Ar-Ruba’i; Empat Shahabat dalam Satu Sanad …

ruba'i

Hadits Pertama:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ ابْنُ أُخْتِ نَمِرٍ أَنَّ حُوَيْطِبَ بْنَ عَبْدِ الْعُزَّى أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ السَّعْدِيِّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَدِمَ عَلَى عُمَرَ فِي خِلَافَتِهِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَلَمْ أُحَدَّثْ أَنَّكَ تَلِيَ مِنْ أَعْمَالِ النَّاسِ أَعْمَالًا فَإِذَا أُعْطِيتَ الْعُمَالَةَ كَرِهْتَهَا فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ عُمَرُ فَمَا تُرِيدُ إِلَى ذَلِكَ قُلْتُ إِنَّ لِي أَفْرَاسًا وَأَعْبُدًا وَأَنَا بِخَيْرٍ وَأُرِيدُ أَنْ تَكُونَ عُمَالَتِي صَدَقَةً عَلَى الْمُسْلِمِينَ قَالَ عُمَرُ لَا تَفْعَلْ فَإِنِّي كُنْتُ أَرَدْتُ الَّذِي أَرَدْتَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَأَقُولُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي حَتَّى أَعْطَانِي مَرَّةً مَالًا فَقُلْتُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ وَتَصَدَّقْ بِهِ فَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ وَإِلَّا فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ

Imam al-Bukhari –rahimahullah– berkata:

Telah bercerita kepada kami Abu al-Yaman, telah berkabar kepada kami Syu’aib, dari az-Zuhri, telah berkabar kepadaku as-Sa-ib bin Yazid, anak saudara perempuan Namir, bahwa Huwaithib bin ‘Abd al-‘Uzza telah mengabarkan kepadanya bahwa ‘Abdullah bin as-Sa’di telah mengabarkan kepadanya bahwasanya dia mendatangi ‘Umar (bin al-Khaththab) pada masa kekhalifahannya, lalu ‘Umar berkata kepadanya, “Benarkah hal yang diberitakan kepadaku bahwa kau menangani urusan-urusan manusia tetapi ketika diberi imbalan untuk itu kau pun menolak untuk menerimanya?” Aku (‘Abdullah bin as-Sa’di) menjawab, “Benar.” ‘Umar berkata, “Apa maksudmu dengan hal itu” Aku menjawab, “Sesungguhnya aku mempunyai beberapa kuda dan beberapa budak. Aku juga berada dalam kehidupan yang baik sehingga aku memaksudkan agar upahku itu menjadi sedekah bagi kaum Muslimin.” ‘Umar berkata, “Jangan kau berbuat seperti itu. Sesungguhnya aku juga dulu memiliki maksud yang sama dengan maksudmu itu. Dulu Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberiku suatu pemberian, lalu kukatakan agar pemberian itu diberikan saja kepada orang yang lebih membutuhkannya daripadaku. Hingga suatu waktu, beliau memberiku bagian harta, lalu kukatakan lagi kepada beliau agar memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkannya daripadaku. Akan tetapi, kemudian Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata kepadaku, ‘Terimalah dan kembangkanlah itu, lalu kau bersedekah dengannya! Harta mana pun yang datang kepadamu sementara kau tak menginginkan dan tak memintanya, maka terimalah! Sebaliknya, jika harta itu tak datang kepadamu, maka janganlah kau mengikuti hawa nafsumu untuk memilikinya!’” -SELESAI …

Ada empat orang shahabat dalam sanad hadits tersebut, yaitu: (1) as-Sa’ib bin Yazid, (2) Huwaithib bin ‘Abd al-‘Uzza, (3) ‘Abdullah bin as-Sa’di, dan (4) ‘Umar bin al-Khaththab

Ibn Hajar al-‘Asqalani berkata di kitab Fath al-Bari:

والسائب فمن فوقه صحابة؛ ففيه أربعة من الصحابة في نسق

“Dan as-Sa-ib serta orang-orang di atasnya adalah shahabat, maka di dalam susunan sanad tersebut ada empat orang shahabat.” –SELESAI …

