Tentang Pintu yang Terkunci dan Orang Pertama yang Menumpahkan Darah di Muka Bumi …

pintu

Ibn Abi ad-Dunya –rahimahullah– berkata di kitab Man ‘Asya Ba’da al-Maut:

 

حَدَّثَنِي أَبُو يَعْقُوبَ التَّمِيمِيُّ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، وَابْنُ أَبِي نَاجِيَةَ، جَمِيعًا قَالا: حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ يُونُسَ الْحَضْرَمِيُّ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ قُدَامَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْيَمَانِيِّ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ يُقَالُ لَهُ :عَبْدُ اللَّهِ أَنَّهُ وَنَفَرٌ مِنْ قَوْمِهِ رَكِبُوا الْبَحْرَ، وَأَنَّ الْبَحْرَ أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ أَيَّامًا، ثُمَّ انْجَلَتْ عَنْهُمْ تِلْكَ الظُّلْمَةُ وَهُمْ قُرْبَ قَرْيَةٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: فَخَرَجْتُ أَلْتَمِسُ الْمَاءَ فَإِذَا الأَبْوَابُ مُغْلَقَةٌ تُجَأْجَأُ فِيهَا الرِّيحُ، فَهَتَفْتُ فِيهَا فَلَمْ يُجِبْنِي أَحَدٌ، فَبَيْنَا أَنَا عَلَى ذَلِكَ إِذْ طَلَعَ عَلَيَّ فَارِسَانِ تَحْتَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا قَطِيفَةٌ بَيْضَاءُ، فَسَأَلانِي عَنْ أَمْرِيِ فَأَخْبَرْتُهُمَا الَّذِي أَصَابَنَا فِي الْبَحْرِ وَأَنِّي خَرَجْتُ أَطْلُبُ الْمَاءَ، فَقَالا لِي: يَا عَبْدَ اللَّهِ اسْلُكْ فِي هَذِهِ السِّكَّةِ فَإِنَّهَا سَتَنْتَهِي بِكَ إِلَى بِرْكَةٍ فِيهَا مَاءٌ فَاسْتَقِ مِنْهَا وَلا يَهُولَنَّكَ مَا تَرَى فِيهَا، قَالَ :فَسَأَلْتُهُمَا عَنْ تِلْكَ الْبُيُوتِ الْمُغْلَقَةِ الَّتِي تُجَأْجَأُ فِيهَا الرِّيحُ، فَقَالا: هَذِهِ بُيُوتٌ فِيهَا أَرْوَاحُ الْمَوْتَى، قَالَ فَخَرَجْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى الْبِرْكَةِ، فَإِذَا فِيهَا رَجُلٌ مُعَلَّقٌ مُصَوِّبُ عَلَيَّ رَأْسَهُ يُرِيدُ أَنْ يَتَنَاوَلَ الْمَاءَ بِيَدِهِ وَهُوَ لا يَنَالُهُ، فَلَمَّا رَآنِي هَتَفَ بِي، وَقَالَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ اسْقِنِي، قَالَ: فَغَرَفْتُ بِالْقَدَحِ لأُنَاوِلَهُ إِيَّاهُ فَقُبِضَتْ يَدِي، فَقَالَ لِي: بُلَّ الْعِمَامَةَ ثُمَّ ارْمِ بِهَا إِلَيَّ، فَبَلَلْتُ الْعِمَامَةَ لأَرْمِيَ بِهَا إِلَيْهِ فَقُبِضَتْ يَدِي، فَقُلْتُ يَا عَبْدَ اللَّهِ :قَدْ رَأَيْتَ مَا صَنَعْتُ، غَرَفْتُ بِالْقَدَحِ لأُنَاوِلَكَ فَقُبِضَتْ يَدِي، وَبَلَلْتُ الْعِمَامَةَ لأَرْمِيَ بِهَا إِلَيْكَ فَقُبِضَتْ يَدِي، فَأَخْبِرْنِي مَا أَنْتَ؟ قَالَ: أَنَا ابْنُ آدَمَ، أَنَا أَوَّلُ مَنْ سَفَكَ دَمًا فِي الأَرْضِ

 

Telah bercerita kepada kami Abu Ya’qub at-Tamimi Yusuf bin Ya’qub, dia berkata: telah bercerita kepada kami putra saudaraku, ‘Abdullah bin Wahb dan Ibn Abi Najiyah, keduanya berkata: telah bercerita kepada kami: Ziyad bin Yunus al-Hadhrami, dari ‘Abd al-Malik bin Qudamah, dari ‘Abdullah bin Dinar, dari Abu Ayyub al-Yamani, dari seorang lelaki di kalangan kaumnya yang bernama ‘Abdullah, bahwasanya dia dan beberapa orang dari kaumnya mengarungi samudra. Tiba-tiba lautan itu berselimut kegelapan selama beberapa hari. Kemudian ketika kegelapan itu sirna, ternyata (kapal) mereka telah berada di dekat sebuah kampung. ‘Abdullah berkata:

Maka aku pun keluar (turun dari kapal) untuk mencari air. Saat mencari air, aku menampak pintu-pintu yang terkunci dan mengeluarkan suara angin dari dalamnya. Aku berteriak (memanggil penghuninya) tetapi tak seorang pun yang menjawabku. Saat aku melakukan itu, tiba-tiba muncullah dua orang penunggang kuda yang bergerak ke arahku. Kedua penunggang kuda itu memakai pelana dari beledu berwarna putih. Kedua orang itu bertanya kepadaku tentang urusanku, lalu aku pun memberitahu mereka tentang peristiwa yang menimpa kami di samudra, dan bahwasanya aku turun dari kapal untuk mencari air. Kedua orang itu berkata kepadaku, “Wahai ‘Abdullah, kau ikutilah jalan ini! Jalan itu akan menyampaikanmu ke sebuah kolam yang berisi air. Ambillah air minum dari kolam itu dan janganlah kau merasa takut dengan hal yang kau lihat di sana.” Lalu aku bertanya kepada keduanya tentang rumah-rumah dengan pintu-pintu yang terkunci dan mengeluarkan suara angin dari dalamnya. Maka kedua orang itu menjawab, “Rumah-rumah ini berisi arwah orang-orang mati.” Kemudian aku pun berjalan menapaki jalan itu hingga sampai ke kolam tersebut. Ternyata di situ ada seorang lelaki yang tergantung dengan kepala berada di bawah. Lelaki itu ingin mengambil air dengan tangannya tetapi tangannya tak bisa mencapai air. Tatkala lelaki itu melihatku, dia pun berteriak memanggilku dan berkata, “Wahai ‘Abdullah, beri aku minum.” Maka aku pun menciduk air kolam dengan gelas untuk kuberikan kepadanya, tetapi lelaki itu malah menahan tanganku seraya berkata kepadaku, “Basahi ikat kepala itu lalu lemparkanlah kepadaku!” Maka aku pun membasahkan ikat kepala itu untuk kulemparkan kepadanya, tetapi lagi-lagi lelaki itu menahan tanganku. Maka aku pun berkata, “Wahai hamba Allah, kau sendiri tahu apa yang kulakukan. Aku menciduk air dengan gelas untuk kuberikan kepadamu, tetapi kau malah menahan tanganku. Aku juga membasahkan ikat kepala untuk kulemparkan kepadamu, tetapi kau malah menahan tanganku. Beritahukanlah kepadaku, siapa kau sebenarnya?” Lelaki itu menjawab, “Aku adalah putra Adam. Akulah orang pertama yang menumpahkan darah di muka bumi.” –SELESAI …

 

Menurut saya, kisah ini sangat ganjil lagi mungkar. Sanadnya pun sangat dha’if

Setidaknya, pada rangkaian sanadnya ada dua orang yang tak diketahui perihalnya, yaitu Abu Ayyub al-Yamani dan ‘Abdullah, orang yang mengalami peristiwa itu dan menceritakannya. Selain itu, ada juga ‘Abd al-Malik bin Qudamah, seorang perawi yang dilemahkan oleh para ulama. Ibn bi Hatim berkata di kitab al-Jarh wa at-Ta’dil:

 

سألت أبي عن عبد الملك بن قدامة؟ فقال: ليس بالقوي، ضعيف الحديث، يحدّث بالمنكر عن الثقات.

 

Aku bertanya kepada ayahku tentang ‘Abd al-Malik bin Qudamah, lalu ayahku berkata, “Dia bukan perawi yang kuat, dha’if al-hadits. Dia meriwayatkan riwayat-riwayat munkar dari orang-orang tepercaya.”

 

Imam al-Bukhari berkata:

 

يعرف وينكر

 

“Diketahui dan diingkari.”

 

Imam an-Nasa-i berkata di kitab adh-Dhu’afa wa al-Matrukin:

 

عبد الملك بن قدامة الجمحي: مدني ليس بالقوي

 

“’Abd al-Malik bin Qudamah al-Jumahi, dari Madinah, bukan perawi yang kuat.”

 

Abu Zur’ah berkata:

 

عبد الملك بن قدامة: منكر الحديث

 

“’Abd al-Malik bin Qudamah munkar al-hadits.”

 

Imam al-Barqani berkata:

 

سمعته يقول: عبد الملك بن قدامة الجمحي: مدني يُترك

 

Aku mendengar ad-Daraquthni berkata, “’Abd al-Malik bin Qudamah al-Jumahi, orang Madinah, ditinggalkan.”

 

Bandung, 7 Februari 2015

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

4 comments on “Tentang Pintu yang Terkunci dan Orang Pertama yang Menumpahkan Darah di Muka Bumi …

  1. jaraway says:

    malah baru tau ada kisah begini.. hoho
    iya aneh bangeeet

  2. jampang says:

    cerita yang aneh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s