aku berharap kau menyimak diamku yang tak bicara. Sungguh rayuanku yang paling memabukkan adalah diam. Tidakkah kau merasakan kefasihan dan sisi puitis itu terlampir dalam diamku? Tidakkah kau merasakan semua pesona kata-kataku saat aku tak mengatakan apa pun kepadamu? Aku diam saat menyatakan cinta paling puitis kepadamu …

aku berharap kau menyimak diamku yang tak bicara. Sungguh rayuanku yang paling memabukkan adalah diam. Tidakkah kau merasakan kefasihan dan sisi puitis itu terlampir dalam diamku? Tidakkah kau merasakan semua pesona kata-kataku saat aku tak mengatakan apa pun kepadamu? Aku diam saat menyatakan cinta paling puitis kepadamu …

Bandung, 16 Oktober 2020

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

sebagian perasaan tak punya hubungan dengan aksara. Ia lebih indah dari bunga-rampai-huruf dan antologi-kata. Dahulu kau pernah berucap, “Semua aksara yang kita kenal, tak pernah berdaulat atas perasaanmu kepadaku.”

sebagian perasaan tak punya hubungan dengan aksara. Ia lebih indah dari bunga-rampai-huruf dan antologi-kata. Dahulu kau pernah berucap, “Semua aksara yang kita kenal, tak pernah berdaulat atas perasaanmu kepadaku.”

Bandung

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–