Logat Arab dan Ahli Kitab, juga Logat Orang-Orang Kasmaran …

LOGAT KASMARAN

Imam ath-Thabrani –rahimahullah– berkata di kitab al-Mu’jam al-Ausath:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابَانَ، ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الْجَمَّالُ، نَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ، عَنْ حُصَيْنِ بْنِ مَالِكٍ الْفَزَارِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ شَيْخًا وَكَانَ قَدِيمًا يُكْنَى بِأَبِي مُحَمَّدٍ، يُحَدِّثُ عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :(اقْرَءُوا الْقُرْآنَ بِلُحُونِ الْعَرَبِ وأَصْوَاتِها، وَإِيَّاكُمْ وَلُحُونَ أَهْلِ الْكِتَابَيْنِ، وَأَهْلِ الْفسقِ، فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ بَعْدِي قَوْمٌ يُرَجِّعُونَ بِالْقُرْآنِ تَرْجِيعَ الْغِنَاءِ وَالرَّهْبَانِيَّةِ وَالنَّوْحِ، لا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، مفتونةٌ قُلُوبُهُمْ، وقلوبُ مَنْ يُعْجِبُهُمْ شَأْنُهُمْ). لا يُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ حُذَيْفَةَ إِلا بِهَذَا الإِسْنَادِ، تَفَرَّدَ بِهِ: بَقِيَّةُ

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Jabban, telah bercerita kepada kami Muhammad bin Mihran al-Jammal, telah bercerita kepada kami Baqiyyah bin al-Walid, dari Hushain bin Malik al-Fazari, dia berkata: aku mendengar Syaikh dengan nama kun-yah Abu Muhammad menceritakan hadits dari Hudzaifah bin al-Yaman yang mengatakan:
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Bacalah al-Quran dengan logat dan suara orang Arab. Janganlah kalian (membacanya) dengan logat dua ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), juga dengan logat orang-orang fasiq. Sesungguhnya sepeninggalku akan muncul suatu kaum yang mendendangkan bacaan al-Quran sebagaimana lagu yang disenandungkan oleh para rahib dan para peratap. Tidaklah bacaan mereka itu mencapai kerongkongan mereka. Hati mereka terfitnah, demikian juga hati orang-orang mengagumi keadaan mereka.”
Imam ath-Thabrani berkata, “Tidaklah hadits ini diriwayatkan dari Hudzaifah kecuali dengan sanad ini. Baqiyyah menyendiri dengan hadits ini.”

-dalam riwayat al-Hakim at-Tirmidzi di kitab Nawadir al-Ushul, disebutkan, “Ahl al-‘Isq (logat orang-orang kasmaran),” sebagai ganti dari, “Ahl al-Fisq (logat orang-orang fasik).”

Hadits ini sangat lemah …
Abu Muhammad yang meriwayatkan dari Hudzaifah adalah seorang perawi majhul
Hushain bin Malik al-Fazari juga majhul
Baqiyyah bin al-Walid banyak melakukan tadlis dari perawi-perawi lemah dan majhul – juga dikenal pula sebagai pelaku tadlis taswiyah– sementara gurunya, Hushain bin Malik al-Fazari termasuk di antara perawi-perawi yang majhul

Imam adz-Dzahabi –rahimahullah– berkata mengenai hadits ini di kitab Mizan al-I’tidal:

حصين بن مالك الفزاري عن رجل، عن حذيفة: (اقرءوا القرآن بلحون العرب وأصواتها (تفرد عنه بقية، ليس بمعتمد. والخبر منكر

Hushain bin Malik al-Fazari dari seseorang dari Hudzaifah, “Bacalah al-Quran dengan logat dan suara Arab.” Baqiyyah menyendiri darinya, tidak bisa dijadikan pegangan, dan kabar ini mungkar.
*lihat juga kitab an-Nafilah fi al-Ahadits adh-Dha’ifah wa al-Bathilah (hadits no. 1, halaman 19) karya Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini –rahimahullah

Bandung, 17 November 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements