Perempuan yang Cemburu Takkan Melihat Dasar Lembah dari Puncaknya …

kecemburuan perempuan

Abu Syaikh al-Ashbahani –rahimahullah– berkata di kitab al-Amtsal fi al-Hadits:

 

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَارِثِ، ثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُمَرَ بْنِ شَقِيقٍ، ثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْفَضْلِ، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ :خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ، فَأَخْرَجَ مَعَهُ نِسَاءَهُ، وَكَانَ مَتَاعِي فِيهِ خِفٌّ، فَكُنْتُ عَلَى جَمَلٍ نَاجٍ، وَكَانَ مَتَاعُ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ فِيهِ ثِقَلٌ، وَكَانَتْ عَلَى جَمَلٍ بَطِيءٍ فَتَبَاطَأْنَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَوِّلُوا مَتَاعَ عَائِشَةَ عَلَى جَمَلِ صَفِيَّةَ، وَحَوِّلُوا مَتَاعَ صَفِيَّةَ عَلَى جَمَلِ عَائِشَةَ لِيَمْضِيَ الرَّكْبُ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ، قُلْتُ: يَا لَعِبَادِ اللَّهِ، غَلَبَتْنَا هَذِهِ الْيَهُودِيَّةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا أُمَّ عَبْدِ اللَّهِ إِنَّ مَتَاعَكِ كَانَ فِيهِ خِفٌّ، وَمَتَاعُ صَفِيَّةَ كَانَ فِيهِ ثِقَلٌ فَبَطَّأَ بِالرَّكْبِ، فَحَوَّلْنَا مَتَاعَكِ عَلَى بَعِيرِهَا، وَحَوَّلْنَا مَتَاعَهَا عَلَى بَعِيرِكِ، قُلْتُ: أَلَسْتَ تَزْعُمُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالَ: فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَفِي شَكٍّ أَنْتِ يَا أُمَّ عَبْدِ اللَّهِ؟ قُلْتُ :أَلَسْتَ تَزْعُمُ إِنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ؟ فَهَلا عَدَلْتَ؟ فَسَمِعَنِي أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَكَانَ فِيهِ ضَرْبٌ مِنْ حِدَّةٍ فَأَقْبَلَ عَلَيَّ يَلْطِمُ وَجْهِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَهْلا يَا أَبَا بَكْرٍ، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَا سَمِعْتَ مَا قَالَتْ؟، قَالَ :إِنَّ الْغَيْرَى لا تُبْصِرُ أَسْفَلَ الْوَادِي مِنْ أَعْلاهُ

 

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin al-Harits, telah bercerita kepada kami al-Hasan bin ‘Umar bin Syaqiq, telah bercerita kepada kami Salamah bin al-Fadhl, dari Ibn Ishaq, dari Yahya bin ‘Abbad bin ‘Abdillah bin az-Zubair, dari ayahnya, dari kakeknya, dari ‘Aisyah, dia berkata:

Aku keluar bersama Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dalam perjalanan Haji al-Wada’. Ikut keluar juga para istri beliau bersama beliau. Barang-barang bawaanku ringan dan aku berada di atas unta yang kuat, sedangkan barang-barang bawaan Shafiyyah binti Huyay berat, dan dia menunggangi unta yang lemah dan lambat sehingga memperlambat perjalanan kami. Lalu Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Pindahkan barang-barang bawaan ‘Aisyah ke atas unta Shafiyyah dan pindahkan pula barang-barang bawaan Shafiyyah ke atas unta ‘Aisyah agar kafilah bisa melanjutkan perjalanan!” Tatkala aku mengetahui hal itu, aku pun berkata, “Wahai para hamba Allah, perempuan Yahudi ini telah mengalahkan kita atas Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Wahai Ummu ‘Abdillah (yakni ‘Aisyah –pent), barang bawaanmu ringan bagi untamu sedangkan barang bawaan Shafiyyah berat bagi untanya sehingga melambatkan laju kafilah. Oleh karena itu, kami memindahkan barang bawaannya ke atas untamu dan memindahkan bawang bawaanmu ke atas untanya.” Maka aku berkata, “Bukankah kau mengaku bahwa kau itu utusan Allah?” Maka Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pun tersenyum (mendengar ucapanku). Beliau berkata, “Apakah kau dalam keraguan, wahai Ummu ‘Abdillah?” Aku berkata, “Bukankah kau mengaku bahwa kau itu utusan Allah? Mengapa tidak berbuat adil?” Dan Abu Bakr –radhiyallahu ‘anhu– mendengar ucapanku. Ada kemarahan pada dirinya, lalu dia mendatangiku dan menampar wajahku. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Tenanglah, wahai Abu Bakr.” Abu Bakr berkata, “Wahai Rasulullah, apakah kau tak mendengar apa yang dikatakannya?” Maka Rsulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Sesungguhnya perempuan yang cemburu takkan melihat dasar lembah dari puncaknya.” –SELESAI …

 

Abu Ya’la al-Maushili –rahimahullah– berkata di kitab Musnad-nya:

 

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُمَرَ بْنِ شَقِيقِ بْنِ أَسْمَاءَ الْجَرْمِيُّ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْفَضْلِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: وَكَانَ مَتَاعِي فِيهِ خَفٌّ، وَكَانَ عَلَى جَمَلٍ نَاجٍ، وَكَانَ مَتَاعُ صَفِيَّةَ فِيهِ ثِقَلٌ، وَكَانَ عَلَى جَمَلٍ ثَقَالٍ بَطِيءٍ يَتَبَطَّأُ بِالرَّكْبِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَوِّلُوا مَتَاعَ عَائِشَةَ عَلَى جَمَلِ صَفِيَّةَ، وَحَوِّلُوا مَتَاعَ صَفِيَّةَ عَلَى جَمَلِ عَائِشَةَ حَتَّى يَمْضِيَ الرَّكْبُ، قَالَتْ عَائِشَةُ: فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ، قُلْتُ: يَا لَعِبَادِ اللَّهِ! غَلَبَتْنَا هَذِهِ الْيَهُودِيَّةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :يَا أُمَّ عَبْدِ اللَّهِ، إِنَّ مَتَاعَكِ كَانَ فِيهِ خَفٌّ وَكَانَ مَتَاعُ صَفِيَّةَ فِيهِ ثِقَلٌ، فَأَبْطَأَ بِالرَّكْبِ، فَحَوَّلْنَا مَتَاعَهَا عَلَى بَعِيرِكِ، وَحَوَّلْنَا مَتَاعَكِ عَلَى بَعِيرِهَا، قَالَتْ: فَقُلْتُ: أَلَسْتَ تَزْعُمُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالَتْ: فَتَبَسَّمَ، قَالَ: أَوَ فِي شَكٍّ أَنْتِ يَا أُمَّ عَبْدِ اللَّهِ؟، قَالَتْ: قُلْتُ: أَلَسْتَ تَزْعُمُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ؟ أَفَهلا عَدَلْتَ؟ وَسَمِعَنِي أَبُو بَكْرٍ وَكَانَ فِيهِ غَرْبٌ، أَيْ حِدَّةٌ، فَأَقْبَلَ عَلَيَّ فَلَطَمَ وَجْهِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَهْلا يَا أَبَا بَكْرٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَا سَمِعْتَ مَا قَالَتْ؟، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْغَيْرَى لا تُبْصِرُ أَسْفَلَ الْوَادِي مِنْ أَعْلاهُ

 

Telah bercerita kepada kami al-Hasan bin ‘Umar bin Syaqiq bin Asma’ al-Jarmi al-Bashri, telah bercerita kepada kami Salamah bin al-Fadhl, dari Muhammad bin Ishaq, dari Yahya bin ‘Abbad bin ‘Abdillah bin az-Zubair, dari ayahnya, dari ‘Aisyah, bahwasanya dia berkata:

