-Bid’ah sebagai berikut:

 

كان رجل من قواد يزيد بن معاوية فسقط من سطح فانكسرت رجلاه فدخل عليه أبو قلابة المحدث المشهور يعوده وقال له: لعل لك في هذا خيراً . قال: وأي خير في كسر رجليّ معاً ؟ قال: الله أعلم، فبعد أيام جاء رسول يزيد إلى ذلك القائد فأمره بالخروج لقتال الحسين بن علي عليهما السلام فقال للرسول: أنا كما تراني فعذروه ، وكان ما كان من قتل الحسين ، فكان القائد بعد ذلك يقول: رحم الله أبا قلابة ، قد جعل الله لي في كسر رجليّ خيراً أي خير ، نجوت من دم ابن رسول الله صلى الله عليه وسلم أو كما قال

 

Dulu ada seorang lelaki yang termasuk sebagai salah seorang panglima perang Yazid bin Mu’awiyah. Suatu hari dia terjatuh dari suthuh (atap rumah yang datar) sehingga patahlah kedua kakinya. Abu Qilabah pun menjambanginya –ahli hadits yang termasyhur- dan berkata kepada lelaki itu, “Barangkali saja terdapat kebaikan bagimu dalam musibah ini.” Lelaki itu berkata, “Kebaikan apa yang kan kuperoleh dari patahnya kedua kakiku ini?” Abu Qilabah berkata, “Allah yang lebih mengetahui.” Beberapa hari kemudian, datanglah utusan Yazid bin Mu’awiyah kepada panglima perang itu dengan membawa perintah agar dia keluar menuju peperangan untuk membunuh al-Husain bin ‘Ali –‘alaihima as-salam. Lelaki itu berkata kepada si utusan, “Keadaanku sebagaimana yang kau lihat.” Maka dia pun diberi keringanan untuk tak mengikuti peperangan. Terjadilah apa yang terjadi berupa terbunuhnya al-Husain. (Mendengar kabar itu), si lelaki panglima perang itu pun berkata, “Semoga Allah menyayangi Abu Qilabah. Allah telah menjadikan kebaikan yang begitu baik bagiku dalam patahnya kedua kakiku. Aku terbebas dari (kezaliman) terhadap darah putra Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam,” atau sebagaimana yang dikatakannya … –SELESAI …

 

Kisah semakna sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh al-Mu’allimi tersebut terdapat pula –secara bersanad- di kitab al-Mujalasah wa Jawahir al-‘Ilm karya Abu Bakr ad-Dinawari, juga oleh Ibn ‘Asakir di kitab Tarikh Dimasyq, dan Ibn al-Jauzi di kitab al-Muntazham. Akan tetapi di ketiga kitab tersebut bukan Yazid bin Mu’awiyah yang disebutkan melainkan ‘Ubaidillah bin Ziyad …

 

Abu Bakr ad-Dinawari berkata di kitab al-Mujalasah wa Jawahir al-‘Ilm berkata:

 

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ، نَا يُوسُفُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحُلْوَانِيُّ، نَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ، قَالَ :كَانَ رَجُلٌ بِالْبَصْرَةِ مِنْ بَنِي سَعْدٍ، وَكَانَ قَائِدًا مِنْ قُوَّادِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ، فَسَقَطَ مِنَ السَّطْحِ، فَانْكَسَرَتْ رِجْلَاهُ، فَدَخَلَ عَلَيْهِ أَبُو قِلَابَةَ، فَعَادَهُ، فَقَالَ لَهُ : أَرْجُو أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ خَيْرَةً . فَقَالَ لَهُ : يَا أَبَا قِلَابَةَ ! وَأَيُّ خَيْرَةٍ فِي كَسْرِ رِجْلَيَّ جَمِيعًا ؟ فَقَالَ : مَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْكَ أَكَثْرُ ، فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ثَلَاثٍ ، وَرَدَ عَلَيْهِ كِتَابُ ابْنِ زِيَادٍ يَسْأَلُهُ أَنْ يَخْرُجَ فَيُقَاتِلَ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ ، قَالَ : فَقَالَ لَهُ : قَدْ أَصَابَنِي مَا أَصَابَنِي . قَالَ ذَلِكَ لِلرَّسُولِ ، فَمَا كَانَ إِلَّا سَبْعًا حَتَّى وَافَى الْخَبَرُ بِقَتْلِ الْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، فَقَالَ الرَّجُلُ : رَحِمَ اللَّهُ أَبَا قِلَابَةَ ، لَقَدْ صَدَقَ ، إِنَّهُ كَانَ خَيْرَةً لِي

 

Telah bercerita kepada kami Ahmad, telah bercerita kepada kami Yusuf bin ‘Abdillah al-Hulwani, telah bercerita kepada kami ‘Utsman bin al-Haitam, dia berkata:

Dulu ada seorang lelaki dari kalangan Bani Sa’d yang tinggal di kota Bashrah. Dia menjabat sebagai salah seorang panglima perang ‘Ubaidillah bin Ziyad. Suatu hari dia terjatuh dari atap rumah hingga kakinya patah. Abu Qilabah pun menyambanginya dan berkata kepadanya, “Kuharap (musibah yang kau alami ini) menjadi kebaikan bagimu.” Lelaki Bani Sa’d itu berkata, “Wahai Abu Qilabah, kebaikan apa yang terdapat dalam kedua kakiku yang patah ini?” Abu Qilabah berkata, “Perlindungan yang Allah berikan kepadamu lebih banyak.” Tiga hari kemudian datanglah surat untuknya dari ‘Ubaidullah bin Ziyad yang memintanya untuk keluar dan memerangi al-Husain bin ‘Ali bin ‘Abi Thalib –radhiyallahu ‘anhum. Maka dia pun berkata kepada utusan yang membawa surat ‘Ubaidullah bin Ziyad, “(Sebagaimana yang kau lihat), aku tertimpa musibah menimpaku.” (Maka dia pun diberi keringanan untuk tak mengikuti peperangan –pent). Tujuh hari kemudian datanglah kabar tentang terbunuhnya al-Husain –radhiyallahu ‘anhu. Mendengar itu, dia pun berkata, “Semoga Allah menyayangi Abu Qilabah. Sungguh benar apa yang diucapkannya. Musibah yang kualami benar-benar merupakan kebaikan bagiku.”

 

Mengambil faidah dari sini:

(1) http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=61693

(2)http://www.ahlalhdeeth.com/vb/forum/المنتدى-الشرعي-العام/307381-قصة-عجيبة-مسندة-هي-من-مفردات-قوله-تعالى-وعسى-أن-تكرهوا-شيئا-وهو-خير-لكم

 

Bandung, 18 Oktober 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

8 comments on “Boleh Jadi Kau Membencinya …

  1. jampang says:

    terkadang nyadarnya di belakang hari

  2. faziazen says:

    aa betul itu..dulu pengennya punya suami yang gini..eh sekarang nikah ama yang gitu..jauh banget dari imajinasi
    tapi dibalik semua kebalikan itu, saya merasa nyaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s