Mabuk …

Untitled

Dulu, Khalifah ‘Umar bin al-Khathab –radhiyallahu ‘anhu– pernah mencambuk putranya sendiri yang bernama ‘Abd ar-Rahman bin ‘Umar lantaran mabuk. Saat itu ‘Umar berada di Madinah sedangkan ‘Abd ar-Rahman berada di Mesir. Gubernur Mesir, yakni ‘Amr bin al-‘Ash –radhiyallahu ‘anhu– telah mencambuk ‘Abd ar-Rahman atas perbuatannya itu, tetapi ‘Umar tetap memerintahkan ‘Amr bin al-‘Ash untuk mengirimkan ‘Abd ar-Rahman ke Madinah agar ‘Umar bisa menghukum putranya itu secara langsung. ‘Abdullah bin ‘Umar, saudara kandung ‘Abd ar-Rahman bin ‘Umar, menceritakan kisah yang dialami oleh saudara kandungnya itu sebagai berikut:

Imam ‘Abd ar-Razzaq berkata di kitab al-Mushannaf (tahqiq: Habib ar-Rahman al-A’zhami; juz 9 halaman 232-233 nomor hadits 17047):

 

أخبرنا معمر، عن الزهري، عن سالم، عن ابن عمر قال: شرب أخي عبد الرحمن بن عمر، وشرب معه أبو سروعة عقبة بن الحارث، وهما بمصر في خلافة عمر، فسكرا، فلما أصبحا انطلقا إلى عمرو بن العاص ـ وهو أمير مصر ـ فقالا: طَهِّرنا فإنا قد سكرنا من شراب شربناه، فقال عبد الله: فذكر لي أخي أنه سكر، فقلت: ادخلِ الدار أطهرك ـ ولم أشعر أنهما أتيا عَمروا ـ فأخبرني أخي أنه قد أخبر الأمير بذلك، فقال عبد الله: لا يحلق القوم على رؤوس الناس، ادخل الدار أحلقك ـ وكانوا إذ ذاك يحلقون مع الحدود ـ فدخل الدار، فقال عبد الله: فحلقت أخي بيدي، ثم جلدهم عمرو، فسمع بذلك عمر، فكتب إلى عمرو: أن ابعث إلي بعبد الرحمن على قَتَب؛ ففعل ذلك، فلما قدم على عمر جلده، وعاقبه لمكانه منه، ثم أرسله، فلبث شهرا صحيحا، ثم أصابه قدره فمات، فيحسب عامة الناس أنما مات من جلد عمر، ولم يمت من جلد عمر

 

Telah berkabar kepada kami Ma’mar, dari az-Zuhri, dari Salim, dari Ibn ‘Umar ia berkata:

Saudaraku, ‘Abd ar-Rahman bin ‘Umar, meminum minuman keras bersama Abu Sirwa’ah ‘Uqbah bin al-Harits. Pada waktu itu mereka berdua berada di negeri Mesir pada masa kekhalifahan ‘Umar. Keduanya minum sampai mabuk. Setelah sadar dari mabuk, mereka berdua menemui ‘Amr bin al-‘Ash yang saat itu menjabat sebagai gubernur Mesir. Keduanya berkata kepada ‘Amr bin al-‘Ash, “Sucikanlah kami berdua (yakni hukumlah kami berdua) karena sesungguhnya kami mabuk lantaran minuman yang kami minum.”  Saudaraku (yakni ‘Abd ar-Rahman) memberitahuku bahwa dirinya mabuk minuman keras, maka aku pun berkata kepadanya, “Masuklah kau ke dalam rumah! Aku akan menyucikanmu!” Saat itu aku belum tahu bahwa saudaraku (‘Abd ar-Rahman) dan Abu Sirwa’ah telah mendatangi ‘Amr bin al-‘Ash, lalu saudaraku memberitahuku bahwa dirinya telah melaporkan perbuatannya kepada ‘Amr bin al-‘Ash. (Maka aku berkata), “Mereka (orang yang bertugas menghukum) tak boleh mencukurmu di hadapan khalayak ramai! Masuklah kau ke dalam rumah! Aku sendiri yang akan mencukur rambutmu!” Biasanya mereka memang mencukur rambut orang yang mabuk selain memberikan hukuman cambuk. Saudaraku masuk ke dalam rumah. Aku pun mencukur rambutnya dengan kedua tanganku. Kemudian ‘Amr bin al-‘Ash menjatuhkan hukuman cambuk kepada mereka berdua. ‘Umar bin al-Khaththab mendengar kabar tersebut, lalu ia pun menulis surat kepada ‘Amr bin al-‘Ash, “Kirimkan kepadaku pasukan yang membawa ‘Abd ar-Rahman di dalam pelana angkutan.” Maka ‘Amr bin al-‘Ash pun menjalankan perintah tersebut. Sesampainya ‘Abd ar-Rahman, ‘Umar bin al-Khaththab pun menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya. ‘Umar bin al-Khaththab juga menghukum putranya lantaran kedudukan putranya itu sebagai anak kandungnya. Setelah itu, ‘Umar membebaskannya. Sebulan semenjak hukuman, ‘Abd ar-Rahman hidup dalam keadaan sehat, kemudian ia mendapati takdirnya dan mati. Orang banyak menyangka bahwa ‘Abd ar-Rahman mati lantaran hukuman cambuk yang dijatuhkan ‘Umar, padahal bukanlah lantaran itu ia mati … -SELESAI …

 