Barang-barang bawaanku ringan dan itu berada di atas unta yang kuat, sementara barang-barang bawaan Shafiyyah berat dan itu ada di atas unta yang lemah dan lambat. Maka Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Pindahkan barang-barang bawaan ‘Aisyah ke atas unta Shafiyyah dan pindahkan pula barang-barang bawaan Shafiyyah ke atas unta ‘Aisyah agar kafilah bisa melanjutkan perjalanan!” Tatkala aku mengetahui hal itu, aku pun berkata, “Wahai para hamba Allah, perempuan Yahudi ini telah mengalahkan kita atas Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Wahai Ummu ‘Abdillah (yakni ‘Aisyah –pent), barang bawaanmu ringan bagi untamu sedangkan barang bawaan Shafiyyah berat bagi untanya sehingga melambatkan laju kafilah. Oleh karena itu, kami memindahkan barang bawaannya ke atas untamu dan memindahkan bawang bawaanmu ke atas untanya.” Maka aku berkata, “Bukankah kau mengaku bahwa kau itu utusan Allah?” Maka Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pun tersenyum (mendengar ucapanku). Beliau berkata, “Apakah kau dalam keraguan, wahai Ummu ‘Abdillah?” Aku berkata, “Bukankah kau mengaku bahwa kau itu utusan Allah? Mengapa tidak berbuat adil?” Dan Abu Bakr mendengar ucapanku. Ada sikap keras pada dirinya, yakni kemarahan, lalu dia mendatangiku dan menampar wajahku. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Tenanglah, wahai Abu Bakr.” Abu Bakr berkata, “Wahai Rasulullah, apakah kau tak mendengar apa yang dikatakannya?” Maka Rsulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Sesungguhnya perempuan yang cemburu takkan melihat dasar lembah dari puncaknya.” –SELESAI …

 

Kedua hadits di atas sebetulnya hanya satu riwayat saja karena sanad Abu Syaikh itu sama dengan sanad Abu Ya’la. Gurunya Abu Syaikh al-Ashbahani menyertai gurunya Abu Ya’la al-Maushili dalam meriwayatkan hadits ini dari al-Hasan bin ‘Amr bin Syaqiq dengan sanadnya …

Hadits tersebut dha’if (lemah) karena pada sanadnya ada Salamah bin al-Fadhl dan Muhammad bin Ishaq …

Syaikh al-Albani –rahimahullah– berkata di kitab Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah (2985):

 

وهذا سند ضعيف؛ وفيه علتان:

الأولى: عنعنة ابن إسحاق؛ فقد كان يدلس.

والأخرى: ضعف سلمة بن الفضل – وهو الأبرش – قال الحافظ في التقريب: صدوق كثير الخطأ

 

Sanad hadits tersebut dha’if (lemah). Ada dua penyakit di dalamnya, yaitu (pertama): ‘an’anah Ibn Ishaq, dan dia adalah seorang perawi mudallis (suka menyamarkan periwayatan hadits), dan (kedua): kelemahan Salamah bin al-Fadhl al-Abrasy. Al-Hafizh Ibn Hajar –rahimahullah– berkata di kitab at-Taqrib, “Dia jujur tetapi sering salah.” –SELESAI …

Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini –hafizhahullah– menyatakan bahwa hadits tersebut mungkar. Beliau berkata di al-Fatwa al-Haditsiyah:

 

حديث منكر … وهذا سند ضعيف، وسلمة بن الفضل ضعّفه النسائي وغيره، وقال البخاري: (في حديثه بعض المناكير)، ومشَّاه غيرهم، وابن إسحاق مدلس، وقد عنعنه، وفي المتن نكارة ظاهرة من جهة قول عائشة: (ألست تزعم أنك رسول اللَّه …)، والحديث ضعفه البوصيري …

 

Hadits mungkar … dan sanad hadits tersebut dha’if (lemah). Salamah bin al-Fadhl dilemahkan oleh an-Nasa-i dan selainnya. Imam al-Bukhari berkata, “Dalam haditsnya ada hal-hal yang diingkari,” sedangkan Ibn Ishaq, dia perawi mudallis (suka menyamarkan periwayatan hadits), dan dalam riwayat ini dia ber-‘an-‘anah. Adapun dalam redaksi hadits, terdapat keganjilan yang jelas dari sisi ucapan ‘Aisyah, “Bukankah kau mengaku bahwa kau itu utusan Allah?” Hadits ini pun dilemahkan juga oleh al-Bushiri … -SELESAI …

