Bukanlah Ucapan al-Hasan al-Bashri Melainkan Perkataan Hatim al-Asham …

IKAN

Abu Ja’far ‘Abdullah bin Fahd al-Khulifi hafizhahullah

http://alkulify.blogspot.com/2014/03/blog-post_6247.html

فينشر بعض الناس أن الحسن البصري سئل ما سر زهدك في الدنيا فقال: علمت أن رزقى لا يأخذه غيرى فاطمأن قلبى، وعلمت أن عملى لا يقوم به غيرى فاشتغلت به وحدى، وعلمت أن الله مطلع علي فاستحييت أن يرانى عاصيا، وعلمت أن الموت ينتظرنى فأعددت الزاد للقاء ربى

والواقع أن هذا الكلام لا أصل له عن الحسن البصري وإنما كلام حاتم الأصم

قال الخطيب في تاريخه (٩/١٤٩): أخبرنا أَحْمَد بْن علي بْن الْحُسَيْن المحتسب، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَن بْن الْحُسَيْن الهمذاني، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو علي مُحَمَّد بْن أَحْمَد بْن إسحاق السرخسي، قَالَ: سمعت أبا الْحَسَن مُحَمَّد بْن الْحُسَيْن الجرجاني، يقول: سمعت الْحَسَن بْن علي العابد، يقول: سمعت حاتما الأصم، وَقد سأله سائل على أي شيء بنيت أمرك، فَقَالَ: على أربع خصال: على أن لا أخرج من الدنيا حتى أستكمل رزقي، وَعلى أن رزقي لا يأكله غيري، وَعلى أن أجلي لا أدري متى هو، وَعلى أن لا أغيب عَنِ اللَّه طرفة عين.

وهذا يبين لك وجهاً من سوآت عدم التثبت في نقل الأخبار وهو أن ينسب كلام شخص إلى شخص آخر وهو نوع من الظلم

Orang-orang menyiarkan bahwa al-Hasan al-Bashri ditanya, “Apa rahasia kezuhudanmu di dunia?” Maka al-Hasan al-Bashri menjawab, “(1) Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain. Oleh karena itulah kalbuku merasa tenang. (2) Aku tahu amal perbuatanku tidak akan dikerjakan oleh orang lain. Oleh karena itulah aku sendiri yang sibuk mengerjakannya. (3) Aku tahu Allah selalu mengawasiku. Oleh karena itulah aku selalu merasa malu bila Dia melihatku dalam keadaan bermaksiat. (4) Dan aku tahu kematian itu telah menantiku. Oleh karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Rabb-ku.”

Sementara pada kenyataannya, ucapan tersebut tidak memiliki asal dari al-Hasan al-Bashri. Hanyalah itu merupakan ucapan Hatim al-Asham …

Berkata al-Khathib di kitab Tarikh-nya (9/149): telah berkabar kepada kami Ahmad bin ‘Ali bin al-Husain al-Muhtasib, dia berkata: telah bercerita kepada kami al-Hasan bin al-Husain al-Hamdzani, dia berkata: telah bercerita kepada kami Abu ‘Ali Muhammad bin Ahmad bin Ishaq as-Sarakhsi, dia berkata: aku mendengar Abu al-hasan Muhammad bin al-Husain al-Jurjani berkata: Aku mendengar al-Hasan bin ‘Ali al-‘Abid mengatakan: Aku mendengar Hatim al-Asham ditanya oleh seorang penanya, “Di atas apakah kaubangun urusanmu?” Maka Hatim al-Asham menjawab, “Di atas empat perkara, yaitu (1) bahwa aku tak akan keluar dari dunia ini sampai sempurna rezekiku, (2) bahwa rezekiku tak akan dimakan oleh orang lain, (3) bahwa ajalku tak kuketahui saatnya, (4) dan bahwa aku tak pernah raib dari pengetahuan Allah sekejap mata pun.”

Ini menjelaskan kepadamu suatu bentuk keburukan berupa ketidakkukuhan penukilan kabar, yaitu menyandarkan ucapan seseorang kepada orang lainnya, dan ini merupakan sebentuk kezaliman … –SELESAI …

*

**

Tambahan dari saya (HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA):

Dalam biografi Hatim al-Asham di kitab Siyar A’lam an-Nubala’ karya adz-Dzahabi, saya dapati sebagai berikut:

قِيلَ لَهُ: عَلَى مَا بَنَيْتَ أَمْرَكَ فِي التَّوَكُّلِ؟ قَالَ: عَلَى خِصَالٍ أَرْبَعَةٍ: عَلِمْتُ أَنَّ رِزْقِي لَا يَأْكُلُهُ غَيْرِي، فَاطْمَأَنَّتْ بِهِ نَفْسِي، وَعَلِمْتُ أَنَّ عَمَلِي لَا يَعْمَلُهُ غَيْرِي، فَأَنَا مَشْغُولٌ بِهِ، وَعَلِمْتُ أَنَّ الْمَوْتَ يَأْتِي بَغْتَةً، فَأَنَا أُبَادِرُهُ، وَعَلِمْتُ أَنِّي لَا أَخْلُو مِنْ عَيْنِ اللَّهِ، فَأَنَا مُسْتَحيٍ مِنْهُ

Dikatakan kepada Hatim al-Asham, “Di atas apa kaubangun perkaramu dalam hal tawakal?” Hatim al-Asham menjawab, “Di atas empat perkara, yaitu (1) aku tahu bahwa rezekiku takkan dimakan oleh orang lain, maka aku pun merasa tenang, (2) aku tahu bahwa amalku tak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku pun sibuk mengerjakannya, (3) aku tahu bahwa kematian akan datang tiba-tiba, maka aku pun bergegas menyambutnya, (4) dan aku tahu bahwa diriku tak lepas dari mata Allah, maka aku malu kepada-Nya.” –SELESAI …

Bandung, 10 Agustus 2015

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

2 comments on “Bukanlah Ucapan al-Hasan al-Bashri Melainkan Perkataan Hatim al-Asham …

  1. jampang says:

    wah… siapa yang memulai kabar salah sumber itu, kang? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s