Hadits Kedua:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمُعَلَّى الدِّمَشْقِيُّ، ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، ثنا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ الأَزْدِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدي كَرِبَ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْهَاجِرَةِ وَهُوَ مَرْعُوبٌ ، فَقَالَ :أَطِيعُونِي مَا كُنْتُ بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ، وَعَلَيْكُمْ بِآيَاتِ اللَّهِ، أَحِلُّوا حَلالَهُ وَحَرِّمُوا حَرَامَهُ

Imam ath-Thabarani –rahimahullah– berkata dalam al-Kabir:

Telah bercerita kepada kami Ahmad bin al-Mu’alla ad-Dimasyqi, telah bercerita kepada kami Sulaiman bin ‘Abd ar-Rahman, telah bercerita kepada kami Mu’awiyah bin Shalih al-Azdi, telah bercerita kepada kami Muhammad bin Harb, dari Bahir bin Sa’d, dari Khalid bin Ma’dan, dari Katsir bin Murrah, dari Nu’aim bin Himyar, dari al-Miqdam bin Ma’di Karib, dari Abu Ayyub al-Anshari, dari ‘Auf bin Malik, dia berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– keluar menemui kami di tengah hari yang panas dengan wajah yang cemas, lalu berkata, “Taatilah aku selama aku masih berada di antara kalian, dan wajib bagi kalian untuk berpegang dengan kitab Allah. Halalkanlah apa yang dihalalkannya dan haramkanlah apa yang diharamkannya.” –SELESAI …

Ada empat orang shahabat dalam sanad hadits tersebut, yaitu: (1) Nu’aim bin Himyar, (2) al-Miqdam bin Ma’di Karib, (3) Abu Ayyub al-Anshari, dan (4) ‘Auf bin Malik

Syaikh al-Albani berkata di kitab Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (3/459):

ومن لطائف إسناده أنه من رواية أربعة من الصحابة بعضهم عن بعض … رواه الطبراني في الكبير ورواته ثقات

“Di antara kehalusan sanadnya, bahwasanya hadits ini dari riwayat empat orang shahabat yang saling meriwayatkan satu sama lain … diriwayatkan oleh ath-Thabarani di dalam al-Kabir, dan para perawinya tepercaya.” –SELESAI …

Hadits Ketiga:

 حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ حَبِيبَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ قَالَتْ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَوْمٍ مُحْمَرًّا وَجْهُهُ وَهُوَ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يُرَدِّدُهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَعَقَدَ عَشْرًا قَالَتْ زَيْنَبُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخُبْثُ

Imam at-Tirmidzi –rahimahullah– berkata di kitab Sunan:

Telah bercerita kepada kami Sa’id bin ‘Abd ar-Rahman al-Makhzumi, Abu Bakr bin Nafi’, dan lain-lain, mereka sama berkata: telah bercerita kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah, dari az-Zuhri, dari ‘Urwah bin az-Zubair, dari Zainab binti Abi Salamah, dari Habibah (binti ‘Ubaidillah bin Jahsy), dari Ummu Habibah (binti Abi Sufyan), dari Zainab binti Jahsy, dia berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– terjaga dari tidurnya dengan wajah yang memerah seraya berkata, “Laa ilaaha illallaahu,” tiga kali diucapkan, “Celakalah orang-orang Arab lantaran keburukan semakin dekat! Hari ini dinding Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka seperti ini,” dan beliau membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Zainab binti Jahsy berkata, “Aku pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, akankah kita celaka sementara di antara kita ada orang-orang shalih?’” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– menjawab, “Ya, jika keburukan semakin banyak.” –SELESAI …

Imam Muslim mengeluarkan pula hadits ini di dalam Shahih-nya, kitab al-Fitan wa Asy-rath as-Sa’ah, bab Iqtirab al-Fitan wa Fath Radm Ya’juj wa Ma’juj (2880), dari riwayat ash-hab Sufyan bin ‘Uyainah, dari Sufyan bin ‘Uyainah dengan sanad seperti ini. Imam Muslim berkata:

حدّثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَ سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الأَشْعَثِيّ وَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ. قَالُوا: حَدّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزّهْرِيّ بِهَذَا الإِسْنَادِ. وَزَادُوا فِي الإِسْنَادِ عَنْ سُفْيَانَ، فَقَالُوا: عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمّ سَلَمَةَ، عَنْ حَبِيبَةَ، عَنْ أُمّ حَبِيبَةَ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ

Telah bercerita kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, Sa’id bin ‘Amr al-‘Asy’atsi, Zuhair bin Harb, dan Ibn Abi ‘Umar, mereka sama berkata: telah bercerita kepada kami Sufyan dari az-Zuhri dengan sanad ini, tetapi mereka menambahkan dalam sanadnya dari Sufyan dengan mengatakan: dari Zainab binti Ummu Salamah, dari Habibah, dari Ummu Habibah, dari Zainab binti Jahsy … –SELESAI …

Ada empat orang shahabat dalam sanad hadits tersebut, yaitu: (1) Zainab binti Abi Salamah, (2) Habibah (binti ‘Ubaidillah bin Jahsy), (3) Ummu Habibah (binti Abi Sufyan), dan (4) Zainab binti Jahsy

Dari keempat shahabat itu, dua orang di antaranya merupakan istri-istri Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Ummu Habibah (binti Abi Sufyan) dan Zainab binti Jahsy, sedangkan dua orang lainnya merupakan putri-putri tiri beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Zainab binti Abi Salamah dan Habibah (binti ‘Ubaidillah bin Jahsy) …

Imam an-Nawawi –rahimahullah– berkata dalam Syarah-nya terhadap Shahih Muslim:

هذا الإسناد اجتمع فيه أربع صحابيات: زوجتان لرسول الله صلى الله عليه وسلم وربيبتان له بعضهن عن بعض

“Pada sanad ini terkumpul empat orang shahabat perempuan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dua orang istri Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan dua orang putri tiri beliau. Mereka meriwayatkan satu sama lain.” –SELESAI …

Syaikh Abu Muhammad ‘Abd al-Ghani bin Sa’id –rahimahullah– berkata di kitab ar-Ruba’i fi al-Hadits:

اجتمع في هذا الحديث زوجتان من أزواج النبي صلى الله عليه وسلم وهما: أم حبيبة، وزينب بنت جحش وربيبتان من ربائب النبي صلى الله عليه وسلم ، وهما: زينب بنت أم سلمة هي بنت أبي سلمة عبدالله بن عبدالأسد المخزومي، والأخرى حبيبة بنت أم حبيبة وهي بنت عُبَيْدِالله جحش

“Dalam hadits ini terkumpul dua orang istri Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Ummu Habibah dan Zainab binti Jahsy, dan dua orang putri tiri Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Zainab binti Ummu Salamah, yaitu putri dari Abu Salamah ‘Abdullah bin ‘Abd al-Asad al-Makhzumi dan yang lain adalah Habibah binti Ummu Habibah, yaitu putri dari ‘Ubaidillah bin Jahsy.” –SELESAI …

Referensi:

(1) ar-Ruba’i fi al-Hadits karya Abu Muhammad ‘Abd al-Ghani bin Sa’id; tahqiq: Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi al-Atsari …

(2) Fath al-Bari, karya Ibn Hajar al-‘Asqalani …

(3) Mu’jam al-Kabir karya ath-Thabarani …

(4) Shahih Muslim

(5) Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah karya Syaikh al-Albani …

(6) Sunan at-Tirmidzi

(7) Syarh Shahih Muslim karya Imam an-Nawawi …

(8) Tuhfah al-Ahwadzi karya al-Mubarakfuri …

 

Bandung, 16 September 2015

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Advertisements

2 comments on “Ar-Ruba’i; Empat Shahabat dalam Satu Sanad …

  1. jaraway says:

    bang hend teh punya fathul bari lengkap yak? hihi

    dulu ga pernah kepikiran ada hadits dengan sanad begini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s