Lantaran kedua penyakit itu, jelaslah bahwa hadits di atas dha’if (lemah) dan terdapat kemungkaran yang jelas dalam redaksinya. Adapun ucapan Ibn Hajar di kitab Fath al-Bari:

 

وقد أخرج أبو يعلى بسند لا بأس به عن عائشة مرفوعا أن الغيراء لا تبصر أسفل الوادي من أعلاه

 

Abu Ya’la telah mengeluarkan hadits dengan sanad yang tak ada masalah di dalamnya dari ‘Aisyah secara marfu’ bahwa, “Sesungguhnya perempuan yang cemburu takkan melihat dasar lembah dari puncaknya.” –SELESAI …

Maka dalam hal ini, Ibn Hajar telah keliru karena pada kenyataannya, sanad itu bermasalah. Oleh karena itu, Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini –hafizhahullah– berkata:

 

أما الحافظ ابن حجر فقال في الفتح (٩/٣٢٥): (إسناده لا بأس به)، وقد عرفناك ما فيه من البأس

 

Adapun al-Hafizh Ibn Hajar, dia berkata di kitab al-Fath al-Bari (9/325), “Sanadnya tidak ada masalah,” dan telah kami tunjukkan kepada kalian masalah yang terdapat dalam sanadnya … -SELESAI …

Adapun mengenai perkataan Imam al-Haitsami di kitab Majma’ az-Zaw-id:

 

وقد رواه أبو الشيخ ابن حيان في كتاب الأمثال، وليس فيه غير أسامة ابن زيد الليثي؛ وهو من رجال الصحيح؛ وفيه ضعف، وبقية رجاله ثقات

 

Abu Syaikh bin Hayyan meriwayatkan di kitab al-Amtsal, dan tidaklah di dalamnya melainkan melalui Usamah bin Zaid al-Laitsi, dan dia termasuk para perawi ash-Shahih, dan pada dirinya ada kelemahan, sedangkan para perawi lainnya adalah para perawi tepercaya … -SELESAI …

 

Perkataan al-Haitsami tersebut seolah-olah menunjukkan keberadaan sanad lain bagi riwayat tersebut (yang berbeda dengan sanad yang melalui al-Fadhl bin Salamah dari Muhammad bin Ishaq). Padahal pada kenyataannya, tidak ada dalam kitab al-Amtsal karya Abu Syaikh itu, sanad yang melalui Usamah bin Zaid al-Laitsi bagi hadits tersebut. Dan yang benar, sanad bagi riwayat di atas dalam kitab al-Amtsal itu sama dengan sanad Abu Ya’la di kitab Musnad-nya. Oleh karena itu, Syaikh al-Albani –rahimahullah– pernah berkata dalam kaitannya dengan ucapan al-Haitsami tersebut (al-Ahadits adh-Dha’ifah: 2985:

 

فأنت ترى أن إسناد أبي الشيخ هو عين إسناد أبي يعلى، بل هو رواه بالواسطة عن شيخ أبي يعلى نفسه

 

“Dan kau pun melihat bahwa sanad Abu Syaikh itu adalah sanad yang sama dengan sanad Abu Ya’la. Bahkan Abu Syaikh meriwayatkannya melalui perantaraan (gurunya) dari guru Abu Ya’la sendiri.” –SELESAI …

 

Bandung, 21 Januari 2015

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

6 comments on “Perempuan yang Cemburu Takkan Melihat Dasar Lembah dari Puncaknya …

  1. andri1782 says:

    Reblogged this on isykarimanawmutsyahidan and commented:
    hmmmm

  2. jaraway says:

    alhamdulillaah.. dapat penjelasannya jugaaa..
    jazakumullaahu khairan, bang hend…

    dari duluuuu ganjel ama cerita bahwa ‘Aisyah radhiyallahu anhaa sampai mengatakan hal itu..
    secemburu2nya aneh ummahatul mukminin berkata hal itu..

  3. jampang says:

    saya baru dengar hadits di atas, terima kasih sharing ilmunya, kang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s