Tujuh Puluh Musim Gugur …

musim gugur

هَذَاحَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفاً. فَهُوَ يَهْوِي فِيالنّارِ الاَنَ

“Itu adalah (suara) batu yang dilemparkan ke dalam neraka dari semenjak tujuh puluh musim gugur yang lalu. Dia jatuh ke dalam neraka, dan (baru) sekarang sampai ke dasarnya.” (HR. Muslim)

 

وَإِنَّرِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Dan sesungguhnya aroma surga itu dapat tercium sejauh jarak tujuh puluh musim gugur.” (HR. at-Tirmidzi)

*

**

 

SyaikhMuhammad Shalih al-Munajjid hafizhahullah

http://islamqa.info/ar/177777

السؤال:
أقرأبعض الأحاديث فأجد أن فيها وحدات قياسية مثل سبعون خريفا, أربعون خريفا أريد توضيح المقصودبكلمة خريف

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid hafizhahullahditanya:

Aku membaca beberapa hadits dan kutemukan di dalamnya ungkapan-ungkapan semisal “tujuh puluh musim gugur” atau “empat puluh musim gugur”. Aku ingin mendapatkan penjelasan mengenai maksud dari ungkapan “musim gugur” tersebut.

الجواب:
الحمد لله

المقصود بخريف في تلك الأحاديث هو ( السنة ) ,وهو من باب إطلاق البعض وإرادة الكل, لأن كل سنة فيها خريفواحد ، فإذا مر سبعون خريفا ، فقد مر سبعون عاما

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid hafizhahullahmenjawab:

Alhamdulillah …

Ungkapan “musim gugur” dalam hadits-hadits tersebut maksudnya adalah “tahun”, dan ungkapan ini termasuk kedalam bab “menyebutkan sebagian tetapi yang dimaksud adalah keseluruhan” lantaran setiap satu tahun mestilah memiliki satu musim gugur di dalamnya.Dengan demikian, jika telah berlalu tujuh puluh musim gugur, itu berarti telah terlewati tujuh puluh tahun.

وهذا من الأساليب المعروفة عند العرب : أنيطلقوا على الشيء اسم جزء منه ؛ مثل قولهم : رأيت عينا يقصدون جاسوسا, فالعين هيبعض الجاسوس , وكذلك الخريف فهو بعض السنة وقد أطلقوه على السنة كلها.

Dan ini termasuk gaya bahasa yang dikenal, yaitu mereka mengatakan sesuatu dengan menyebutkan sebagian dari sesuatu itu.Umpamanya adalah ungkapan mereka, “Aku melihat ‘ain,” namun yang mereka maksudkan adalah, “Aku melihat mata-mata,”  lantaran ‘ain itu bagian dari mata-mata. Demikian juga dengan kharif (musim gugur), lantaran musim gugur itu bagian dari satu tahun dan mereka memutlakkannya sebagai sebutan untuk satu tahun penuh.

قال في فتح الباري ( 8 / 455) : الْخَرِيفزَمَان مَعْلُوم مِنْ السَّنَةِ ، وَالْمُرَاد بِهِ هُنَا اَلْعَام وَتَخْصِيصاَلْخَرِيفِ بِالذِّكْرِ دُونَ بَقِيَّةِ اَلْفُصُولِ – اَلصَّيْف وَالشِّتَاءوَالرَّبِيع – لِأَنَّ اَلْخَرِيفَ أَزْكَى اَلْفُصُول لِكَوْنِهِ يُجْنَى فِيهِاَلثِّمَارُ

والله أعلم

Ibn Hajar berkata di kitab Fath al-Bari (8/455), “Musim gugur itu suatu masa yang dikenal dalam satu tahun, dan yang dimaksud dengan (ungkapan) musim gugur di dalam hadits, maksudnya adalah satu tahun (penuh). Penyebutan musim gugur secara khusus tanpa menyebutkan musim-musim lainnya -seperti musim panas, musim dingin, dan musim semi, dikarenakan musim gugur itu merupakan musim yang paling bersih berdasarkan keadaannya sebagai masa panen, masa dipetiknya buah-buahan.”

Wallahu a’lamu

Bandung, 13 November 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

17 comments on “Tujuh Puluh Musim Gugur …

  1. jampang says:

    tapi pasti ada keistimewaan musim gugur kang. kalao nggak kenapa nggak disebutin musim semi… kan lebih indah 😀

  2. jaraway says:

    *merinding* *ngeri*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s