Larik-Larik as-Sa’di …

sair

Berikut ini larik-larik Syaikh al-‘Allamah ‘Abd ar-Rahman Nashir as-Sa’di –rahimahullah– di kitab as-Sair Ila Allah wa Dar al-Akhirah (Perjalanan Menuju Allah dan Negeri Akhirat):

 

سَعِدَ الذِيْنَ تَجَنَّبُوا سُبُلَ الرَّدَى… وَتَيَمًّمُوْا لِمَنَازِل الرِّضْوَانِ

فَهُم الذِيْنَ قَدْ أَخْلَصُوْا في مَشْيِهمْ… مُتَشَرِّعِيْنَ بِشَرْعَةِ الإِيْمَانِ

وَهُم الذِيْنَ بَنَوْا مَنَازِلَ سَيْرِهِمْ… بَيْنَ الرَّجَا والخَوْفِ لِلدَّيَّانِ …

وَهُم الذِيْنَ مَلاَ الإِلهُ قُلُوْبَهُمْ… بِوِدَادِهِ وَمَحَبَّةِ الرَّحْمَنِ

وَهُمْ الذِيْنَ قَدْ أَكَثَرُوْا مِن ذِكْرِهِ… في السِّرِّ والإعلان والأَحْيَانِ

يَتَقَرَّبُونَ إِلَى الْمَلِيكِ بِفِعْلِهِمْ … طَاعَاتِهِ وَالتَّرْكِ لِلْعِصْيَانِ

فِعْلُ الْفَرَائِضِ وَالنَّوَافِلِ دَأْبُهُمْ … مَعَ رُؤْيَةِ التَّقْصِيرِ وَالنُّقْصَانِ

صَبَّرُوا النُّفُوسَ عَلَى الْمَكَارِهِ كُلِّهَا … شَوْقاً إِلَى مَا فِيهِ مِنْ إِحْسَانِ

نَزَلُوا بِمَنْزِلَةِ الرِّضَى فَهُمْ بِهَا … قَدْ أَصْبَحُوا فِي جُنَّةِ وَأَمَانِ

شَكَرُوا الْذِي أَوْلَى الْخَلاَئِقَ فَضْلَهُ … بِالْقَلْبِ وَالأَقْوَالِ وَالأَرْكَانِ

صَحِبُوا التَّوَكُّلَ فِي جَمِيعِ أُمُورِهِمْ … مِعِ بِذْلِ جُهْدٍ فِي رِضَى الرَّحْمَانِ

عَبَدُوا الإِلَهَ عَلَى اعْتِقَادِ حُضُورِهِ … فَتَبَرَّؤُوا فِي مَنْزِلِ الإِحْسَانِ

نَصَحُوا الْخَلِيقَةَ فِي رِضَى مَحْبُوبِهِمْ … بِالْعِلْمِ وَالإِرْشَاِد وَالإِحْسَانِ

صَحِبُوا الْخَلاَئِقَ بِالْجُسُومُ وَإِنَّمَا … أَرْوَاحُهُمْ فِي مَنْزِلٍ فَوْقَانِي

بِالله دَعَوات الْخَلاَئِقِ كُلُّهَا … خَوْفاً عَلَى الإِيمَانِ مِنْ نُقْصَانِ

عَزَفُوا الْقُلُوبَ عَنِ الشَّوَاغِلِ كُلِّهَا … قَدْ فَرَّغُوهَا مِنْ سِوَى الرَّحْمَانِ

حَرَكَاتُهُمْ وَهُمُومُهُمْ وَعُزُومُهُمْ … لِلَّهِ، لاَ لِلْخَلْقِ وَالشَّيْطَانِ

نِعْمَ الرَّفِيقُ لِطَالِبِ السُبُلِ الَّتِي … تُفْضِي إِلى الخَيْرَاتِ وَالإِحْسَانِ

 

