Transitif Intransitif

transitif-
+ Kau sedang apa?
Aku sedang memandang.
+ Ha ha ha … menurutku jawabanmu salah. Barangkali kau tak memahami pertanyaanku atau bisa jadi kau tak memiliki jawaban yang benar untuk pertanyaanku.
Maksudmu apa, sih?
+ Kau bertanya kepadaku?
Ya, aku bertanya kepadamu.
+ Baiklah, aku akan memberimu jawaban yang benar. Tentu tidak seperti kau barusan dengan jawabanmu yang salah itu.
Hei, cepatlah kau jelaskan!
+ Kau tahu, memandang itu perlu objek. Tak mungkin kau memandang sesuatu tanpa keberadaan sesuatu yang kau pandang itu. Jika kau tak merasa sedang memandang sesuatu, sekalipun matamu terbuka dengan sempurna, itu berarti kau sedang melamun. Melamun itu tak membutuhkan objek.
Jadi menurutmu, jawabanku barusan seharusnya aku sedang melamun?
+ Iya, dong.
Tapi aku benar-benar tidak sedang melamun, kok.
+ Kalau begitu, seharusnya kau menjawab sedang memandang cireng, sedang memandang cilok, atau sedang memandang martabak mini.
Tapi aku benar-benar tidak sedang memandang salah satu dari semua itu, kok. Tidak juga sedang memandang semua itu secara bersamaan.
+ Iya, aku tahu kau tak sedang memandang salah satu dari semua itu dan tidak juga memandang semua itu sekaligus. Namun, aku tahu kau sedang memandang gadis imut yang ngegemezin itu. Kau harus tahu, boleh jadi gadis imut yang ngegemezin itu menempati kedudukan objek dalam kalimat yang kubangun, tapi sama sekali bukan objek untuk kaupandang.
Ya, ya, ya … aku mengerti.
+ Ingatlah itu.
Eh, bagaimana kalau kita memandang gadis imut yang ngegemezin itu bersama-sama? Ayolah, sambil menunggu cilok pesananku datang.
+ Mengapa tidak? Kau telah berhasil membangun kalimat yang benar. Geser sedikit! Aku lelah berdiri.
***
Bandung, 28 November 2015
–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–