Melukiskan Rasa Kematian …

melukiskan rasa kematian

Ibn Sa’d al-Baghdadi –rahimahullah– berkata di kitab ath-Thabaqat al-Kubra:


أَخْبَرَنَا أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ السَّائِبِ الْكَلْبِيُّ، عَنْ عَوَانَةَ بْنِ الْحَكَمِ، قَالَ :عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ يَقُولُ: عَجَبًا لِمَنْ نَزَلَ بِهِ الْمَوْتُ وَعَقْلُهُ مَعَهُ كَيْفَ لا يَصِفُهُ، فَلَمَّا نَزَلَ بِهِ، قَالَ لَهُ ابْنُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو: يَا أَبَتِ إِنَّكَ كُنْتَ تَقُولُ: عَجَبًا لِمَنْ نَزَلَ بِهِ الْمَوْتُ وَعَقْلُهُ مَعَهُ كَيْفَ لا يَصِفُهُ، فَصِفْ لَنَا الْمَوْتَ وَعَقْلُكُ مَعَكَ، فَقَالَ: يَا بُنَيَّ الْمَوْتُ أَجَلُّ مِنْ أَنْ يُوصَفَ، وَلَكِنِّي سَأَصِفُ لَكَ مِنْهُ شَيْئًا، أَجِدُنِي كَأَنَّ عَلَى عُنُقِي جِبَالُ رَضْوَى، وَأَجِدُنِي كَأَنَّ فِي جَوْفِي شَوْكَ السِّلاءِ، وَأَجِدُنِي كَأَنَّ نَفَسِي يَخْرُجُ مِنْ ثَقْبِ إِبْرَةٍ

 

Telah berkabar kepada kami Hisyam bin Muhammad bin as-Sa-ib al-Kalbi, dari ‘Awanah bin al-Hakam, dia berkata:

‘Amr bin al-‘Ash berkata, “Aku heran terhadap orang yang didatangi oleh kematian dan akalnya masih bersamanya, kenapa dia tak memerikan bagaimana rasa kematian itu.” (Hingga) ketika kematian menghampiri ‘Amr bin al-Ash, berkatalah putranya, ‘Abdullah bin ‘Amr, kepadanya, “Wahai ayah, sesungguhnya dulu kau pernah mengatakan, ‘Aku heran terhadap orang yang didatangi oleh kematian dan akalnya masih bersamanya, kenapa dia tak memerikan bagaimana rasa kematian itu.’ Maka (sekarang), lukiskanlah kepada kami rasa kematian itu selagi akalmu masih membersamaimu.” ‘Amr bin al-‘Ash pun berkata, “Wahai anakku, kematian itu terlalu sulit untuk diperikan. Akan tetapi, sekurang-kurangnya akan kuperikan jua itu kepadamu. Aku merasa seakan-akan pada leherku ada gunung Radhwa. Kurasakan pula seakan-akan pada rongga tubuhku ada duri-duri yang tajam, juga seakan-akan nafas (yang kuhela) keluar melalui lubang jarum.” –SELESAI …

 

Kisah tersebut diriwayatkan pula oleh Imam al-Hakim di kitab al-Mustadrak, juga Ibn ‘Asakir di kitab Tarikh Dimasyq

ATSAR tersebut PALSU

(1) Hisyam bin Muhammad bin as-Sa-ib al-Kalbi, seorang perawi matruk. Imam ad-Daraquthni menyebutkannya di kitab adh-Dhu’afa’ wa al-Matrukin. Imam Ibn Hibban berkata di kitab al-Majruhin:

 

هشام بن محمد بن السائب أبو المنذر الكلبي من أهل الكوفة يروي عن العراقيين العجائب والأخبار التي لا أصول لها، وكان غاليًا في التشيع

 

“Hisyam bin Muhammad bin as-Sa-ib, Abu al-Mundzir al-Kalbi, dari kalangan ahli Kufah. Dia meriwayatkan dari penduduk Irak keajaiban-keajaiban dan kabar-kabar yang tak ada asal usulnya, dan dia seorang yang ghuluw dalam kesyi’ahannya.”

 

Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan:

 

هشام بن محمد بن السائب الكلبي مَن يحدث عنه؟ إنما هو صاحب سمر ونسب وما ظننت أن أحدًا يحدث عنه

 

“Hisyam bin Muhammad bin as-Sa-ib al-Kalbi, siapa yang meriwayatkan darinya? Dia hanyalah tukang hikayat dan nasab. Aku tak mengira ada seseorang yang meriwayatkan darinya.”Dhu’afa’ al-Kabir karya al-‘Uqaili …

 

(2) ‘Awanah bin al-Hakam, dikatakan oleh Ibn ‘Iraq di kitab Tanzih asy-Syari’ah al-Marfu’ah ‘an al-Akhbar asy-Syani’ah al-Maudhu’ah:

 

عوانة بن الحكم قيل: كان عثمانيًّا وكان يضع الأخبار لبني أمية

 

“’Awanah bin al-Hakam, dikatakan dia seorang ‘Utsmaniy dan memalsukan kabar-kabar untuk Bani Umayyah.”

 

Ibn Hajar al-Asqalani berkata di Lisan al-Mizan:

 

أنه كان عثمانيا فكان يضع الأخبار لبني أمية مات سنة ثمان وخمسين ومائة

 

“Bahwasanya dia seorang utsmani, memalsukan kabar-kabar untuk Bani Umayyah. Dia mati pada tahun seratus lima puluh delapan.”

 

(3) ‘Amr bin al-‘Ash –radhiyallahu ‘anhu– wafat pada tahun 43 H, sementara sebagaimana disebutkan oleh Ibn Hajar, ‘Awanah bin al-Hakam wafat pada tahun 158 H, suatu jarak waktu yang sangat jauh di antara keduanya sehingga tak mungkin keduanya bertemu … wallahu ‘alamu

-rujukan: al-Qashash al-Wahiyah (1/159), karya Syaikh ‘Ali Hasyisy al-Mishri –hafizhahullah

 

Bandung, 18 November 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

12 comments on “Melukiskan Rasa Kematian …

  1. Novi Kurnia says:

    Waduhhh… palsu. Padahal sudah khusyu’ tadi membacanya 😀

  2. jampang says:

    sempet mikir juga…. gimana mau cerita tentang saat kematian… lah orangnya kan lagi sakaratul maut, masa sempat2nya cerita 😀

  3. jaraway says:

    oooh ini contoh kepalsuan yang rawinya al-Kalbi…
    *jadi ngeh deh ama penjelasan ustadz ttg contoh2 pelaku pemalsuan hadits*

  4. jaraway says:

    soalnya denger penjelasan ustadz tentang jarh para ulama jarh wat ta’dil yang disampekan mengenai al-kalbi ini ngeri banget..
    bikin begidik…

  5. Miss U says:

    waaah… ada buku crochet n knitting 😀
    #gagalfokus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s