Sungguh beruntung orang-orang yang menjauhi jalan-jalan kebinasaan seraya bersengaja menuju manazil keridaan. Merekalah orang-orang yang memurnikan kehendak dalam perjalanan mereka, menjejakkan pijak (ittiba’) dalam langkah keimanan. Merekalah orang-orang yang membangun manazil pengembaraan hayat di antara harapan dan rasa takut terhadap ad-Dayyan. Merekalah orang-orang yang Allah senangkan kalbu-kalbu mereka dengan kama terhadap Yang Maha Penyayang dan kecintaan terhadap-Nya. Merekalah orang-orang yang banyak mengingat-Nya dalam kesendirian, keramaian, juga dari masa ke masa. Mereka mendekatkan diri kepada al-Malik dengan perbuatan berupa ketaatan kepada-Nya seraya meninggalkan kedurhakaan. Mereka menunaikan al-fara-idh juga an-nawafil sebagai suatu kelaziman seraya memandang bahwa perbuatan mereka itu sedikit dan penuh kekurangan. Jiwa mereka menyesap sabar atas segala hal yang tak mereka sukai, menyampirkan rindu terhadap kebaikan-kebaikan yang terdapat di dalamnya. Mereka pun bersinggah pada manzilah rida, suatu manzilah yang dengannya mereka akan bermukim di dalam surga dan memperoleh keamanan. Mereka bersyukur kepada (Allah) yang memberikan karunia kepada para makhluk, baik dengan hati mereka, dengan ucapan, maupun arkan mereka. Mereka senantiasa berpagut tawakkal dalam semua urusan seraya menyertakan kesungguhan upaya pada keridaan ar-Rahman. Mereka bersimpuh puja menyembah Allah seraya meyakini kehadiran-Nya sehingga bertempatlah mereka pada manzilah ihsan. Mereka menasihati manusia (untuk menggapai) keridaan Rabb yang mereka cintai dengan penyampaian berdasarkan ilmu, petunjuk, dan cara yang baik. Mereka membersamai makhluk dengan jasad-jasad mereka, sementara ruh-ruh mereka (senantiasa mencari dan berkitar) pada manzilah yang tinggi. Dengan mengharap pertolongan Allah, tak henti mereka menyeru seluruh manusia seraya mengecap rasa takut akan berkurangnya iman. Mereka mengosongkan jiwa dari segala kesibukan, menihilkan segala sesuatu dari dalamnya selain ar-Rahman. Gerak, perhatian, dan tekad mereka hanyalah untuk Allah semata, bukan untuk makhluk dan bukan pula bagi setan. Semua itu merupakan sebaik-baik penyerta bagi pencari jalan-jalan yang mengarahkan kepada kebaikan dan keelokan …

 

*

**

Syaikh al-‘Allamah ‘Abd ar-Rahman Nashir as-Sa’di –rahimahullah– berkata di kitab as-Sair Ila Allah wa Dar al-Akhirah (halaman 10):

 

منزلة الرضى أعلى من منزلة الصبر، فإن الصبر حبس النفس وكفها على ما تكره، مع وجود منازعة فيها، وبالرضى تضمحل تلك المنازعة، ويرضى عن الله رضى مطمئن منشرح الصدر، بل ربما تلذذ بالبلاء كتلذذ غيره بالرخاء، وإذا نزل العبد بهذه المنزلة طابت حياته وقرّت عينه، ولهذا سمّي الرضا: ” جنة الدنيا ومستراح العابدين

 

Manzilah rida itu melampaui ketinggian manzilah sabar karena sesungguhnya sabar itu menahan jiwa terhadap hal yang tak disukainya, sementara di dalam jiwa itu terdapat pergolakan terhadapnya. Adapun rida, dia melesapkan pergolakan dalam jiwa sehingga jiwa pun merasa rela terhadap Allah dengan keridaan yang melantunkan ketentraman dan kelapangan dada, bahkan boleh jadi jiwa itu menyesap kelezatan dalam musibah tersebut sebagaimana halnya dia menyesap kelezatan dalam kesenangan. Apabila seorang hamba telah bersinggah pada manzilah ini, bahagialah kehidupannya dan sejuk pulalah pandangannya. Oleh karena itu, dinamailah rida itu dengan sebutan, “Surganya dunia dan peristirahatan para hamba.”

 

Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi al-Atsari –hafizhahullah– berkata dalam ta’liq beliau terhadap larik-larik as-Sa’di di atas:

 

قال ابن القيم في مدارج السالكين (۲/۲۳۲(: ومنزلة الشكر من أعلى المنازل. وهي فوق منزلة الرضا وزيادة . فالرضا مندرج في الشكر. إذ يستحيل وجود الشكر بدونه … وقد أمر الله به. ونهى عن ضده، وأثنى على أهله. ووصف به خواص خلقه. وجعله غاية خلقه وأمره . ووعد أهله بأحسن جزائه

 

Ibn al-Qayyim berkata di kitab Madarij as-Salikin (2/232), “Dan manzilah syukur itu termasuk di antara manazil yang tertinggi, dan dia melampaui manzilah rida dan merupakan tambahannya. Rida itu suatu titian yang tercakup dalam syukur lantaran mustahil syukur bisa terwujud tanpa adanya rida … Allah telah memerintahkan untuk bersyukur dan melarang bersikap sebaliknya. Allah memuji orang yang bersyukur seraya memerikan pelakunya sebagai makhluk-Nya yang khusus. Allah menjadikan syukur sebagai tujuan penciptaan dan perintah-Nya, juga menjanjikan balasan yang baik kepada pelakunya.”

 

Bandung, 10 Novermber 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

2 comments on “Larik-Larik as-Sa’di …

  1. jampang says:

    ayo kang… bikin larik juga 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s