Sanad riwayat tersebut sahih

Barangkali cambukan yang dilakukan oleh ‘Umar terhadap anaknya itu bukanlah hukuman had karena hukuman had terhadap putranya itu telah dilaksanakan oleh gubernur ‘Amr bin al-‘Ash. Tidak mungkin hukuman had yang telah dilakukan diulang kembali hingga dua kali. Terbukti bahwa ‘Umar tidak mencambuk lagi Abu Sirwa’ah. Oleh karena itu, bisa jadi cambukan yang dilakukan ‘Umar terhadap putranya itu merupakan hukuman dari ‘Umar sebagai seorang pemimpin sekaligus ayah terhadap anaknya … wallahu a’lamu …

 

Imam al-Baihaqi juga meriwayatkan kisah tersebut di kitab Sunan al-Kubra (tahqiq: Muhammad ‘Abd al-Qadir ‘Atha; juz 8 halaman 543 nomor hadits 17498):

 

أخبرنا أبو سعيد بن أبي عمرو أنبأ أبو محمد المزني أنبأ علي بن محمد بن عيسى ثنا أبو اليمان أخبرني شعيب عن الزهري أخبرني سالم أن عبد الله بن عمر قال شرب أخي عبد الرحمن بن عمر وشرب معه أبو سروعة عقبة بن الحارث ونحن بمصر في خلافة عمر بن الخطاب رضي الله عنه فسكرا فلما صحا انطلقا إلى عمرو بن العاص وهو أمير مصر فقالا طهرنا فأنا قد سكرنا من شراب شربناه قال عبد الله بن عمر فلم أشعر أنهما أتيا عمرو بن العاص قال فذكر لي أخي أنه قد سكر فقلت له ادخل الدار أطهرك قال إنه قد حدث الأمير قال عبد الله فقلت والله لا تحلق اليوم على رؤوس الناس أدخل أحلقك وكانوا ذاك يحلقون مع الحد فدخل معي الدار قال عبد الله فحلقت أخي بيدي ثم جلدهما عمرو بن العاص فسمع عمر بن الخطاب رضي الله عنه بذلك فكتب إلي عمرو أن أبعث إلى عبد الرحمن بن عمر على قتب ففعل ذلك عمرو فلما قدم عبد الرحمن على عمر رضي الله عنه جلده وعاقبه من أجل مكانه منه ثم أرسله فلبث أشهرا صحيحا ثم أصابه قدره فيحسب عامة الناس أنه مات من جلد عمر ولم يمت من جلده

 

Telah berkabar kepada kami Abu Sa’id bin Abi ‘Amr, telah berkabar kepada kami Abu Muhammad al-Muzani, telah berkabar kepada kami ‘Ali bin Muhammad bin ‘Isa, telah bercerita kepada kami Abu al-Yaman, telah berkabar kepadaku Syu’aib, dari az-Zuhri, telah berkabar kepadaku Salim bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar berkata:

Saudaraku, ‘Abd ar-Rahman meminum minuman keras bersama Abu Sirwa’ah ‘Uqbah bin al-Harits. Saat itu kami berada di Mesir pada masa kekhalifahan ‘Umar bin al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhu. ‘Abd ar-Rahman dan Abu Sirwa’ah mabuk minuman keras. Tatkala sadar, keduanya pergi menemui ‘Amr bin al-‘Ash yang menjabat sebagai gubernur Mesir. Keduanya berkata kepada ‘Amr bin al-‘Ash, “Sucikanlah kami. Sesungguhnya kami berdua mabuk lantaran minuman keras yang kami minum.” Aku tak tahu bahwa mereka berdua telah mendatangi ‘Amr bin al-‘Ash, lalu saudaraku (‘Abd ar-Rahman) memberitahuku bahwa ia mabuk minuman keras. Kukatakan kepadanya, “Masuklah kau ke dalam rumah! Aku akan menyucikanmu!” Saudaraku mengatakan kepadaku bahwa ia telah melaporkan perbuatannya kepada gubernur ‘Amr bin al-‘Ash. Kukatakan kepadanya, “Demi Allah, kau tak akan dicukur hari ini di hadapan khalayak ramai! Masuklah kau ke dalam rumah, aku akan mencukur sendiri rambutmu karena telah menjadi kebiasaan bahwa mereka akan mencukur rambut orang hukuman selain menghukum cambuk.” Maka ‘Abd ar-Rahman pun masuk ke dalam rumah bersamaku dan kucukurlah rambutku dengan kedua tanganku sendiri. Kemudian ‘Amr bin al-‘Ash menghukum cambuk mereka berdua. Peristiwa itu terdengar oleh ‘Umar bin al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhu, lalu ‘Umar pun menulis surat kepada ‘Amr bin al-‘Ash, “Kirimkan kepadaku pasukan yang membawa ‘Abd ar-Rahman di dalam pelana angkutan.” ‘Amr bin al-‘Ash pun melaksanakan perintah tersebut. Sesampainya ‘Abd ar-Rahman, ‘Umar bin al-Khaththab pun menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya. ‘Umar bin al-Khaththab juga menghukum putranya lantaran kedudukan putranya itu sebagai anak kandungnya. Setelah itu, ‘Umar membebaskannya. Sebulan semenjak hukuman, ‘Abd ar-Rahman hidup dalam keadaan sehat, kemudian ia mendapati takdirnya dan mati. Orang banyak menyangka bahwa ‘Abd ar-Rahman mati lantaran hukuman cambuk yang dijatuhkan ‘Umar, padahal bukanlah lantaran itu ia mati … -SELESAI …

 

 

Bandung, 15 Juni 2016

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s